MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 249


__ADS_3

Qinli berhasil melindungi Zitan dari serangan Ketua Keluarga Lei. Qinli benar-benar berhasil menghabisi Ketua Keluarga Lei dengan menggunakan pedang miliknya.


"Aku tidak tahu apa yang kau lakukan untuk bisa bertahan hidup, tapi sekarang kau sudah turun menjadi prajurit alam reinkarnasi."


"Ke-kenapa kau masih mempunyai kekuatan sehebat ini!" ucap Ketua Keluarga Lei di detik-detik kekalahannya.


Sekali lagi Qinli berhasil menghunuskan pedang tersebut tepat ke arah dada milik Ketua Keluarga Lei dan hal itu membuat ia memuntahkan cairan kental berwarna merah untuk terakhir kalinya.


"Bukan aku yang kuat, tapi kau yang lemah ...," ucap Qinli melihat dengan ekor matanya.


"Dan aku yakin engkau tidak akan bisa menggunakan kekuatan luar biasa seperti itu untuk kedua kalinya, 'kan?"


"Ha ha ha, sayangnya aku tidak akan bisa melihat adegan kalian berdua yang memanaskan itu, 'kan?" ucapnya sebelum tubuh benar-benar tumbang dan jatuh ke tanah.


Ketika Qinli sibuk untuk menghadapi Ketua Keluarga Lei ternyata Zitan sudah kesakitan karena efek dari radiasi tersebut yang mulai menguasai tubuhnya. Zitan merasakan tubuhnya panas sekali.


Seluruh pakaiannya bahkan sudah terlihat basah oleh keringat. "Pa ... panas sekali!"


"Kakak ipar, cepat bantu aku! A ... Aku menderita sekali!" ucapnya setengah menggeliat ke sana kemari.

__ADS_1


Qinli datang tepat waktu, ia segera memberikan pil penawar pada Zitan. "Cepat telan pil penawar, ini!"


Pil sudah ditelan, tetapi tidak ada efeknya sama sekali. Bahkan Zitan terlihat sangat bernafsu pada Qinli.


"Bagaimana? Sudah mendingan belum?"


Zitan yang terlihat dalam posisi merangkak terlihat memohon pada Qinli. "Ma ... masih panas!"


Zitan segera menjelaskan alasan kenapa pil penawar tersebut sama sekali tidak bereaksi terhadap tubuhnya.


"Orang itu barusan bilang sudah menanamkan efek obatnya ke dalam tubuhku."


Zitan yang sudah terpengaruh oleh obat tersebut segera bergelayut manja kepada Qinli, meminta untuk bisa melampiaskan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya akibat obat yang tertanam di tubuhnya.


"Ka ... Kakak ipar, aku tidak akan memberitahukan hal ini pada Kak Qingyin ...."


Tangannya berusaha untuk memainkan baju Qinli dengan lembut. "Anggap tidak terjadi apa-apa setelah kita melakukannya hari ini, oke?"


Muka Zitan sudah merah padam ia benar-benar tidak bisa mengendalikan efek obat yang sedang bereaksi tersebut. Sementara itu di dalam pemikiran Qinli, ia sedang memikirkan sebuah cara yang mungkin saja bisa berhasil dilakukan saat ini.

__ADS_1


'Keliahatannya hanya bisa mencoba cara itu!'


Rupanya Qinli menggunakan metode mediasi. Kedua tangannya akan bertemu dengan kedua tangan Zitan untuk menyerap semua efek pil itu dan memindahkannya ke dalam tubuh Qinli.


"Ka ... Kakak ipar ... Aku ingin ...."


Qinli tetap terlihat tenang. Bahkan ia terus membuat adik iparnya tersebut mengalihkan pemikirannya.


"Zitan! Jangan pikirkan hal apapun! Aku pasti akan menolongmu."


Kedua mata Qinli tetap tertutup sementara itu Zitan masih terasa kepanasan.


'Karena tidak bisa menghilangkan racunnya, maka aku akan mencoba memindahkannya ke dalam tubuhku,' ucap Qinli di dalam hati.


'Hisap semua!'


Setelah beberapa saat ternyata sesuai dengan pemikiran Qinli. Semua racun yang berada di dalam tubuh Zitan kini bisa dihisap semuanya oleh Qinli. Wajah Qinli terlihat memerah bahkan tubuhnya berkeringat sama sepertinya tadi.


Zitan panik dan berteriak, "Kakak ipar kau menghisap semua racunnya ke dalam tubuhmu?"

__ADS_1


__ADS_2