MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 123


__ADS_3

Setelah memastikan Nyonya Bangsawan baik-baik saja, Qinli bergegas pergi meninggalkan tempat itu. Tapi sebelum itu ia menyerahkan secarik kertas yang sudah diberi coretan tangan olehnya pada dokter berbaju putih itu.


"Ini adalah nomor rekening bank, biaya pengobatannya bisa di kirim ke sini. Aku harus pergi dulu, temanku sedang menungguku," ucap Qinli sambil menyerahkan secarik kertas tersebut.


"Baik."


Tapi dari arah belakang, rupanya Nyonya Bangsawan masih ingin mengobrol dengan Qinli.


"Tunggu!"


"Kau telah menyelematkan aku, dan aku berhutang budi padamu. Ini adalah kartu namaku, hubungi aku jika membutuhkan bantuan."


"Aku punya banyak koneksi di Amerika dan aku yakin bisa membantumu!" ucap Nyonya Bangsawan sambil tersenyum penuh arti pada Qinli.


Qinli menoleh, ia pun mengambil kartu nama berwarna merah marun itu dari tangan Nyonya Bangsawan.


"Baik, aku terima kartu namamu."


Sesaat setelah Qinli pergi, Nyonya Bangsawan juga mengusir semua orang yang berada di dalam kamarnya untuk segera meninggalkannya sendiri.


"Kalian juga keluarlah!"


"Baik, Nyonya," ucap mereka serempak.


Lalu satu persatu pelayan dan tenaga medis yang tadi berada di ruangan Nyonya Bangsawan satu persatu mulai meninggalkannya. Hingga saat ini tinggalah ia sendiri di dalam kamarnya.

__ADS_1


Setelah memastikan semuanya pergi, Nyonya Bangsawan mematikan lampu kamarnya lalu tersenyum sambil memegang liontin di kalung yang ia pakai. Cahaya ungu mirip tenaga dalam Qinli ternyata terserap dalam liontin tersebut, dan saat ini memancarkan kilaunya.


"Akhirnya aku mendapatkan energi spiritualnya," ucap Nyonya Bangsawan bahagia.


.


.


Angin malam semakin berhembus kencang. Qinli dan ketiga temannya sudah berdiri di atas salah satu deck kapal pesiar. Cahaya bulan tampak berkilau saat dilihat dalam pantulan air laut kebiruan itu.


"Ini adalah jarak terdekat ke pulau!" teriak Qinli sambil memandang daratan di depannya.


"Inilah saatnya, ayo kita berangkat!" teriak Qinli memberikan komando.


...WUSH!...


Benar saja, sesaat kemudian Nona Mao dan Tetua Xia sudah terbang meninggalkan kapal pesiar tersebut. Sementara Qinli masih harus membimbing Tuan Muda Xu untuk belajar terbang menggunakan kekuatannya.


"Bos, aku ...."


Tuan Muda Xu tampak tidak percaya diri, tetapi Qinli memberikan supportnya terus menerus pada Tuan Muda Xu.


"Kau adalah master setengah langkah, kau punya kemampuan mengapung dan terbang. Fokuskan energi spiritualmu di kakimu," ucap Qinli sambil tersenyum pada Tuan Muda Xu.


"Benarkah? Kalau begitu aku coba!" ucapnya setengah ragu-ragu.

__ADS_1


Tuan Muda Xu memejamkan mata dan memfokuskan energinya pada kedua kakinya dan tiba-tiba saja tubuhnya sudah mengambang di atas air.


...WUSH!...


"Aku terbang!" ucapnya bahagia sambil membuka kedua matanya.


Tapi tiba-tiba ia kehilangan keseimbangan dan fokusnya, akibatnya ia pun terjatuh hampir menyentuh air.


"Argh!"


Qinli datang dan memegang salah satu tangan Tuan Muda Xu.


"Ini pertama kalinya kau mengapung dan masih belum terampil, kau harus berlatih lebih banyak nanti. Pegangan, aku akan membawamu pergi," ucap Qinli menyemangati Tuan Muda Xu.


"Ba ... baik," ucap Tuan Muda Xu dengan wajah pias.


Bahkan saking takutnya ia menganggukan kepalanya berkali-kali. Dengan kecepatan super, Qinli terbang melesat seperti kilatan cahaya menjauhi kapal menuju daratan di depannya.


...SWOOSH!...


Melihat hal itu, Nyonya Bangsawan langsung mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"Mereka sudah berangkat!" ucapnya sambil menatap jendela ke arah Qinli pergi.


Lalu rencana apa yang dimiliki Nyonya Bangsawan? Nantikan upnya hari Rabu ya🙏

__ADS_1


__ADS_2