MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 112


__ADS_3

Mendapat serangan tiba-tiba dari Qinli, Tetua Zhuge terhempas dan langsung muntah darah. Tubuhnya terlempar ke belakang.


"Mulai sekarang, kau hanyalah seorang pecundang yang tidak berguna!" seru Qinli sambil terus menyerang Tetua Zhuge.


...SWOOSH...


...BANG!...


Tubuhnya terpelanting ke lantai, hingga ia jadi tontonan orang-orang. Tetua Zhuge berusaha bangkit meski tubuhnya sudah remuk. Di saat Qinli mau menyerangnya, Tetua Zhuge meminta ampun kepadanya.


"Jangan bunuh aku! Aku masih punya informasi yang bisa aku beri tahu padamu, sesuatu yang pasti ingin kau ketahui!" ucapnya dengan sangat ketakutan.


Bahkan kedua tangannya ia jadikan tameng agar Qinli tidak menyerangnya.


"Oh?"


Tiba-tiba dari dalam kerumunan, ada yang memanggil namanya.


"Kak Qin."


Sesaat kemudian, Nona Xu muncul di belakang Qinli.


"Kak Qin, aku menerima telepon dari Tuan Muda Jiang, katanya terjadi sesuatu di sini, kau tidak apa-apa, 'kan?" tanya Nona Xu khawatir.


Qinli menoleh.


"Tidak apa-apa! Namun aku memintamu mencarikan tempat untukku, aku ingin berbicara baik-baik dengan Tetua Zhuge," ucap Qinli.


Keputusan Qinli ini membuat para tamu undangan heran, kenapa Qinli tak langsung membunuhnya. Tapi begitulah Qinli yang bertindak sesuai kata hatinya.


.


.


...⚜⚜⚜...


...MARKAS MILITER PRAJURIT YANXIA...


Beberapa saat kemudian, ia telah sampai di markas militer Prajurit Yanxia. Di sana penuh pengawalan di setiap sudut ruangannya. Di tempat itu, Qinli benar-benar menginterogasi Tetua Zhuge.


"Katakan! Selain Keluarga Zhuge dan Qingtang masih ada siapa lagi?"


"Keluarga Huang! Keluarga Huang-lah yang menunjuk kami untuk ikut dalam penyerangan waktu itu! Kalau ingin menyalahkan, maka salahkan mereka!"


Saat ini tubuh Tetua Zhuge dalam kondisi terikat, dan hanya bisa pasrah saat Qinli mengintrogasinya. Apalagi salah satu jarum perak masih menancap di kening Tetua Zhuge yang membuatnya bisa bertahan sampai saat ini.


"Aku tidak tahu banyak mengenai Keluarga Huang dan Qingtang, sudah tidak ada lagi yang bisa aku beri tahu padamu ...."


Qinli mengeluarkan jarum peraknya.


"Kau sudah tidak tahu apa-apa lagi? Apa kau kira aku akan percaya? Aku akan memberimu waktu tiga detik," ucap Qinli yang tersenyum dengan salah satu tangan memegang jarum perak miliknya.


"Jangan! Jangan gunakan jarum! Aku masih punya berita terbaru! Tapi kau harus berjanji untuk membiarkanku hidup!" ucap Tetua Zhuge dengan wajah sangat ketakutan.


"Katakan!"


"Beberapa hari lalu, aku dengar Keluarga Huang bilang bahwa Qingtang baru-baru ini menangkap kakek tua yang wajahnya sudah hancur, dan katanya dia punya hubungan dekat denganmu!"


"Kakek tua dengan dengan wajah hancur? Jangan-jangan itu Kakek Badaoi!"


"Cepat beri tahu aku! Di mana kakek itu!" gertak Qinli.

__ADS_1


"Aku hanya tahu bahwa mereka membawanya ke sebuah pulau, aku tidak tahu lokasi persisnya ada di mana."


Qinli sudah menyiapkan satu pukulan untuk Tetua Zhuge.


"Kau ingin mati!" gertak Qinli sekali lagi.


Tentu saja Ketua Zhuge ketakutan apalagi setelah mengetahui kekuatan Qinli yang sebenarnya.


...BAM!...


Satu pukulan yang sangat keras Qinli arahkan ke dinding tepat di sebelah kepala Tetua Zhuge.


"Karena kau ingin tetap di sini, maka tinggallah di sini selamanya!" ucap Qinli dengan wajah yang menakutkan.


Qinli menegakkan kembali badannya lalu segera berbalik dan pergi dari ruangan itu. Tetapi hal itu membuat Tetua Zhuge geram.


"Tunggu, keluarkan aku dari sini! Brengsek! Kau tidak menepati janjimu!" teriak Tetua Zhuge.


Dengan satu lirikan mata, Qinli menjawab pertanyaan dari Tetua Zhuge tersebut.


"Aku hanya berjanji akan membiarkanmu hidup, bukan membiarkanmu pergi."


"Qinli! Dasar baj*ng*n."


Tetua Zhuge benar-benar lupa, bahwa Qinli dapat dengan mudahnya membunuhnya. Tapi jika dibiarkan dalam ruang penjara itu, Tetua Zhuge bisa mati dengan perlahan.


Sementara itu Qinli tetap melangkah pergi.


"Kakek, kau harus menungguku!"


.


.


"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?"


...KRAK...


"Kak Qin, akhirnya kau keluar juga!"


Qinli menoleh.


"Ada apa?"


"Adikku ditangkap oleh anggota Keluarga Tersembunyi, mereka baru melepaskannya jika kau ke sana."


"Barusan mereka terus menelponmu, aku takut menganggumu jadi tidak berani masuk," ucap Nona Xu sambil menyerahkan ponsel milik Qinli.


"Aku lihat dulu, kau jangan panik," ucap Qinli ketika menerima ponsel miliknya.


Di layar ponselnya Qinli melihat ada panggilan dari Yinran. Waktu saat itu baru menunjukkan jam dua siang lebih lima belas menit.


Xu Yinran panggilan tidak terjawab tiga belas kali.


Lalu Qinli segera menggeser layar di ponselnya untuk memanggil Yinran.


Sebuah ponsel milik seorang wanita cantik berbaju prajurit seksi berwarna merah berbunyi. Saat itu ia sedang memainkan pisau belatinya sambil duduk cantik di sebuah kursi untuk mengawasi Tuan Muda Xu yang ia sekap. Saat melihat ponselnya berdering, ia pun mengangkat ponselnya.


"Yo, pria sibuk akhirnya punya waktu juga," ucap wanita itu.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Qinli dari seberang sana.

__ADS_1


Wanita itu mengelus wajah Tuan Muda Jiang sambil telepon dengan Qinli.


"Dengar-dengar kau telah menghancurkan Keluarga Zhuge, kau sangat hebat! Aku hanya ingin bertemu denganmu, tapi aku takut kau tidak mau menemuiku, jadi aku hanya menggunakan trik kecil ini."


Tuan Muda Xu membuang muka sambil mengumpat.


"Menjijikkan!"


PLAK


Satu tamparan diberikan wanita itu pada Tuan Muda Xu.


"Orang dewasa sedang berbicara, anak kecil jangan menyela. Akan sangat menyayangkan jika aku menyayat wajah tampanmu ini!" ucap wanita itu sambil mengarahkan pisau belati miliknya pada wajah Tuan Muda Xu.


"Katakanlah, apa yang harus aku lakukan agar kau melepaskan temanku?"


"Besok pagi, di Cafe Lushan, kalau kau datang, aku akan membebaskan temanmu!"


"Baik! Aku harap kau tidak mengingkari janjimu!"


.


.


🍃Keesokan harinya.


...⚜⚜⚜...


...Green Cafe Lushan....


Pagi itu, Qinli benar-benar datang bersama Nona Xu untuk bertemu wanita misterius itu.


"Eh! Tuan Qin benar-benar setia kawan, ya."


Wanita cantik berbaju seksi berwarna merah itu terlihat datang sendirian.


"Sudah boleh membebaskannya, 'kan?" ucap Qinli to the point.


Wanita itu mengeluarkan pisau belatinya.


"Untuk apa terburu-buru?"


Lalu ia pun menjentikkan jarinya lalu muncullah dua orang pengawalnya yang membawa Tuan Muda Xu. Melihat kedatangan adiknya, Nona Xu menyapanya.


"Dik! Kau baik-baik saja, 'kan?"


"Kakak! Kak Qin!"


"Aku sudah membebaskannya, mari masuk dan temani aku minum kopi," ajak wanita itu.


Qinli menoleh, "Aku akan berbicara dengannya, kalian pulang dulu."


Saat ini Tuan Muda Xu telah bersama kakaknya.


"Baik! Bos, kau harus hati-hati!" ucap mereka berdua.


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


Ada tokoh baru nih, selanjutnya dia bakal menyulitkan Qinli kayak gimana ya?


Yuk jadi tim interaksi untuk Novel Menantu Laki-laki Pertama ini yuk, mau? pc othor yuk.


__ADS_2