
Akhirnya Qinli berhasil menyembuhkan kakek tersebut. Bahkan ia membantunya untuk duduk.
"Meskipun aku ingin membiarkan Limin dan keluarganya kembali, tapi ...."
"Kau juga lihat sendiri, takutnya kondisi tubuhku ...."
Qinli memperhatikan dengan seksama tubuh kakek itu.
"Kelihatannya energi jahat sebelumnya menyebabkan kelumpuhan saraf kaki, aku akan coba dengan Fuxi sembilan jarum tingkat tiga," ucapnya dalam hati.
"Jika hanya ingin memulihkan kembali otot dan saraf kaki, aku rasa seharusnya tidak ada masalah."
"Maksudmu aku bisa berdiri lagi?"
"Bukan itu?" Qinli membuang muka.
Lalu kakek kembali murung. "Sudah kuduga, sepertinya aku berpikir terlalu banyak, para dokter yang terkenal yang dicari oleh agen terpercayaku juga tidak bisa berbuat apa-apa."
"Maksudku, Anda bisa bergerak lagi seperti orang normal," ucap Qinli kemudian.
"Ha."
Sang kakek merasa sangat mustahil jika hal ity terjadi. Lalu Qinli mengajak kakek itu untuk taruhan.
"Tuan, bagaimana kalau kita taruhan?"
"Jika aku bisa mengobati Anda, Anda harus membiarkan Keluarga Jiang kembali. Jika aku tidak bisa, maka aku akan bersedia dihukum."
"Haha bocah, kau menarik juga, kalau begitu, kita taruhan."
"Tapi, jika ingin Keluarga Limin benar-benar kembali, kau masih perlu melakukan sesuatu ...."
Lalu beberapa saat kemudian, diadakan sebuah pertemuan besar, yaitu rapat besar Keluarga Jiang.
Kini sang kakek yang sudah diobati Qinli memimpin jalannya rapat tersebut. Ternyata dia adalah Jiang Chengze, yang menjabat sebagai Kepala Keluarga Jiang.
"Kenapa pria tua tidak berguna ini tiba-tiba bangun, dan memanggil Jiang Limin ke sini?" gumam salah seorang anggota keluarga Jiang.
"Hari ini, aku memanggil kalian semua datang untuk mengumumkan sesuatu," ucap sang kakek membuka rapat.
"Aku memutuskan untuk membiarkan Keluarga Jiang Limin kembali ke rumah ini."
Tiba-tiba anak salah seorang anggota Keluarga Jiang (Ziyang) tidak terima dan menggebrak meja. "Kakek, apa kakek lupa kejadian waktu itu? kakek punya penyakit pikun, ya!"
__ADS_1
Lalu ayah Ziyang menegur putranya itu. "Ziyang, kenapa kau berbicara tidak sopan dengan kakekmu!"
"Bagaimana mungkin kakekmu membiarkan orang yang pernah melakukan kesalahan langsung kembali ke sini."
"Benar, tidak ada hal seperti itu di Keluarga Jiang kami."
"Limin, coba kau jelaskan masalah waktu itu."
"Baik, paman."
"Mengenai situasi kecelakaan mobil waktu itu, silakan kalian semua lihat data-data yang diberikan Jun."
Lalu Jiangjun mulai membagikan lembaran-lembaran kertas pada seluruh anggota rapat. Setelah mereka mendapat kertas itu, mereka segera berdiskusi.
"Ayah! meskipun aku ingin membiarkan Keluarga Limin kembali lagi, tapi tampaknya para tetua masih meragukan dokumen ini, menurut ayah ...."
"Maaf, aku masih punya dokumen yang lupa aku berikan."
"Ini adalah dokumen terpisah dari Tuan Muda Jiang untuk Tuan Rumah."
Qinli kemudian mengeluarkan beberapa lembar dokumen dan menyerahkan pada kakek dan Ayah Ziyang.
"Kau siapa, brengsek!" gertak Ziyang.
"Tapi, rapat besar Kaluarga Jiang kami, tidak mengizinkan orang luar untuk berpartisipasi. Pengawal ...."
"Berhenti!" teriak kakek dari arah belakang.
"Aku yang menyuruhnya untuk kesini," ucap kakek sambil berdiri.
Lalu semua orang terkejut karena hal itu.
"Ayah, bukankah kaki ayah ...."
"Kenapa? Apakah menurutmu aku harus terus duduk di kursi roda?"
"Bukan begitu, Ayah! Aku juga ikut senang kalau ayah sudah sembuh."
Ayah Ziyang tampak terkejut dengan kesembuhan kakek.
"Jangan berpikir aku tidak tahu apa yang sudah pernah kau lakukan, lebih baik kau lihat baik?baik dokumen yang diberikan dokter hebat Qin," bisik kakek pada Ayah Ziyang.
Lalu ia mulai membaca dokumen-dokumen itu.
__ADS_1
"Pria tua tidak berguna ini, ternyata ini dia berpura-pura pikun," batinnya geram sambil meremas dokumen itu.
"Apa pendapat kalian setelah melihat dokumen Limin?" tanya kakek pada semua hadirin rapat.
"Dasar pria tua sialan, jangan kira aku tidak tahu apa yang kau pikirkan," batin Ayah Ziyang.
Lalu ia pun berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
"Ayah, menurutku bagus kalau Keluarga Limin kembali lagi! tapi tidak bisa kembali ke sini begitu saja."
"Kecuali ada seseorang prajurit di keluarga mereka."
"Apa! prajurit? bagaimana bisa menjadi prajurit tanpa latihan belasan tahun."
"Tapi, seandainya kalau Kelurga Qin punya seorang prajurit, itu akan memungkinkan kita menjadi keluarga kelas teratas," ucap yang lainnya.
"Ayah, meskipun Keluarga Limin dijebak waktu itu, tapi dia tetap punya tanggung jawab."
"Benar, jika kembali sebagai prajurit, maka mereka tidak perlu takut dengan apa yang dikatakan orang lain."
Lalu kakek mulai meningkatkan setiap komentar para peserta rapat.
"Hm, ini."
Dikatakan bahwa jika orang biasa ingin mencapai level awal memecahkan batu kosong perlu melihat bakat dan butuh belasan tahun pelatihan.
Kakek menoleh, "Limin, jun sekarang sudah berlatih sampai level berapa?"
"Paman, meskipun Jin muda dan kuat, tapi jika menjadi prajurit, setidaknya perlu belasan tahun baru bisa ...."
Lalu Jiangjun memegang bahu ayahnya.
"Ayah, karena mereka sengaja membuat kesulitan bagi kita, untuk apa kita berada di sini lagi?" tanya Jiangjun.
Ayah Ziyang bertepuk tangan melihat hal itu.
"Jun sendiri yang ingin menyerah, jadi jangan salahkan kami karena tidak membiarkan kalian kembali."
Sedangkan Ayah Jiangjun mendengus kesal, "Aish, keliatannya tidak ada harapan lagi untuk kembali ke Shangjing selamanya.
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...