MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 116


__ADS_3

Di sebuah pemukiman penduduk yang jauh dari perkotaan, Yu Quanxing mendatangi kepala Keluarga Zhuge.


"Tetua Huang, Keluarga Zhuge memberikan ini padaku."


"Dia datang menyuruhku untuk datang menemuimu jika terjadi apa-apa padanya."


Saat ini Yu Quanxing sedang berlutut di depan Kepala Keluarga Huang. Di tangannya ia sedang membawa sebuah lencana berwarna gold yang ia tunjukkan pada Kepala Keluarga Huang.


Lelaki matang dengan rambut berwarna putih panjang itu tersenyum ketika melihat Yu Quanxing berlutut di hadapannya. Ia adalah Tetua Keluarga Huang dari Keluarga Tersembunyi.


"Keluarga Huang adalah keluarga yang tingkatannya lebih tinggi dari Keluarga Zhuge, kenapa malah Keluarga Huang yang harus menyelesaikan kekacauannya?"


Yu Quanxing memohon sambil bergetar karena takut salah berbicara.


"Tidak berani, tidak berani. Hanya saja Qinli itu sudah keterlaluan. Tidak hanya menyakiti Keluarga Zhuge, tetapi juga menangkap Tetua Zhuge. Ini adalah tamparan besar untuk Keluarga Tersembunyi."


Tetua Keluarga Huang menanggapi ucapan Yu Quanxing dengan santai sambil menopang dagunya.


"Qinli adalah keturunan dari Keluarga Qin Keluarga Tersembunyi, meski Keluarga Huang adalah musuh lamanya Keluarga Qin."


"Tapi masa sekarang adalah masa perdamaian, aku tidak mungkin membuat kekacauan besar hanya demi seseorang dari Keluarga Zhuge."


Namun, sesaat kemudian, Tetua Keluarga Huang menyerahkan sebuah tanda perintah pada Yu Quanxing.


"Karena kau sudah datang, aku juga tidak mungkin tidak memberimu sesuatu. Ini adalah perintah dari Keluarga Tersembunyi untuk membunuh Qinli, mungkin akan berguna untukmu!" seru Tetua Keluarga Huang.


...SYUH!...


Sebuah tanda resmi yang diberikan oleh Tetua Keluarga Huang itu mampu membuat tubuh Yu Quanxing terlempar keluar karena besarnya kekuatan yang mengikuti benda tersebut. Bahkan tembok disana jebol akibat kekuatan besar itu.


...BRAK!...


"Sampai jumpa!" ucap Tetua Huang setelah berhasil mengusir Yu Quanxing secara halus.


Tak berapa lama kemudian, salah satu pengawalnya memberikan hormat dan laporan pada Tetua Keluarga Huang.


"Mo Yao mencoba menarik Qinli bergabung dan telah membuat keributan besar di siang hari, mereka bertengkar setelah dia ditolak, dan dengar-dengar dia terluka."


"Dia selalu bertentangan dengan kita, manfaatkan ini untuk membunuhnya," titah Tetua Keluarga Huang.

__ADS_1


"Baik," ucap pengawal itu.


Yu Quanxing membersihkan dirinya setelah terjatuh, dan mengumpat kasar sambil melirik ke belakang.


"Keluarga Tersembunyi ini hanya memikirkan diri mereka sendiri, apa hebatnya mereka?" umpat Yu Quanxing sambil pergi menjauh.


Setelah itu ditatapnya pemberian dari Tetua Keluarga Huang sebuah kartu berwarna gold.


"Tidak sia-sia aku datang kemari, akan memudahkanku jika ada berita ini, aku bisa membunuh Qinli diam-diam."


"Hng, Qinli, tunggu saja, kau sudah membunuh anak angkatku, menghancurkan Sekte Sanhentang-ku, aku, Yu Quanxing akan membalasmu!"


🍃Malam harinya


...⚜⚜⚜...


...Kediaman Qinli...


"Suamiku, kau kenapa?" tanya Qingyin yang melihat suaminya pulang dalam keadaan letih.


Saat ini, Qinli sedang membasuh wajahnya di watafel, sementara Qingyin berada di belakangnya.


Qinli melihat pantulan wajahnya di cermin.


"Dunia seni bela diri penuh dengan perselisihan, aku .... "


Qingyin mendekati Qinli lalu membantunya mengeringkan wajahnya yang masih basah karena air.


"Aku hanya takut tidak mengerti masalahmu, dan akan semakin jauh darimu," ucap Qingyin.


Qinli memegang kedua tangan istrinya itu. Tetapi Qingyin semakin memberikan supportnya pada Qinli.


"Aku malah berharap kau bisa mengatakan semuanya padaku," ucap Qingyin.


Qinli membuang muka dan menyuruh istrinya untuk diam, karena ia mendengar ada hal tidak beres di luar.


"Jangan berbicara, ada yang datang," ucap Qinli.


Memang benar, saat ini di luar sana, ada puluhan prajurit yang sedang mencoba memasuki kediaman Qinli. Bahkan sebagian dari mereka sudah memanjat atap rumah Qinli.

__ADS_1


Qinli menyuruh istrinya untuk tetap berada di dalam kamar, sementara dirinya sedang bersiap untuk melawan para prajurit itu. Tak lupa ia juga berpesan agar Qingyin jangan sampai keluar kamar meski banyak suara aneh nantinya.


"Qingyin, tetap di dalam ruangan ini, tidak peduli suara apa pun yang kau dengar, kau tidak boleh keluar."


"Suamiku kau harus berhati-hati!"


"Iya, jangan khawatir!" Qinli mencoba untuk tetap tersenyum di depan istrinya.


Sebelum pergi, Qinli telah membuat benteng dari energi spiritual miliknya agar keberadaan Qingyin tidak terlihat.


...SWOOSH!...


Ternyata di depan rumah Qinli, Yu Quanxing sedang memimpin penyerangan malam itu.


"Cepat! Di sini tempatnya!" titah Yu Quanxing pada para prajurit itu.


Mereka terkejut ketika melihat ke angkasa, terlihat Qinli melompat keluar dari jendela kamarnya di lantai dua.


"Qinli ada di sini, kalau ingin nyawaku, maka ikuti aku!" teriak Qinli dari atas.


"Kejar!" teriak Yu Quanxing sambil menunjuk ke arah Qinli pergi.


Bukannya menuruti perintah Yu Quanxing, para prajurit yang awalnya menutup wajahnya seperti ninja itu membuka penutup wajahnya dan berbalik mengancam Yu Quanxing. Salah seorang diantaranya memegang kerah Yu Quanxing, sementara satunya mengarahkan pisau belatinya pada leher Yu Quanxing.


"Jika kau berani membohongi kami, kami akan memotongmu menjadi daging cincang."


"Mereka semua pergi mengejar Qinli, bagaimana kalau Qinli mati ditangan mereka, kau tidak sedang membohongi kami, 'kan?"


Seolah tak takut akan gertakan mereka, Yu Quanxing menoleh ke belakang menatap rumah Qinli.


"Percayalah padaku, dia menghancurkan Keluarga Zhuge seorang diri, tidak mungkin dengan mudahnya bisa terbunuh."


"Selain itu, istri Qinli ada di dalam rumah!" ucapnya Yu Quanxing sambil memainkan lidahnya dan tentunya berpikitan kotor."


.


.


...🌹Bersambung 🌹...

__ADS_1


__ADS_2