
Karena kejadian barusan terjadi kasak kusuk diantara para pengusaha yang hadir siang itu.
"Apa ... yang terjadi barusan?"
"Orang itu adalah prajurit, 'kan?"
"Sepertinya orang itu di pukul hingga tersungkur di tanah ...." ucap yang lainnya.
Sementara itu orang yang baru saja di serang Qinli masih tersungkur di tanah. Sedangkan Jin Kesi panik karena orang suruhannya tersungkur.
"Bukankah dia mengakui bahwa dia adalah prajurit level tujuh? Kenapa begitu mudahnya di pukul oleh orang asing hingga tersungkur!" ucapnya panik.
Lelaki itu mengusap wajahnya dan membersihkan debu dari wajahnya.
"Aku terlalu menganggap enteng! Tidak disangka Keluarga Jiang mempunyai jagoan sepertimu!" ucapnya sambil menyeringai.
"Katakanlah, siapa yang menyuruhmu datang ke sini!" tanya Qinli sambil bersedekap dada.
Bukannya menjawab, lelaki itu malah menghardik Qinli.
"Jangan harap kau bisa mendapatkan informasi dariku! Aku tidak akan mengatakan apa pun!"
"Aku, Wei Dazun, pasti akan membalaskan dendam hari ini! Kau telah menyinggung Keluarga Wei, tunggu saja kematianmu!" ucapnya sebelum menghilang.
Lelaki tadi tiba-tiba menghilang dari hadapan Qinli. Sementara Qinli hanya terbengong karena hal barusan.
"Ternyata pembunuh yang diutus oleh Keluarga Wei, bukankah ini namanya menambah musuh!" ucap Qinli dengan santainya.
Di saat orang-orang masih sibuk kasak kusuk, Jin Kesi melarikan diri.
"Sebenarnya hari ini adalah kesempatan paling bagus untuk mendapatkan Grup Jiang. Tapi akhirnya malah ... Situasi tidak baik, aku harus segera pergi dari sini!"
Di saat Jiangjun ingin mengejar Jin Kesi, pintunya keburu tertutup.
"Wei Dazun pasti utusan Jin Kesi!" ucap Jiangjun.
Setelah itu, Jiangjun, Qinli, Qingyin dan Tuan Muda Xu berkumpul di sebuah ruangan untuk membicarakan sesuatu hal penting di sana. Jiangjun mulai menjelaskan siapa Jin Kesi dan Keluarga Wei.
"Keluarga Wei punya saham di Grup Jiang, Jin Kesi sebagai anggota pendiri dan juga adalah perwakilan dari Keluarga Wei," terang Jiangjun.
"Kelihatannya Keluarga Wei tidak ingin aku berhasil, jadi mereka berencana menyingkirkanku dan ingin memiliki Grup Jiang sepenuhnya!"
"Keluarga Jiang dulunya bak pasir yang berantakan, tapi sekarang kau telah memulihkan kekuatan keluarga besar melalui integrasimu."
"Keluarga Wei berani menyerangmu, apakah kekuatan mereka sangat kuat?"
"Selain beberapa keluarga tertutup, yang jarang berpartisipasi dalam urusan dunia. Ada empat keluarga besar saat ini berada paling atas, diantaranya adalah Keluarga Wei," terang Jiangjun.
Tak lama kemudian Tuan Muda Xu juga ikut berbicara. Apalagi ia juga mengetahui tentang Keluarga Wei.
"Sebenarnya yang paling mengerikan adalah Kepala Keluarga Wei, dia adalah seorang prajurit level Master."
"Dia sangat ambisius, dia ingin mengontrol seluruh keluarga besar termasuk Keluarga Xu dan Keluarga Jiang," ucap Tuan Muda Xu.
__ADS_1
"Kepala Keluarga? Master? Beberapa keluarga ini pasti ada hubungannya dengan militer, mungkin ayah dan ibu ...."
"Aku harus cari tahu!" batin Qinli.
"Keluarga Wei akan menyerang kita kapan saja, kita harus secepat mungkin meningkatkan kekuatan."
Qinli lalu merogoh sakunya, ia kemudian mengeluarkan sebuah botol dari dalam sana.
"Ini adalah pil yang aku buat baru-baru ini, kalian cobalah!" ucap Qinli sambil mengarahkan botol itu pada mereka.
"Jauh lebih mudah membuatnya dengan formula pil peninggalan ayah dan ibu," batin Qinli.
Masing-masing dari mereka diberikan dua buah botol.
"Ini ... Pil Ningshen dan Pil Zhuji?" ucap Jiangjun kaget.
"Kak Qin, tidak disangka kau memberikan pil yang begitu langka ini pada kami!" ucap Tuan Muda Xu tidak percaya.
"Kak Qin! Kau pernah menyelamatkan nyawaku sekali dan sekarang kau ingin membantuku meningkatkan kultivasiku! Aku pasti tidak akan mengecewakanmu, aku akan berusaha menjadi orang kepercayaanmu! Nyawaku kelak adalah milik Kak Qin!" ucap Tuan Muda Xu sembari memberi hormat pada Qinli.
"Aku juga!" ucap Jiangjun menirukan ucapan Tuan Muda Xu.
"Biarlah jika Keluarga Wei tidak datang mencari masalah dengan kita, tapi jika mereka berani datang, maka jangan salahkan kita karena tidak sungkan!" ucap Qinli penuh percaya diri.
...๐๐๐...
Malam harinya di Kediaman Milik Qinli.
Qingyin sedang kelelahan karena baru saja berlatih dengan Qinli. Kini ia pun terbaring lemas di atas kasur miliknya.
"Lelah sekali! Apakah latihan dobel ini benar-benar ada gunanya?" tanya Qingyin kelelahan.
Sementara itu Qinli baru saja mandi dan mengeringkan rambutnya tersenyum ke arah Qingyin.
"Karena ada sesuatu di dalam tubuhmu itu, jadi hanya bisa mencoba cara ini, dengan memindahkan kekuatan spiritualku padamu."
"Kau jangan membohongiku! Apa "Latihan double -mu" itu benar-benar demi kultivasi?" tanya Qingyin sambil menyenderkan tubuhnya di head board ranjang miliknya.
Belum sempat Qinli menjawab pertanyaan dari Qingyin, ponselnya berbunyi.
"Ponselmu bunyi!"
Qingyin yang belum menggunakan baju dan hanya menutupi tubuhnya dengan selimut itu menyerahkan ponsel pada Qinli.
"Hm, Kenapa Nona kedua Keluarga Xu bisa menelponmu malam-malam begini?" tanya Qingyin sedikit curiga.
"Ma-mana ku tahu?" ucap Qinli sambil mengusap tengkuknya.
"Aku akan aktifkan handsfree agar kau bisa dengar!"
Sesaat setelah Qinli menyalakan handsfreenya terdengar satu teriakan dari sana.
"Gawat!"
__ADS_1
"Terjadi sesuatu pada adikku!"
"Apa katamu?" ucap Qinli panik.
"Apakah Keluarga Wei sudah mulai menyerangnya?"
...โโโ...
...Outpatient Unit Rawat Jalan...
Beberapa waktu kemudian, Qinli sudah sampai di Rumah Sakit tempat Tuan Muda Xu dirawat.
Kini Tuan Muda Xu sudah berbaring di atas brankar dengan memakai alat bantu pernafasan. Lalu Qinli mulai memeriksa denyut nadinya.
"Aku periksa dulu, kau jangan panik!"
"Kenapa bisa begini? Padahal tadi siang dia masih terlihat semangat di Markas Militer!" ucap Nona Xu.
"Kak Qin benar-benar sangat baik padaku, kelak aku akan bisa menjadi seorang prajurit dan bisa ikut serta dalam pertarungan bersama kalian," ucap Tuan Muda Xu dengan bahagia.
Lalu kakak pertama dari Keluarga Xu ikut berbicara.
"Adik kedua, jangan terlalu diributkan, aku rasa tidak terjadi masalah pada adik ketiga."
Sementara itu Qinli mulai mengatakan prediksinya.
"Dia terkena racun ganas dan nadi spiritualnya
terluka, menggunakan akupuntur pun tidak akan bisa menyelamatkannya."
"Jika tidak bisa menyembuhkannya dalam beberapa hari ini, maka nyawanya akan terancam!"
"Racun ganas! Tidak mungkin, ini mustahil! Kenapa bisa begitu parah?" ucap kakak pertama dengan begitu panik.
Ia bahkan bangkit dari kursinya setelah mendengar ucapan dari Qinli.
"Diagnosis Tuan Qin tidak akan salah, kakak, kau tenanglah sedikit," ucap Nona Xu mencoba menenangkan kakaknya.
"Tidak mungkin! Tidak mungkin!" ucap kakak pertama.
"Namun, bukan tidak bisa disembuhkan juga, hanya saja kita perlu satu bahan obat
yaitu jantung hewan spiritual!" ucap Qinli.
"Hewan spritual? Apa itu?" tanya Nona Xu kebingungan.
"Aku juga hanya mendengarnya dari kakekku."
"Katanya, hewan yang bertahan hidup selama ribuan tahun memiliki spiritualitas yang sangat kuat, dan menurut farmakologi mengisi spiritual dengan spiritual, luka nadi spiritual hanya bisa disembuhkan dengan hewan spritual."
.
.
__ADS_1
...๐นBersambung๐น...