
Saat ke empat pengawal itu hendak menyerang Qinli dan istrinya, tiba-tiba datanglah Tetua Keempat.
"Berhenti!"
Hanya dengan kekuatan jarak jauh darinya keempat pengawal itu sudah terlempar dan terjatuh. Sesaat kemudian, Qinli dan Qingyin menoleh ke arah sumber suara.
Seorang wanita dengan baju khas prajurit level tinggi serta sebuah topeng yang mirip dengan punya Kakek Qin Badao di awal kemunculannya kini berada di ruangan itu.
"Dia adalah putra Qin Yalei, cucu kepala keluarga Qin Jiuxiao sebelumnya."
Wanita itu membuka topengnya, hingga terlihat wajah cantik wanita itu.
"Dia adalah anggota Keluarga Qin! Meski Qin Yalei dan istrinya masuk ke tempat relix kuno masih meninggalkan sedikit keraguan, tapi tidak boleh segampang itu menarik kesimpulan."
Ternyata wanita cantik bertopeng itu adalah Tetua Keempat Keluarga Qin.
Sontak saja Qin Xiaotian langsung berdiri dari kursi kebesarannya dan memberi hormat kepada Tetua Keempat.
"Tetua Keempat, akhirnya Tetua Keluar dari tempat meditasi," ucap Qin Xiaotian dengan hormat.
Lain halnya dengan sikap Qin Zhan yang sama sekali tidak memberikan rasa hormatnya pada Tetua Keempat.
"Qinli baru saja datang dan tidak pernah memberikan konstribusi untuk Keluarga Qin, dia adalah orang luar, kenapa Tetua Keempat begitu memihak orang ini?" tanya Qin Zhan penasaran dengan sikap Tetua Keempat.
Tiba-tiba sikap Qin Xiaotian berubah dan memarahi putranya.
"Tutup mulutmu! Jangan membantah kalau Tetua Keempat bilang Qinli adalah bagian dari Keluarga Qin."
Qin Zhan tampak membuang muka karena tidak suka dengan ucapan ayahnya barusan.
"Ck!"
Sesaat kemudian Tetua Keempat mengajak Qinli dan Qingyin keluar dari tempat itu.
"Karena kepala keluarga sudah mengakuinya, maka aku akan membawanya pergi.
__ADS_1
"Qinli, ikut denganku!" ajak Tetua Keempat.
Lalu setelahnya Qinli dan Qingyin segera mengikuti Tetua Keempat. Sesampainya di kediaman Tetua Keempat, Qinli dan Qingyin di jamu dengan teh.
Kali ini mereka duduk di ruang tamu dan saling berhadapan satu sama lain. Setelah dijamu dengan teh, Qinli mengucapkan rasa terima kasihnya.
"Terima kasih Tetua Keempat. Tetua tadi mengatakan ada keraguan orang tuaku pergi ke tempat relix kuno, sebenarnya ada apa?"
Tetua Keempat sebenarnya tidak nyaman untuk menceritakan aib Keluarga Qin, tetapi tidak ada jalan lain.
"Aku masih belum menemukan bukti konkret, tapi aku curiga Qin Xiaotian sengaja melukai orang tuamu demi mendapatkan posisi sebagai kepala keluarga, menyebabkan mereka di kejar pembunuh dan dikeluarkan
dari keluarga."
"Orang tuaku ada di mana? Aku harus bagaimana baru bisa bertemu mereka?"
"Ini adalah kelalaianku, aku membawa mereka kembali ke sini dan menyembunyikan mereka di peti mati beku, tapi malah ketauan oleh Qin Xiaotian. Sekarang, hanya kepala keluarga dan penerus keluarga Qin yang bisa bertemu dengan mereka."
Qingyin merasa hidup suaminya begitu tidak adil.
"Apa itu artinya Qinli tidak pernah bertemu dengan orang tuanya?"
"Qinli, bagaimana dengan level kultivasimu?"
"Anda bisa melihatnya sendiri."
Qinli mengulurkan tangannya ke arah Tetua Keempat, lalu beliau memeriksa sendiri level kekuatan tenaga dalam yang dimiliki Qinli sembari memejamkan kedua matanya. Qingyin yang khawatir pada hal tersebut segera bertanya pada Tetua Keempat.
"Bagaimana Tetua Keempat? Suamiku ...."
Tetua Keempat membuka mata sembari tersenyum ke arah Qinli, "Hm, sepertinya ada kesempatan menang."
.
.
__ADS_1
🍂Enam hari kemudian.
Saat ini semua orang termasuk Qinli dan Qin Xiaotian beserta putranya berada di arena pertandingan. Pembawa acara laki-laki itu ada di segera membacakan susunan acaranya.
"Kompetisi pemilihan penerus yang kalian nantikan akhirnya akan dimulai."
"Kepala Keluarga dan Tetua Keempat adalah juri di kompetisi pemilihan kali ini."
"Para kandidat sudah dalam posisi."
Qin Zhan yang sama sekali tidak pernah menyukai keputusan Tetua Keempat terus saja menjelekkan namanya.
"Semakin tua, Tetua Keempat semakin bodoh. Bisa-bisanya mereka merekomendasikanmu untuk mengikuti kompetisi pemilihan penerus. Tidak ada yang peduli jika kau mati di atas arena," ucap Qin Zhan dengan sinis melirik keberadaan Qinli.
Saat ini Qinli dan Qin Zhan duduk bersebelahan duduk di bangku khusus para peserta yang ikut dalam pertunjukan pemilihan Kepala Keluarga Qin yang baru.
Qinli menoleh ke arah Qin Zhan.
"Kau adalah kandidat hebat yang paling mungkin menang, 'kan?"
"Iya, kenapa? Takut?"
Beberapa saat kemudian, Qinli berdiri dan salah satu tangannya menunjuk ke arah Qin Zhan.
"Aku ingin menantang Qin Zhan, kandidat yang dianggap hebat oleh semua orang."
"Baru pertama kali ada orang yang cari mati!"
Qin Xiaotian menoleh ke arah Tetua Keempat dan menanyakan tentang hal ini padanya.
"Tetua Keempat, bagaimana menurut Anda?"
"Setuju!"
"Aku ingin lihat bagaimana Qin Zhan kalah dalam pertandingan ini."
__ADS_1
Kini giliran Qin Xiaotian yang berdiri dan mengatakan bahwa, "Baik, biarkan mereka bertanding."
"Zhan kau harus mengambil kesempatan ini untuk membunuhnya."