
Di dalam hotel.
Wei Nuannuan sedang merawat Jiangjun yang sedang berbaring lemah di atas brankar.
"Sakit tidak? Bagaimana kalau aku meniup lukamu?" ucap Wei Nuannuan saat mengobati luka Jiangjun.
"Ah ... se ... sepertinya itu tidak baik."
Tapi Wei Nuannuan tetap meniup luka Jiangjun dengan lembut. Jiangjun sangat terharu karena perhatian dari Wei Nuannuan, ia pun sempat menangis bahagia.
"Di saat aku terluka waktu kecil, kakakku meniup lukaku seperti ini, apakah kau merasa lebih baik."
Wei Nuannuan yang melihat Jiangjun menangis merasa salah tingkah lalu bertanya padanya.
"Eh? Sakit sekali, ya?" tanya Wei Nuannuan.
"Tidak, tidak! Sama sekali tidak sakit! Aku merasa sangat nyaman!"
"Walau aku mati sekarang, juga sepadan," batin Jiangjun bahagia.
Tiba-tiba pintu kamar mereka diketuk dari luar.
...TOK ... TOK ... TOK .......
Jiangjun mencoba bangkit.
"Bukankah Kak Qin pergi ke kompetisi bela diri? Siapa yang datang di saat-saat seperti ini?" tanya Jiangjun.
"Mungkin Gaolei."
Lalu Wei Nuannuan bangkit dan membuka pintu.
"Aku pergi buka pintu."
...KRIET ......
Tiba-tiba dari luar pintu ada tangan yang mencengkeram leher Wei Nuannuan. Ia pun tersentak kaget, karena yang mengetuk pintu tadi adalah Tuan Yu.
"Argh ..." teriak Wei Nuannuan.
"Nuannuan!" teriak Jiangjun cemas.
Wei Nuannuan berhasil dipanggul oleh Tuan Yu dan hendak dibawa pergi. Tapi sebelum itu ia menyeringai dan mengancam Jiangjun.
"Jika ingin menyelamatkan wanita ini, suruh Qinli datang ke Sekte Sanhetang!"
Sementara itu saat ini Qinli sedang berada di arena kompetisi. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat apakah ada orang di sana, tapi ternyata sepi, sama sekali tidak ada orang.
"Tidak ada satu pun orang di sini? Ada apa?" ucap Qinli terlihat bingung.
Tiba-tiba ponsel Qinli berdering, ia pun segera mengangkat ponselnya.
"Hallo!"
"Bos, Nuannuan ditangkap oleh anggota Sekte Sanhetang! Mereka memancingmu pergi ke area kompetisi agar bisa menangkap Nuannuan, maaf, aku tidak berguna ...." ucap Jiangjun.
"Sekte Sanhetang!"
Qinli terlihat sangat marah saat itu, hingga ia pun bergegas pergi ke kediaman Sekte Sanhetang.
...⚜⚜⚜...
...Kediaman Sekte Sanhetang...
__ADS_1
Di sana, Wei Nuannuan terlihat sedang terikat diatas kursi. Sementara itu Tuan Yu terlihat mengamati keadaan. Di sampingnya ada Ketua Sekte Sanhetang yang duduk dengan angkuh di sana.
Di depan mereka, banyak prajurit dari Sekte Sanhetang sedang menyiapkan diri menunggu kedatangan Qinli. Ada yang sedang mengasah pisau belatinya ada pula yang hanya diam menunggu.
"Formasi pembunuhan massal sudah dipasang, begitu Qinli melangkah masuk, pasti dia akan mati." Batin Ketua Sekte Sanhetang.
"Strategi ayah angkat sangat bagus. Menangkap gadis ini sama dengan telah mengendalikan Qinli," ucap Tuan Yu bangga pada ayah angkatnya.
"Tetap yang tua lebih bijaksana. Jika tidak ada formasi ini, bagaimana mungkin Sekte Sanhentang bisa berdiri kokoh di Pulau Selatan selama bertahun-tahun."
Wei Nuannuan tiba-tiba memaki mereka karena kesal telah dimanfaatkan untuk memancing Qinli.
"Brengsek! Kalian semua brengsek! Kuberi tahu kalian, Keluarga Wei dan Kak Qin adalah musuh, dia tidak akan datang, jangan harap kalian bisa melukainya," gertak Wei Nuannuan.
Tetapi Tuan Yu sepertinya masih belum jengkel pada Wei Nuannuan karena kejadian kemarin. Ia pun menjambak rambut Wei Nuannuan.
"Aku lihat kalian sangat akrab seperti seorang kekasih, tidak seperti punya dendam."
"Lagi-lagi, aku menambah masalah untuk Kak Qin apakah seharusnya aku tidak datang mencarinya ..." batin Wei Nuannuan menyesal.
"Dasar wanita ******, kau mengandalkan wajahmu ini untuk menggoda laki-laki, 'kan? Kalau wajahmu rusak, kau tidak akan bisa genit lagi!"
Tuan Yu pun menggores pipi sebelah kanan milik Wei Nuannuan dengan sebuah belati kecil, hingga membuat Wei Nuannuan berteriak kesakitan.
"Argghhh!"
Belum puas menyiksa Wei Nuannuan, Tuan Yu malah merobek baju Wei Nuannuan dengan pisau belatinya.
"Coba aku lihat, punyamu warna apa," ucap Tuan Yu sambil mengarahkan pisau itu pada dada Wei Nuannuan.
Tentu saja Wei Nuannuan semakin berteriak.
"Aahh ..."
Penutup dada Wei Nuannuan terlihat akibat bajunya sudah robek. Tuan Yu mengintipnya lalu mulai mencemoohnya kembali.
"Ckckck, kelinci kecil ini putih sekali! Namun, jika sampai kotor, apakah Qinli masih menginginkanmu?"
Setelah puas mencemooh Wei Nuannuan, Tuan Yu menendang kursi yang diduduki oleh Wei Nuannuan hingga ia jatuh menelungkup ke lantai.
"Teman-teman, wanita ini aku persembahkan pada kalian!" teriaknya.
...BUGH!...
Wei Nuannuan kini berada diantara prajurit Sekte Sanhetang. Ia merasa di tengah-tengah para kawanan penjahat saat ini, entah akan seperti apa setelah ini, apalagi sorot mata mereka sangat menakutkan.
"Jangan, jangan ... tolong aku, Kak Qin, tolong aku!!!" teriak Wei Nuannuan di tengah keputusasaannya.
...BANG!...
Qinli mendobrak pintu itu, ia datang bersama Jiangjun saat ini.
"Sepertinya kalian sudah bosan hidup!" teriak Qinli.
"Nuannuan!" teriak Jiangjun dari belakang Qinli.
Wei Nuannuan menoleh, "Kak Qin, Kak Jiang ...."
Sebelum melangkah, Qinli menggunakan penglihatannya untuk melihat keadaan sekitar.
"Ada yang aneh di sini."
Ternyata di dalam penglihatannya terlihat dengan jelas jika di depannya saat ini, ada sebuah formasi iblis yang sangat mematikan. Salah dalam melangkah bisa berakibat fatal, kematian.
__ADS_1
"Aku akan masuk dan lihat!" ucap Qinli sambil mencegah Jiangjun agar ia tak melangkah dengan gegabah.
TAP ... Qinli mulai melangkah dan satu-satu formasi itu menyala.
Setelah Qinli berada di tengah-tengah formasi, Ketua Sekte Sanhetang mulai mengunakan ilmu tenaga dalamnya untuk menyerang Qinli.
...SWOOSH ... SWOOSH ... SWOOSH .......
"Qinli, matilah!" serunya sambil tersenyum.
"Hanya sebuah formasi iblis biasa, aku kira apa," ucap Qinli dengan tenang.
Qinli akhirnya mulai mengayunkan Pedang Zhanlu miliknya untuk menghalau serangan dari Ketua Sekte Sanhetang itu.
...SWOOSH ...
"Berani menyentuh wanitaku, akan mati!" teriak Qinli.
...BOOM...
Dalam sekali serang, Ketua Sekte Sanhetang itu dapat dikalahkan oleh Qinli. Bahkan formasi iblisnya sudah dipatahkan olehnya. Kini Ketua Sekte Sekte Sanhetang sudah terhempas ke lantai akibat tak mampu menahan serangan dari Qinli. Tubuh dan wajahnya sudah babak belur sekarang.
"Ter ... ternyata kau ...." ucap Ketua Sekte Sanhetang dengan terbata.
Saat ini, Tuan Yu yang terluka akibat serangan dari Qinli barusan sudah berlutut di kaki Qinli dan mengakui segala kesalahannya.
"Kak Qinli! Aku salah, aku salah!"
"Keluarga Zhuge ... yang memaksaku untuk membalaskan dendam Wu Tianshi ... aku tidak bermaksud ...." ucap Tuan Yu.
Qinli terlihat sangat marah saat itu, ia bahkan menggertak Tuan Yu.
"Keluarga Zhuge berani melukai istriku, aku pasti akan membuat mereka membayar berkali-kali lipat. Namun, kau tidak bisa aku ampuni!" ucap Qinli sambil menghunuskan Pedang Zhanlu ke arah Tuan Yu.
"Puft ...."
Tuan Yu pun mati di tempat. Sementara itu, Jiangjun memakaikan jasnya pada tubuh Wei Nuannuan yang masih tergugu itu.
"Terima kasih, kalian menyelamatkanku lagi," ucap Wei Nuannuan sambil menangis.
Melihat Wei Nuannuan menangis, Jiangjun menghiburnya.
"Nuannuan, Kak Qin adalah dokter terbaik di Yanxia. Dia pasti bisa menyembuhkan wajahmu," ucap Jiangjun.
Di saat itu pula, prajurit Sekte Sanhetang yang masih tersisa segera meminta ampun pada Qinli. Meski wajah dan tubuh mereka luka, mereka semua berkumpul dan berlutut di hadapan Qinli.
"Kakak, kami hanya melakukan yang diperintahkan, tidak ada maksud menyinggung Anda. Mulai sekarang Sekte Sanhetang bersedia menjadi bagian dari Geng Serigala Langit, mohon ampuni kami semua!" ucap mereka sambil memohon pada Qinli.
Qinli tersenyum lalu menyuruh mereka untuk pergi.
"Kalian pergi dan cari Gaolei dan lapor padanya!" ucap Qinli.
Lalu para prajurit itu mulai pergi mengikuti perintah Qinli, tapi sebelumya mereka berterima kasih padanya.
"Baik, terima kasih karena tidak membunuh kami!" ucap mereka.
Tapi setelah itu Qinli muntah darah.
.
.
...🌹Bersambung🌹...
__ADS_1