MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 269


__ADS_3

'Penguasa langit?'


"Uhuk! Untungnya masih keburu …." ucap Qingyin sambil terbatuk.


Setidaknya usahanya tidak sia-sia karena Qingyin masih sempat melindungi Qin Li dari ledakan tadi. Seketika ia menoleh kepada suaminya. "Cepat berdiri! Pertempuran masih belum berakhir!"


"Tidak mungkin! Dia masih hidup?" tanya Qin Li seolah tidak percaya pada istrinya.


Belum sempat Qingyin menjawab, dari arah depan terdengar suara yang sangat familiar untuk mereka. "Qin … Qin Li! Aku akan membunuhmu!"


Dari hal itu Qingyin bisa menyimpulkan sesuatu yang menurutnya sangat berbahaya jika dibiarkan. "Dia yang sekarang sudah menjadi sekumpulan kekuatan iblis yang punya kesadaran!" 


"Selama dia punya kekuatan iblis yang tersisa, kita tidak dapat memusnahkannya!"


Kini iblis itu masih melayang di atas Qin Li dan Qingyin. Keduanya menatap penuh dengan jalan pikiran yang masih mencari solusi untuk darurat itu.


"Bahkan serangan mematikan dari aku dan Qingyin tidak dapat memusnahkannya! Dilihat situasi sekarang …." ucapan Qin Li tampak menggantung.


Tiba-tiba saja Qingyin berbicara, "Masih ada cara lain."


Qin Li menoleh ke arah istrinya, "Apa kau berencana untuk menyuruhku mempelajari jurus kesembilan metode pikiran tatanan surga sekarang?"


"Benar!" Ucap Qingyin bersungguh-sungguh!"


Qingyin menatap ke bawah, "Terlebih lagi, masih butuh selangkah lagi agar aku bisa bebas. Kalau membiarkan kalian mati, aku masih harus menunggu lagi entah berapa lama …."


Qingyin kembali memainkan kedua tangannya hingga menyerupai bentuk lingkaran udara berwarna kehijauan. 


"Aku akan membantumu sekali lagi …." Qin Li pun mensejajarkan dirinya dengan Qingyin.


Hingga beberapa saat kemudian, terlihat sebuah bunga teratai emas berwarna kehijauan perlambang kekuatan spiritual milik Qingyin.


"Serap bunga teratai ini dan kau akan menguasai jurus kesembilan!"


Qin Li bisa melihat jika itu adalah hal terpenting dari istrinya. 'Kekuatan ini … adalah sumber kekuatannya.'


Lalu setelahnya terdengar sebuah suara menggema. "Aku harus memperingatkanmu, tidak ada satupun senjata … di alam pembatas ini … yang dapat menahan kekuatan jurus kesembilan metode tatanan surga … termasuk Pedang Shitian."


"Apa!" ucap Qin Li terlihat khawatir sambil memandang Pedang Shitian yang berada di tangan kirinya.


Qin Li menoleh ke arah Qingyin. "Apa tidak ada cara lain lagi?"


WUNG


Tiba-tiba saja Pedang Shitian melesat pergi. Namun, Qin Li berniat menahannya. "Shitian, kau …."


'Master, lakukanlah!'


Di sisi lain, iblis itu semakin terlihat penuh amarah karena ia sama sekali tidak mendapatkan serangan dari Qin Li maupun Qingyin. "Qin Li … dimana kau!" teriaknya sambil menoleh ke kiri dan kanan.

__ADS_1


Pada saat itu, dengan ujung pedang masih mengarah ke atas, Qin Li mulai menerima aliran energi dari kekuatan teratai emas dari Qingyin.


Hingga akhirnya mata iblis itu mampu menemukan keberadaan Qin Li. Ia pun langsung melesat pergi ke arah Qin Li. "Ketemu!" teriaknya.


Dalam posisi masih menutup kedua mata, Qin Li mulai mengayunkan pedang miliknya sambil berkata, "Jurus kesembilan metode pikiran tatanan surga!"


'Shitian, sampai jumpa,' ucap Qin Li di dalam hati kemudian.


Tepat pada saat itu, sang iblis sudah lebih dekat ke arahnya. "Sekarang, sudah berakhir."


Setelah itu, apa yang menjadi keinginan Qin Li dan Qingyin terjadi. Iblis itu mulai terkena jurus mematikan dari keduanya.


Zzzzt …. Zzzzt ….


BOOM


Setelah ledakan cukup besar tersebut, peperangan pun usai. Kini Qin Li mulai merapikan cincin penyimpanan miliknya yang sebelumnya hilang.


"Metode pikiran tatanan surga total ada sembilan jurus dan sudah aku kuasai semua," ucap Qin Li sambil melihat cincin tersebut.


"Harusnya kau sudah bisa bebas, 'kan?"


"Benar," ucap Qingyin dengan raut wajah sangat bahagia.


"Akhirnya hari ini tiba juga!" ucap Qingyin bersemangat.


Ia sudah bersiap sedia untuk melesat ke angkasa. Melepas ikatan antara dirinya dan sang dewi. Benar saja, sesaat kemudian sang dewi mulai muncul dan terpisah dari tubuh Qingyin.


****


Kedua mata sang dewi mulai terbuka. Sorot matanya terlihat putih dan bersinar terang. Akan tetapi daratan di sekitarnya menjadi meledak. Mungkin karena pancaran energi spiritual sang dewi yang cukup besar, hingga membuat ledakan-ledakan itu terjadi.


'Dia sedang menyerap seluruh kekuatan spiritual daratan ini!'


Qin Li melirik daerah sekitarnya, 'Tidak cuma daratan … tapi ruang juga ikut bergetar.'


****


DARATAN TIANXIA


Dari sana sosok sang dewi terlihat sangat besar, sama seperti raksasa karena tubuhnya menyentuh langit. Orang-orang melihatnya dengan sangat kagum. Bebatuan di sekitarnya pun ikut terangkat naik. 


"Di … dia sangat kuat!'


****


DARATAN TIANLUO


Kepanikan juga terjadi di sana. 

__ADS_1


"Cepat!"


"Kita kumpulkan kekuatan spiritual kita!"


"Tetap fokus!"


Sosok sang dewi terlihat dikelilingi beberapa ekor naga berwarna merah kecoklatan. Sementara perisai emas di belakangnya semakin memperlihatkan betapa besarnya kekuatan sang dewi.


Begitu pula dengan Qin Li yang masih menatap penuh kekaguman kepadanya. 'Orang biasa tidak akan bisa mempunyai kekuatan macam ini …'


'Dia dipanggil penguasa langit … jangan-jangan dia adalah dewi yang mendominasi dunia ini?'


Kedua naga yang mengelilingi sang dewi dengan mudahnya ia tangkap lalu tersenyum penuh kemenangan. 


GROAR! KRAK! KRAK!


Tampak salah satu tangan Sang Dewi menekan ke atas tepat di bawah tubuh naga tersebut. Hingga terdengar auman naga kesakitan. Bahkan hanya sekali jurus dewi keluar naga itu kalah.


BOOM


Pagoda berwarna kehijauan itu akhirnya menimpa tubuh naga tersebut. Setelah berhasil menghabisi naga itu, sang dewi menyapa para kesatria di bawah sana dan menyuruh mereka pergi.


"Cepat bubar, aku tidak akan lama berada di dunia ini!"


Beberapa saat kemudian sang dewi merasakan ada hal aneh di tubuhnya. 'Kekuatan sumberku … mengering?'


'Kelihatannya sumber kekuatanku terkuras banyak saat menyelamatkan dua orang tadi.'


'Padahal tinggal selangkah lagi.'


Rupanya kekuatan sang dewi benar-benar terkuras hingga membuatnya kembali menyatu dengan tubuh Qingyin.


'Sudahlah,' ucapnya pasrah.


Terlihat sebuah naga berwarna biru berekor sangat panjang menuju langit. Menjadikan sebuah pertanda alam.


"Gawat! Kekuatan bencana alam lepas!" teriak orang-orang.


Qin Li yang melihat keanehan itu hanya bisa tercengang. 'Sepertinya kekuatan itu bukan kekuatan spiritual biasa.'


SYUH


Tubuh Qingyin masih melayang di angkasa. Namun, sebelum tubuh itu dibawa pergi oleh sang dewi ia masih sempat turun dan berpamitan pada Qin Li.


Dengan masih menutup mata ia berkata, "Bocah! Setelah kau menjadi abadi, datanglah ke dunia abadi untuk mencari istrimu."


Tanpa menunggu jawaban dari Qin Li, tubuh Qingyin dibawa melesat pergi.


SYUH

__ADS_1


Meninggalkan Qin Li yang terus memanggil nama istrinya.


"Qingyin!"


__ADS_2