MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 181


__ADS_3

Qinly masih terkejut dengan serangan yang terjadi barusan. Sebuah kekuatan hebat yang membuat Armor itu mati. Begitu juga dengan Nona Han Xinxin yang menyaksikan hal itu juga terpaku. Ia menyaksikan secara langsung bagaimana kekuatan hebat itu mampu merobek langit.


"Serangan merobek ruang waktu ... ternyata ada prajurit alam dominasi di balik pasukan ini ...." ucap Nona Han Xinxin.


Dari dalam langit yang robek itu terlihat seorang prajurit yang tertawa menatap Qinli.


"Sekte Bumi, menarik ...." ucapnya.


Setelah itu, Nona Han Xinxin berbicara kepada Qinli.


"Kelihatannya Tuan Qin harus pergi bersamaku," ucap Nona Han Xinxin.


"Kalau begitu, mohon tunjukan jalannya, Nona."


Qinli menunduk hormat kepada Nona Han Xinxin, sementara itu Nona Ling'Er menarik lengan Qinli.


"Guru, kita langsung pergi begitu saja dan tidak berpamitan dengan Keluarga Qiao?"


"Tentu saja langsung pergi. Namun, kau begitu peduli dengan Keluarga Qiao, bagaimana kalau kau tidak usah ikut denganku dan tinggal di rumah Keluarga Qiao saja."


Qinli menghempaskan tangan Nona Ling'Er. Namun, siapa sangka Nona Ling'Er malah berteriak tidak mau.


"Tidak mau!" teriaknya sama seperti anak kecil. Akhirnya mau tidak mau Qinli mengajaknya pergi.


Namun, hal yang menyebalkan akhirnya diucapkan oleh Nona Ling'Er saat di perjalanan.


"Guru, Kak Qiao jelas punya perasaan kepadamu, kenapa guru tidak menerimanya saja?" tanya Nona Ling'Er sambil tersenyum girang.


Qinli menghela nafasnya, "Kau pikir aku sama dengan ayahnya?"


"Saat kita meninggalkan rumah Qiao, aku diam-diam melihat Kak Qiao memandangmu dengan raut wajah sedih."


"Kau benar-benar jahat!" ujar Nona Ling'Er seolah memojokkan Qinli.


"Semoga Nona Qiao bisa bertemu dengan pria yang benar-benar mencintainya."


Tentu saja Nona Ling'Er terkejut akan ucapan Qinli barusan. Ia tidak menyangka jika Qinli akan menolak Nona Qiao. Sehingga hal itu membuat Nona Qiao berpikir yang tidak-tidak.


"Guru ... a-apa kau gay?"


...DUGH...


Qinli memukul kening Nona Ling'Er hingga ia mengaduh.


"Apa yang kau bicarakan?"


"Aduh! Guru tidak menyukai wanita yang mendominasi, lalu bagaimana dengan wanita imut sepertiku?"

__ADS_1


"Jangan berbicara omong kosong! Aku datang ke daratan ini demi istri gurumu ...." ucap Qinli dengan lantang.


Nona Ling'Er yang mendengar itu akhirnya bersorak.


"Yeay!"


"Guru akhirnya kau mengakuiku sebagai muridmu, ya. Hehe!"


Saat sedang asyik bersorak, Nona Han Xinxin dari arah kemudi memperingatkan semuanya.


"Hati-hati mungkin akan terjadi guncangan!"


Benar saja, sesaat kemudian terjadi goncangan pada kapal yang mereka tumpangi. Bahkan saking besarnya guncangan tersebut membuat Nona Ling'Er yang sedang melompat terantuk keningnya ke lantai. Kini ia pun terjatuh dengan posisi menelungkup.


...BUGH!...


Seketika Nona Ling'Er mengaduh dan mengusap kening dan juga hidungnya yang memerah.


"Duh, sakit sekali! Kenapa guncangannya begitu hebat?"


"Seharusnya kita sudah melewati perbatasan," ucap Nona Han Xinxin.


"Lihat!" serunya kemudian sambil menunjuk ke hamparan bintang di hadapannya.


Seketika semua orang terpana dengan gugusan bintang dalam galaksi yang terlihat berwarna-warni. Memukau setiap mata yang melihatnya.


"Tidak disangka masih ada tempat seindah ini di luar bumi ...." ucap Qinli penuh kekaguman.


Sementara itu di hadapannya terhampar pemandangan alam yang indah dengan beberapa naga dengan berbagai warna beterbangan di langit. Saat ini ada sebuah naga berwarna emas yang sedang melintas di hadapan Qinli. Satunya lagi berwarna hijau.


Ternyata kedua naga tersebut menghadang kapal yang dikendarai oleh Qinli. Ekornya saja sempat menyenggol kapal hingga membuat sebuah guncangan yang begitu hebat.


...BAM!...


"Berhenti!" teriak beberapa prajurit penjaga perbatasan.


Saat ini di hadapan Qinli terdapat beberapa prajurit yang berbaris rapi. Jumlahnya sekitar sepuluh orang dan semuanya tampak memiliki kekuatan level di atas alam langit.


Ternyata saat ini salah satu tangan prajurit itu menggenggam ujung kapal untuk mengentikan lajunya. Namun, tidak disangka Nona Han Xinxin dengan gagahnya berdiri di ujung kapal dan menggertak mereka.


"Apa kalian buta! Beraninya kalian menghalangi kapalku!"


Seketika kedua prajurit tersebut mengatupkan kedua tangannya dan meminta maaf pada Nona Han Xinxin.


"Maaf, Nona Han, kami yang salah!"


Ternyata mereka adalah Han Long, Penjaga Gerbang pergantian daratan level lima yang memiliki aura berwarna kuning. Satu lagi yang memiliki aura berwarna hijau adalah Han Hu.

__ADS_1


Nona Han Xinxin mendengkus kesal lalu memaafkan keduanya.


"Hmph, lupakanlah!"


Beberapa saat kemudian, Qinli menyusul Nona Han Xinxin ke ujung kapal. Nona Han Xinxin kemudian menoleh ke arahnya.


"Maaf, sudah mengagetkan Tuan Qin."


Setelah kejadian itu, Nona Han Xinxin mengajak Qinli untuk kembali ke dalam kapal. Ia pun mengajak Qinli untuk membahas sesuatu yang penting saat itu.


"Maksud Nona Han adalah menyuruhku untuk membantumu mencari tungku bintang tujuh di alam rahasia tempat keluargamu?"


"Benar, sebenarnya tungku ini adalah tungku peracik pil yang hilang sedari leluhurku."


"Namun, setelah memasuki alam rahasia perlu melewati semua percobaan baru bisa mendapatkan Tungku Bintang Tujuh dan harta karun lainnya," terang Nona Han Xinxin kepada Qinli.


"Selain itu, formula pil pembangkit spiritual juga ada di dalam sana!"


Di dalam pemikirannya, Qinli menyimpulkan hal lain.


"Bukankah dia sedang menungguku mengambil umpan? Takutnya percobaan ini bukanlah percobaan sederhana."


"Selain itu, dilihat gerak gerik kedua penjaga di luar daratan tadi ... Kalau cuma percobaan saja, Keluarga Han tidak mungkin mencari orang luar untuk membantunya."


Saat Qinli sedang mengumpulkan semua data, Nona Han Xinxin mulai berbicara kembali.


"Sebenarnya ini adalah hal yang baik untuk Tuan Qin. Ada banyak sekali harta karun di alam rahasia. Selain itu, kuota masuk juga terbatas."


"Meski pintu masuk Alam Rahasia dikendalikan oleh Keluarga Han dan Keluarga Lainnya, Tuan Qin tetap dapat masuk asalkan Keluarga Han, setuju kau menjadi wakil kami," ucap Nona Han Xinxin dengan lugas.


"Oh, tapi Nona Han pasti mengenal orang-orang dengan kekuatan yang setara denganku atau yang lebih tinggi dariku, kan?"


"Tentu saja! Tapi Alam Rahasia ini hanya bisa dimasuki oleh prajutit di bawah level Alam Reinkarnasi. Jika parjurit di atas Alam Reinkarnasi masuk, Alam Rahasia akan runtuh dalam sekejap karena kekuatan yang terlalu hebat!" terangnya kemudian.


Namun, sepertinya Qinli masih ragu hingga ia menanyakan kembali kenapa Nona Han begitu percaya dengan kemampuan miliknya.


"Lalu, apakah Nona tidak takut kalau kemampuanku tidak cukup dan tidak dapat melewati percobaan?"


Nona Han menjawab dengan tenang dan tersenyum ke arah Qinli. "Aku percaya pada intusiku."


"Meski Tuan Qin hanya berada di Alam Langit, tapi dia mampu mengeluarkan jurus tingkat yang lebih tinggi, sudah pasti aku tidak akan salah!" ucap Nona Han Xinxin di dalam hati.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2