MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 256


__ADS_3

Betapa terkejutnya Qinli mengetahui jika Nona Xia sangat mencintainya bahkan sampai bermimpi bercinta dengannya.


'Nona Xia ternyata ... sebentar, ini privasi dia.'


Qinli menutup matanya dan berniat pergi. 'Aku harus pergi sekarang ....'


Namun, sejenak ingatannya pun seolah mendapatkan sebuah gambaran. "Ssshhh ...."


'A ... ada apa ini?'


Tiba-tiba saja tangannya menyerap energi yang berada di dalam mimpi tersebut. Tiba-tiba saja kedua mata Tetua Xia terbuka. Ia melihat tubuh Qinli mengeluarkan cahaya kemarahan lalu tubuhnya sendiri terangkat ke atas.


'Apa yang si Tua Bangka itu lakukan? Energi di dalam mimpi begitu kuat dan nyata!'


"Arghhh!"


Dikarenakan saat itu posisi Tetua Xia sedang bersandar dengan dinding gua, maka saat sadar kepalanya terantuk dengan hidung Qinli.


Sakit dan terkejut menjadi satu.


Qinli memegangi hidungnya yang berdarah, sementara itu Tetua Xia sama terkejutnya dengan Qinli.


"Tetua Xia, kau baik-baik saja, kan?"


"A ... aku baik-baik saja!"


'Apa yang terjadi? Apa aku yang barusan bermimpi?'


"Kamu tertidur tadi, mungkin mimpi buruk!"


Melihat Nona Xia yang kebingungan, Qinli pun menyadari sesuatu. 'Sepertinya setelah Nona Xia bangun, alam mimpinya menghilang dan aku juga ikut keluar ...."


"Ba-bagaimana kamu tahu apa yang aku impikan? Jangan-jangan kau ...."

__ADS_1


Nona Xia seketika berpikiran buruk pada Qinli. 'Jangan-jangan dia lihat aku bersama dia di mimpi ....'


Wajah Nona Xia memerah karena malu. Qinli yang menyadari langsung membantah apa yang terlihat di sana.


"Nona Xia tiba-tiba terbangun pasti karena mimpi buruk, aku cuma menebak kok ...."


"Serius?" tanya Nona Xia memastikan.


Qinli memalingkan muka, "Iya."


"Baiklah, tapi kenapa aku bisa tidur di sini? Bukankah kita ....?"


Belum sempat Qinli menjawab, dari arah belakang terdengar suara teriakan Tuan Muda Chu.


"Yaoyao ...."


Sontak Qinli dan Nona Xia, menoleh karena terkejut.


"Yaoyao! Jangan tinggalkan aku!" teriaknya sekali lagi.


"Jangan teriak-teriak di depan banyak orang!"


Merasa jika semua orang sudah terbangun kini, Qinli mulai berbicara lagi.


"Semuanya sudah bangun, ya? Kelihatannya Warisan Metode Kultivasi sudah selesai."


"Warisan Metode Kultivasi?" ucap Nona Xia dan Nona Mo Yao secara bersamaan.


"Kalian akan mengerti setelah melihat level kalian sekarang."


Qingyin yang mendengar ucapan dari suaminya segera mencoba kekuatannya. Benar saja, hanya dengan menggerakkan kedua tangannya bebatuan di sampingnya seolah mengeluarkan asap karena terbakar oleh Qingyin.


"Apa yang terjadi? A ... aku naik level!" ucapnya tidak percaya.

__ADS_1


"Tidak disangka, baru tidur sebentar levelku sudah meningkat pesat!"


"Aku juga, Bos! Aku tiba-tiba naik ke alam hidup dan mati!"


"Ayo, kuceritakan sambil jalan!" ajak Qinli sambil berjalan keluar.


Akhirnya mereka semua keluar dari Gua Terlarang. Hingga Ayah Nona Ling'Er bisa melihat ke arahnya.


"Ayah, itu mereka!" seru Ling'Er sambil menunjuk ke arah mereka.


Sontak Tetua Lembah Dewa Obat menangkupkan kedua tangannya ke arah Qinli sebagai tanda hormat.


"Tetua Qin, apakah ...."


"Tetua Lin, aku telah mendapatkan warisan dari senior dewa obat dan bertemu dengannya secara langsung."


"Bertemu secara langsung? Berarti gelombang sebelumnya adalah ...."


"Benar, senior dewa obat terus menunggu ahli waris di dalam tempat terlarang, ini adalah warisannya ...."


Qinli pun menyerahkan sebuah kita pada Tetua Dewa Lembah Obat.


"Karena leluhur masih hidup, kenapa dia tidak keluar?" tanya Tetua Lin.


"Senior Dewa Obat telah memberikan seluruh kekuatannya pada kami, dia sudah meninggal dalam keadaan duduk bersila," terang Qinli kemudian.


Tentu saja salah satu Tetua dari Lembah Dewa Obat sangat marah ketika mendengar ucapan dari Qinli barusan.


"Leluhur memberikan semua kekuatannya pada orang luar seperti kalian!" teriaknya tidak terima.


Tetua Lin segera membentangkan tangan untuk menghalangi langkah Tetua Kedua yang tidak terina tadi. "Jangan tidak sopan! Kita memang tidak berjodoh mendapatkan warisannya. Leluhur pasti punya alasan tersendiri melakukan itu!"


"Tidak! Kami sudah cukup mendapatkan warisan Metode Kultivasi dari senior, barang ini aku kembalikan pada Tetua."

__ADS_1


Dengan tegas Tetua Lin menolak pemberian Qinli. "Karena leluhur sudah memberikan buku ini untukmu, aku tidak berhak menerimanya."


Namun, rupanya Tetua Ketiga datang menyerobot buku tersebut. "Kalau kalian semua tidak mau ... akan aku ambil!"


__ADS_2