
...BOOM!...
Seketika utusan dari Keluarga Lei terkena pagoda Dewi dan meninggal di tempat sama seperti para kesatria yang lainnya.
Di sisi lain, Qingyin yang kerasukan Sang Dewi langsung menampar Qinli.
...PLAK!...
"Qingyin ...."
"Bocah tengik! Beraninya kau bertindak tidak senonoh!" ucap Qingyin penuh amarah.
Tentu saja Qinli kebingungan karena tiba-tiba ditampar oleh istrinya. Ia tidak tahu jika saat itu yang merasuki tubuh Qingyin adalah Sang Dewi.
Qinli jadi bertanya-tanya, "Apa yang barusan terjadi?" ucapnya sambil mengusap pipinya yang masih terasa panas akibat tamparan dari Qingyin.
Setelah beberapa saat, suasana kembali menjadi normal dan Qinli bisa berkumpul dengan para anggota Sekte Bumi yang lainnya. Kekaguman pemuda yang mengidolakan Qinli semakin meningkat setelah melihat sendiri bagaimana Qinli melawan utusan dari Keluarga Lei tersebut.
"Woah! Jadi ... apimu adalah api melahap yang legendaris itu ....?" ucapnya antusias.
Namun sepertinya Qinli tidak mengetahui tentang hal itu. Seketika ia menoleh ke arahnya, "Api melahap?"
Melihat jika Qinli tidak mengetahui akan hal itu, dengan segera kakek pun menjelaskan pada Qinli.
"Api melahap adalah api legendaris yang bisa menahan kekuatan atribut semua prajurit."
"Prajurit yang memiliki api ini dapat menghapus perbedaan kekuatan atribut prajurit level tinggi lainnya."
"Contoh prajurit Alam Hidup dan Mati melawan Alam Dominasi, pembatas Alam Dominasi menjadi tidak berfungsi."
"Tidak kusangka pemimpin memiliki Api yang sudah tidak pernah muncul selama ribuan tahun."
Qinli benar-benar memikirkan apa yang diucapkan oleh Kakek Ketua. "Api yang bisa menahan kekuatan atribut semua prajurit ...."
Tiba-tiba saja Nona Ling'Er muncul di hadapan mereka seraya berteriak, "Guru, kita sudah sampai di Langit Kota Tianlong."
__ADS_1
Sementara itu mata Tuan Muda Xu berbinar, "Api milik Bos benar-benar luar biasa!"
Namun, berbeda dengan pendapat Nona Ling'Er, "Eh, kok aneh ...." ucapnya sambil menopang dagu.
"Ti-tidak ada satupun orang di kota ini."
Kota Tianlong tampak menyeramkan. Hanya terlihat gumpalan asap di sana.
"Gawat!" ujar Qinli.
"Kita dijebak!"
Tiba-tiba saja terdengar sebuah suara ledakan.
...DHUAR ......
...DHUAR ......
"Tidak aku sangka Keluarga Lei menyiapkan kota kosong untuk menghabisi kita, mereka benar-benar berusaha keras."
...KRAK ... KRAK ......
"Shi Tian, apa sudah siap?"
"Siap Tuan, daritadi aku sudah tidak sabar."
Qinli dan pedang Shi Tian bersiap-siap untuk menyerang. "Kalian mundur ...."
...KRAK!...
...BOOM!...
...GROAR!...
Dari arah langit tampak atribut berwujud seekor elang berwarna ungu bersiap untuk menyerang Qinli dari arah langit.
__ADS_1
"Takutnya serangan mengerikan ini dikeluarkan oleh prajurit puncak alam dominasi. Shi Tian, apa kau bisa menghadapinya?"
"Tuan tidak usah khawatir, serangan ini tidak seberapa dibandingkan bencana petir milik masterku sebelumnya!"
...BOOM!...
Dari atas Langit Tianlong rupanya ada dua prajurit yang sedang mengawasi Qinli.
"Qinli benar-benar seekor monster, tidak disangka dia bisa membunuh dua prajurit alam dominasi Keluarga Lei dengan levelnya yang baru mencapai alam hidup dan mati."
"Terus kenapa? Toh dia tetap akan mati dalam formasi petir nirwana yang dipasang oleh Kepala Keluarga Lei! Ritual akan segera dimulai, cepat kumpulkan jiwa mereka dan kembali melapor!"
Keduanya begitu terkejut ketika jiwa yang mereka kumpulkan berbeda dan justru milik prajurit Keluarga Lei.
"Aneh, kenapa hanya menemukan jiwa anggota-anggota kita?"
Hanya berselang beberapa saat, keduanya mendengar sebuah teriakan.
..."PEDANG PEMBUNUH ABADI!"...
"Tidak mungkin!" teriak keduanya hampir bersamaan.
..."HANCURKAN LANGIT!"...
Serangan Qinli mampu membuat atribut berbentuk seekor elang tersebut terbelah. "Gawat! Cepat lari!"
Saat kedua prajurit itu hendak lari, tiba-tiba saja Qingyin sudah berdiri di belakang mereka. "Apa kalian sudah tidak menginginkan kekuatan jiwa kami?"
Sementara itu dari arah depan Qinli sudah menyiapkan sebuah matahari berwarna merah kehitaman. "Kemarilah, aku akan memberikan jiwaku.pada kalian!"
Disisi lain, lebih tepatnya di tempat ritual itu akan dilakukan. Tetua sangat kecewa pada apa yang akan dilakukan oleh Tetua Keluarga Lei.
"Tidak disangka demi wanita itu, kau rela mengorbankan Markas Keluarga Lei yang sudah berdiri selama ratusan tahun sebagai perangkap!" ucapnya tidak rela.
Namun, Tetua Keluarga Lei tetap teguh pada pendiriannya. "Hmph! Kekuatan yang selama ini kita cari sudah ada di depan mata, aku rela mengorbankan apa pun untuk mendapatkannya!"
__ADS_1
"Qinli dan orang-orangnya harus mati! Aku sudah mengutus orang untuk mengumpulkan jiwa-jiwa mereka, mari bersiap-siap memulai ritual!" teriaknya.