
"Tidak disangka efek pilmu sangat luar biasa, hampir saja aku ingin sampai mati semalam!"
"Jangan salahkan pilku, kau sendiri yang ingin memakannya semalam!"
"Aku belum sempat menghentikanmu."
"Eh, pelan sedikit, tubuhku masih sakit."
"Bagaimana dengan ini?"
"Ahhh, benar, di bagian itu, nyaman sekali."
PLAK ... PLAK ... PLAK ....
Qinli memijat punggung Jiangjun yang kesakitan karena kelelahan dalam berlatih semalam.
Ayah Jiangjun sudah tidak tahan lagi ketika mendengarkan percakapan dua lelaki di dalam tadi. Ia sempat mencakar daun pintu karena menahan rasa marahnya.
SRET ....
Karena sudah tidak tahan, ia pun membuka paksa pintu kamar itu.
BRAK!
"Menggelikan! Siang bolong begini, tidak disangka kalian melakukan hal-hal ..." ucap Ayah Jiangjun setelah membuka pintu.
Tetapi ternyata pikirannya salah, ketika ia berhasil membuka pintu, ternyata Jiangjun sedang di pijat oleh Qinli.
Jiangjun menoleh, "Ada apa ayah, Qinli sedang memijatku untuk melancarkan meridian."
Karena terlalu malu, ayahnya kembali menutup pintu, "Oh, oh, baiklah, silakan teruskan."
Setelah Ayah Jiangjun keluar, Qinli kembali memijat tubuh Jiangjun.
"Sudah hampir selesai, meskipun sulit menggunakan kekuatan eksternal untuk meredakan api, tapi tubuhmu ini disempurnakan secara menyeluruh."
"Apa ini artinya aku akan segera berhasil?" tanya Jiangjun dengan senang.
"Tidak semudah itu, pil Xishui hanya untuk mengubah tubuhmu, selanjutnya pelatiha adalah bagian terpentingnya."
"Kalau begitu, masih tunggu apa lagi, ayo kita latihan sekarang."
Tiba-tiba ponsel Qinli berbunyi, ia pun mengangkat teleponnya. "Hallo."
"Baik! Kalau begitu terima kasih banyak Tuan Muda Xu."
"Qin, apa Keluarga Xu mencarimu?" tanya Jiangjun penasaran.
Qinli menoleh, "Iya, Tuan Muda Xu bilang mereka ada perjamuan militer sore ini, dia mengundangku ke sana.
"Apa! Tuan Muda Xu mengundangmu untuk menghadiri perjamuan militer mereka?" tanya Jiangjun penasaran sekaligus kaget.
"Iya, benar. Kenapa?"
Jiangjun mulai menceritakan tentang maksud undangan mereka pada Qinli.
__ADS_1
"Apa kau tidak tahu, perjamuan militer adalah tantangan terbuka antara beberapa keluarga besar Shangjing."
"Tantangan terbuka?"
"Iya, Qin, apa kau tahu kenapa Zhouwei begitu takut pada Keluarga Xu?"
"Bukankah karena mereka Kaluarga Xu?"
"Bukan, Kaluarga Xu hanyalah sampulnya, yang dia takutkan sebenarnya adalah Xuqiang."
"Xuqiang bukan hanya menjadi komandan di usia muda, tapi juga prajurit pemenang juara pertama perjamuan militer ke empat."
"Jika kau menghadiri perjamuan militer, mungkin kau bisa punya koneksi dengan para prajurit keluarga ini."
"Ternyata begitu."
🍃Beberapa waktu kemudian.
...⚜⚜⚜...
...Kediaman Xu...
Ternyata benar, pertemuan itu hanyalah kedok untuk saling adu kekuatan. Saat ini Xuqiang sedang bertarung dengan salah seorang undangan di area pertandingan.
Sayangnya kondisi tubuhnya yang belum pulih seutuhnya tidak bisa membuatnya bertahan lebih lama dan ia pun tumbang. Terlihat Tuan Muda Xu dan kakak perempuannya sangat mengkhawatirkan kondisi kakaknya.
"Kakak besar!" teriak Tuan Muda Xu dan Nona Xu melihat Xuqiang terlempar keluar arena pertandingan.
BRUK!
"Kakak, kau ... tidak apa-apa, 'kan?" tanya Nona Xu.
"Sial, ternyata Xuqiang kalah, bagaimana bisa terjadi?"
"Baru beberapa ronde sudah kalah, kelihatannya Xuqiang hanya bisa sampai di sini, mereka semua prajurit level empat, kenapa perbedaannya begitu besar?"
"Kelihatannya posisi komandan Keluarga Xu tidak akan bertahan lama."
Saat Qinli datang, ia melihat Xuqiang dipapah oleh Tuan Muda Xu dan kakak perempuannya.
"Hm?"
"Kakak, kau tahan sebentar, dokter militer akan segera sampai."
Qinli mendekati mereka.
"Tuan Muda Xu, ada apa ini?" tanya Qinli khawatir.
"Kak Qin!" seru Tuan Muda Xu senang.
"Kakakku terluka di pertarungan tadi, Kak Qin, bisakah kau memeriksa kakakku."
"Tidak perlu, ini hanyalah luka kecil."
"Kakak, kejadiannya sudah seperti ini, biarkan Kak Qin memeriksamu, ilmu kedokterannya sangatlah hebat," ucap Tuan Muda Xu.
__ADS_1
"Benar, Kakak, bagaimanapun dokter Qin pernah menyelamatkan nyawa adik."
Akhirnya ia pun menyerah, Qinli mulai memeriksa keadaan Xuqiang dengan seksama.
"Luka lama Xuqiang adalah luka lama yang membandel, dia seharusnya memulihkan diri, tapi sekarang seluruh meridiannya terluka."
"Luka lama? Maksudmu, kakakku ikut pertarungan dalam keadaan terluka?" tanya Tuan Muda Xu khawatir.
"Adik, pelankan suaramu! Dan juga, masalah luka lama ini tidak boleh ada yang tahu."
"Tapi ...."
"Tidak! Ada tapi-tapian! Setiap hari kamu harus berusaha untuk menjadi lebih kuat!" gertak Xuqiang.
Akhirnya Qinli mempunyai ide.
"Aku membuat beberapa pil Xisui, ini bermanfaat untuk luka Kak Xuqiang, kau bisa mencobanya."
Qinli menyerahkan satu butir pil itu pada Kak Xuqiang.
"Pil Xisui? Ternyata dokter Qin punya pil seperti ini?" ucapnya terkejut.
"Apa itu pil Xisui?" tanya Tuan Muda Xu.
Lalu Kak Xuqiang mulai menjelaskan pil ini pada kedua adiknya.
"Dengar-dengar, pil Xisui bisa menjaga daya tahan tubuh dan dengan cepat memperbaiki meridian, ini adalah pil obat terbaik di dunia prajurit, aku kembali ke Shangjing untuk mencari obat ini, tapi sayangnya aku tidak menemukannya."
"Tidak disangka dokter Qin bisa membuat pil Xisui, benar-benar jenius," ucap Kak Xuqiang memuji.
"Terimakasih Kak Xu, tapi obat ini jangan langsung digunakan, nanti aku akan menuliskan resep untukmu."
"Baik-baik! Kalau begitu maaf merepotkanmu dokter Qin."
Tiba-tiba dari area pertarungan ada seseorang yang berteriak.
"Hei ... Keluarga Xu membuatku menunggu sampai kapan."
"Kalau ingin terus bertarung, keluarkan jagoan kalian, jika tidak mengaku kalah-lah, apakah Keluarga Xu bahkan tidak ada prajurit yang layak untuk bertarung?"
Kak Xu menoleh, "Sial! Qin Miusi ingin menindas orang begitu kejam!"
Lalu kakak perempuan Tuan Muda Xu maju ke area pertandingan.
"Aku akan bertarung denganmu!" ucapnya sambil melangkah maju ke area pertandingan.
"Sepertinya bukan ide bagus Nona Xu. Takutnya tubuh kecilmu itu tidak akan bisa tahan dengan pukulanku."
"Satu pukulan akan membuatmu kalah, dua pukulan akan membuatmu naik ke surga! Hahaha," ucapnya penuh kesombongan.
Tak mau diejek terlalu lama, Nona Xu mulai melancarkan serangannya. Baru satu kali tendangan ia lakukan, lelaki itu bisa menghentikan serangan darinya.
Swusshh ... plak
Tangan Xin Miusi mampu menghentikan tendangan Nona Xu dan menahan dengan satu tangannya.
__ADS_1
"Tidak heran Nona kedua Xu adalah gadis cantik di militer, sentuhan ini, ckck ..." ucap Xin Miusi dengan sorotan mata merendahkan.
...🌹Bersambung🌹...