MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 130


__ADS_3

Di dalam kediaman Qinli, saat ini ia sedang memulihkan tenaganya dengan berduel dengan istrinya Qingying di dalam bathub.


Mereka bersemedi di dalam air. Terutama Qinli saat ini sedang menemui dewi yang menghuni tubuh istrinya itu. Di alam dewi ia sedang berkomunikasi dengannya.


...WUSH...


"Katanya ada banyak petarung kuat di kota Chuanshu. Sekarang energi spiritual dalam tubuhmu sangat tidak stabil, apa kau yakin akan ke sana?" ucap sang dewi.


"Nyawa orang-orang di sekitarku sedang dalam bahaya, aku tidak punya waktu mengkhawatirkan hal itu sekarang."


Terlihat wajah sendu Qinli saat ini, sehingga membuat sang dewi heran.


"Namun, satu-satunya orang yang paling aku khawatirkan adalah Qingyin."


Tanpa Qinli sadari sang dewi mendekatinya lalu menyentuhkan jari telunjukknya ke kening Qinli sehingga membuatnya mendongak.


"Mengingat aku adalah jiwa yang tinggal di tubuh wanita ini, akan aku ajarkan cara melindungi nyawa padamu."


"Jika kau bisa mempelajari cara ini, akan sangat sedikit orang yang dapat menandingimu."


Dewi itu benar-benar menunjukkan ilmu itu pada penglihatan Qinli. Di dalam kelopak matanya, ia jelas melihat bagaimana jurus-jurus yang harus ia kuasai segera.


Sang Dewi memusatkan seluruh kekuatannya agar Qinli dapat dengan mudah mempelajari jurus darinya. Di alam lain Qinli berlari menaiki sebuah gunung kembar. Berlari dengan sangat cepat agar ia bisa sampai dan mendaki gunung tersebut.


"Cepatlah, aku sudah tidak tahan lagi!" teriak dewi itu.


Dengan kecepatan dan kelihaian Qinli berhasil mendaki gunung tersebut dengan sangat cekatan.


"Gerakan kaki naga berhasil aku kuasai!" teriak Qinli senang.


"Anggap kau beruntung, bocah!"


Mata Qinli terbuka, ia masih memandangi Qingyin yang berada di depannya saat ini.


"Kau harus segera menyelesaikan kultivasimu dan menyelesaikan metode pikiran tatanan surga. Jika tidak, beberapa tahun kemudian, aku dan tubuh wanita ini akan binasa."


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan keselamatan wanita ini. Sekarang segelku terlepas, dan aku bisa melindungi orang biasa."


Tiba-tiba Qingyin membuka mata dan memegang Qinli junior hingga membuat konsentrasi Qinli ambyar.

__ADS_1


"Suamiku, sepertinya ... kau ingin lagi ... " ucap Qingyin dengan nakal.


Qinli membuang muka, tentu saja ia malu, apalagi saat Qingyin berubah menjadi agresif seperti ini. Ia segera menutupi Qinli juniornya dengan kedua tangan. Tetapi Qingyin semakin mendekatinya.


Dengan wajah memerah, Qingyin berkata, "Tidak apa-apa, kita lanjutkan!"


"Ba ... baiklah!" ucap Qinli dengan wajah menyerah.


Setelah melewati malam yang menyenangkan, Qinli sepertinya sudah mengerti apa yang dinamakan menantu yang sesungguhnya.


...~🍃~🍃~🍃~🍃~...


Hari Kedua, Bandara Chuanshu.


Saat ini Qinli bersama Tuan Muda Jiang sudah mendarat di Bandara Chuanshu.


"Bos, kita kemana dulu?"


"Kita ke Keluarga Tan, Keluarga Ramuan Tradisonal Tiongkok."


Dari arah kejauhan terlihat seorang gadis memakai kaca mata sedang berjalan di belakang Qinli. Ia tidak memperhatikan jalan dan lebih fokus ke layar ponselnya.


Karena tidak memperhatikan langkahnya ia menabrak punggung Qinli.


"Aduh!" keluhnya.


Hal itu membuat Qinli menoleh seketika. Tapi sayang, gadis itu bukannya minta maaf malah mengomel.


"Hei! Dasar tol**, apa kau buta!" gertak Sichuan.


Gadis berkacamata itu melotot tajam, dengan gaya berkacak pinggang dan salah satu tanggannya terus menunjuk ke arah Qinli.


Tapi sesaat kemudian kecanggungan terjadi. Terlebih Qinli dan Tuan Muda Jiang memandang aneh Sichuan.


"Heh ..... " seru Jiangjun.


"Ugh ..... "


Sichuan merasa tak enak hati karena hal itu. Tapi sejenak kemudian ia membuka kaca matanya dan kembali berteriak.

__ADS_1


"Lihat apa kalian? Tidak pernah lihat wanita cantik? Akan aku congkel mata kalian!"


Tuan Muda Jiang menegur Sichuan, "Hei, kau yang menabrak bosku, apa kau tidak tahu sopan santun?"


"Brengsek! Coba kau katakan sekali lagi!"


Tiba-tiba omelan khas Sichuan berhenti karena ada yang menyebut namanya dari arah belakang.


"Huan, akhirnya kau pulang juga!"


Sichuan berbalik tapi sebelum meninggalkan Qinli dan Jiangjun ia sempat menghardiknya kembali, "Anggap kalian beruntung hari ini!"


Saat ia berbalik, muncul seorang lelaki dengan membawa sebuket mawar merah yang berdiri du hadapan Sichuan.


"Aku sudah lama menunggumu!" ucap lelaki itu.


Wajah Sichuan berubah suram ketika mendapati lelaki yang selalu mengganggunya itu.


"Aku muak dengan pria ini yang terus mengusikku."


Ia kembali terkejut ketika mendengar percakapan Qinli dan Jiangjun.


"Mobil yang kita pesan sudah datang."


"Ayo! Ke Keluarga Tan."


Seketika, Sichuan kembali merubah mimik wajahnya dan berbalik ke arah Qinli. Ia bahkan merentangkan kedua tangannya ke arah Qinli dan Tuan Muda Jiang dan berdiri di depan mereka.


"Kakakku cayang, tadi aku cuma bercanda. Kau tidak mungkin marah padaku, 'kan? Namaku Tan Ruohuan."


Tuan Muda Jiang dan Qinli memandang aneh gadis di depannya ini.


"Sebenarnya apa yang sedang ia lakukan?" tanya Tuan Muda Jiang.


Dengan wajah aneh, Qinli menjawabnya.


"Dia menjadikan kita sebagai tamengnya."


"Tidak disangka bisa bertemu dengan anggota Keluarga Tan di sini. Lumayan bisa mempermudah kita," batin Qinli.

__ADS_1


__ADS_2