
"Uhuk ...." Qinli pun muntah darah.
Jiangjun dan Wei Nuannuan lalu menghampiri Qinli.
"Bos, kau kenapa?" tanya Jiangjun khawatir dan memegangi bahu Qinli sebelah kanan.
"Apakah kau terluka?" tanya Wei Nuannuan sambil memegang lengan Qinli sebelah kiri.
"Sepertinya aku terkena racun serangga saat menghancurkan formasi ..." ucap Qinli.
Seorang perempuan cantik datang mendekati Qinli dan teman-temannya itu.
"Kau terkena racun serangga khas Sekte Sanhetang. Jika tidak segera membersihkannya, kultivasimu akan hilang bahkan menyebabkan kematian," ucap wanita itu.
Qinli menoleh, "Kau siapa?"
"Aku Xia Yufei, Ketua Sekte Xuan, tidak ada niat jahat. Tuan Qin, aku melihatmu kemarin di kompetisi bela diri."
"Ternyata Sekte Xuan ... ternyata dia ada di sana juga. Beberapa hari ini, Gaolei pernah bilang ada pembagian kekuasaan di Pulau Selatan."
"Sekte Xuan adalah salah satunya, meski terkenal, tapi kekuatan mereka tidak begitu hebat, dan sekte tersebut terletak di puncak tertinggi Pulau Selatan."
"Selain itu aku dengar kalau Tetua Sekte Xuan adalah seorang wanita yang baru berusia tiga puluh tahun!"
"Ternyata dia!"
"Ada apa Tetua Xia mencariku?" tanya Qinli.
"Tuan Qin, dengan kekuatanmu seorang mampu mengguncang Sekte Sanhetang, bahkan bisa menghancurkan formasi pembunuhan massal Sekte Sanhetang, punya kemampuan seperti ini pasti bukan orang biasa."
"Namun, Yu Quanxing sangat licik, aku datang kemari untuk membantumu, bolehkah aku berbicara sebentar denganmu."
Lalu Qinli mulai mengikuti Tetua Xia. Namun, sebelum itu ia sudah menyimpan Pedang Zhanlu dalam cincin rahasianya.
Masih di halaman Sekte Sanhetang. Mereka berdua mulai mengobrol satu sama lain. Tapi sebelumya Tetua Xia memberikan sebuah botol berisi ramuan obat pada Qinli.
__ADS_1
"Minum dulu obat ini ..." ucap Tetua Xia sambil memberikan sebuah botol obat pada Qinli.
Tapi belum sempat terjadi, ternyata Qinli sudah lebih dulu memulihkan lukanya mengunakan energi dari tenaga dalamnya sendiri.
"Hm? Ternyata kau sudah baik-baik saja," ucap Tetua Xia yang terkejut.
"Aku adalah seorang dokter, aku bisa tangani racun ini sendiri, Tetua Xia tidak perlu repot-repot," ucap Qinli sambil tersenyum.
"Namun, Tetua Xia datang kemari bukan hanya membantuku membersihkan racun sesimpel itu, 'kan?"
Tetua Xia mengusap rambutnya.
"Ya, benar! Sekte Xuan selama beberapa tahun ini tidak punya orang berbakat yang bisa mencapai level master. Inilah masalah yang selalu mengusikku. Aku sudah mencari ke seluruh dunia seni bela diri, tapi tidak pernah menemukan kandidat yang cocok," ucapnya sambil menunduk.
"Sampai kau muncul."
Tanpa beban, Tetua Sekte Xuan meminta Qinli untuk bergabung dengannya.
"Jika kau bersedia bergabung dengan Sekte Xuan, aku bersedia melepaskan posisiku dan menjadi asistenmu."
"Meski Sekte Xuan populer di Pulau Selatan, tapi aku tidak ingin bergabung ke dalam sekte mana pun."
"Aku juga hanya sekedar punya posisi di Geng Serigala Langit, hampir tidak punya tugas dan kewajiban," jawab Qinli singkat.
Tetapi sepertinya Tetua Xie tetap menganggap Qinli menerima permintaan darinya.
"Karena Tuan Qin bersedia menjadi tamu kehormatan Geng Serigala Langit, maukah Anda menjadi tamu kehormatan Sekte Xuan?" ucap Tetua Xia sambil menyodorkan sebuah kitab pada Qinli.
"Apa maksudmu?" tanya Qinli sedikit bingung.
"Ini merupakan peninggalan dari pendiri Sekte Xuan, karena Tuan Qin punya kemampuan seperti ini, demi menunjukkan ketulusanku mengundangmu bergabung ke sekte kami, buku kuno ini aku berikan padamu," ucap Tetua Xia.
Qinli kemudian mengambil buku tersebut lalu membukanya untuk membaca.
"Meski aku berlatih jurus-jurus di dalam buku ini, tapi sayangnya aku tidak mahir, mungkin lebih bermanfaat jika memberikannya padamu," ucap Tetua Xia.
__ADS_1
Saat membaca kitab itu tubuh Qinli sudah menyerap energi di sekelilingnya. Tubuhnya dikelilingi bunga-bunga, lalu energi di sekelilingnya segera masuk dan menambah energi pada tubuh Qinli.
"Baru membaca sebentar, energi spritual dalam tubuhku semakin bertambah banyak," batin Qinli sambil menutup kitab itu.
Qinli lalu menoleh ke arah Tetua Xia sambil tersenyum.
"Aku berjanji padamu. Kelak jika Sekte Xuan punya masalah, kau boleh datang ke Shangjing untuk menemuiku," ucap Qinli.
Tetua Qinli sangat bahagia lalu mengucap terima kasih pada Qinli.
"Baik."
.
.
...⚜⚜⚜...
...Sekte Sanhetang...
Karena suasana sepi, dan Yu Quanxing (Ketua Sekte Sanhetang) sudah siuman, ia pun segera bangkit dan duduk bersandar pada sebuah dinding.
"Untung saja, pil pelindung jantung melindungi jantungku, jika tidak, aku pasti sudah mati di tangan bocah itu," batinnya.
Setelah dirasa cukup kuat, ia mulai berjalan sambil berpegangan pada dinding.
"Qinli, aku akan membuatmu membayar berkali-kali lipat untuk apa yang terjadi hari ini!"
Yu Quanxing merasa jika di kamarnya adalah tempat yang paling aman untuk menelpon seseorang. Sambil bersimpuh ia segera menelpon pemimpin Keluarga Zhuge.
"Qinli tidak hanya menghancurkan Sekte Sanhetang-ku, tapi juga mengancam akan menghancurkan Keluarga Zhuge!"
"Ha? Menghancurkan Keluarga Zhuge? Hahaha! Benar-benar lelucon!" ucap mereka.
"Qinli tidak boleh dibiarkan hidup Yi, apa yang akan kau lakukan?"
__ADS_1
"Terlalu membosankan hanya membunuh Qinli seorang. Karena aku harus ke sana, maka aku kan sekalian menguasai Pulau Selatan untuk Keluarga Zhuge!"