
"Kau ..." ucap Qinli terkejut.
"Qin, dia adalah Ketua Wang dari wilayah militer Yanxia."
Kak Xuqiang memperkenankan Ketua Wang pada Qinli. Ketua Wang hanya tersenyum pada Qinli.
"Hallo Ketua Wang! Terimakasih atas niat baikmu, tapi aku hanya ingin menjadi dokter biasa."
Ketua Wang terkejut akan ucapan Qinli barusan, lalu ia tetap berusaha membujuk Qinli agar ia mempertimbangkan penawarannya barusan.
"Anak muda, tidak semua orang punya kesempatan ini, kau harus mempertimbangkannya dengan baik," ucap Ketua Wang sambil membetulkan kacamatanya.
Setelah itu ia mulai berbisik pada Qinli.
"Terlebih lagi, kau menggunakan identitas orang luar membantu Keluarga Xu mengalahkan Xin Miusi di depan umum."
"Ketika Keluarga Xin tahu, aku khawatir akan sulit diatasi."
"Lalu apa maksudmu?" tanya Qinli kembali.
"Sebenarnya, perjamuan militer setiap tahun adalah kesempatan bagi tentara Yanxia untuk memilih orang berbakat. Karena kau bisa mengalahkan Xin Miusi, maka kau berhak bergabung ke dalam militer, dengan posisi sebagai komandan."
"Kelak kau akan masuk di bawah nama Xuqiang, dengan seperti itu, kau akan dianggap anggota Keluarga Xu."
"Tetapi aku hanyalah orang biasa dan sudah terbiasa dengan kebebasan, takutnya aku tidak bisa memikul tanggung jawab yang berat."
"Hal ini sudah aku pikirkan dengan baik, akan repot bagimu untuk tinggal di Jiangcheng sekarang, aku juga tidak berencana memberikanmu pekerjaan."
"Kelihatannya orang ini sudah mengatur semuanya dengan baik," gumam Qinli.
"Kenapa? Apa mungkin kau tidak bersedia mengabdi kepada Yanxia? Atau merasa posisi ini terlalu rendah?" tanya Ketua Wang.
"Mengabdi pada negara?" batin Qinli.
Bahkan bermimpi pun tidak pernah, ia merasa kini sedang tertimpa sebuah tanggung jawab yang besar di sini. Tetapi karena sungkan ia pun menerima hal itu.
"Tidak, tidak! Ketua Wang telah mempertimbangkannya dengan menyeluruh, bagaimana mungkin aku tidak menerimanya."
Lalu Ketua Wang memberi kode pada salah satu asistennya untuk membawakan lencana untuk Qinli. Seorang wanita cantik datang membawakan lencana itu pada Qinli.
"Selamat pada Komandan Qin," ucapnya sambil menyerahkan kotak berisi lencana itu pada Qinli.
Lalu setelah Qinli menerimanya, Ketua Wang permisi.
"Baiklah, misi kami juga sudah selesai, aku percaya kita akan segera bertemu lagi," pamit Ketua Wang.
"Bertemu lagi? Apa maksudnya?"
Setelah Ketua Wang pergi, Tuan Muda Xu menghampiri Qinli.
"Kak Qin, kau sangat hebat, Xin Miusi sudah sangat lama menginginkan lencana ini, tetapi tidak pernah mendapatkannya."
"Bolehkah aku lihat?" tanya Tuan Muda Xu dengan sangat antusias.
__ADS_1
"Sepertinya pria tua yang mengajariku berlatih ilmu tenaga dalam waktu itu, adalah prajurit yang mereka bilang."
Qinli pun segera menyerahkan lencana itu pada Tuan Muda Xu, "Ini."
"Tetapi apa maksud takdir yang dia katakan waktu itu?"
"Lalu apa arti dari perkataan Tuan Muda Xu yang bilang aku sangat mirip dengan Guru Qin?" batin Qinli.
"Kak Qin, kelak kita adalah satu keluarga, apa lebih baik kau tinggal di Shangjing saja."
Tuan Muda Xu mengulang panggilannya karena melihat Qinli melamun, "Kak Qin?"
"Kak Qin, apa yang kau pikirkan?" tanya Tuan Muda Xu khawatir.
Ia pun melambai-lambaikan tangannya ke arah Qinli.
Qinli menoleh, "Ah, tidak ada."
"Oh, iya Tuan Xu, sebelumnya kau pernah bilang aku sangat mirip dengan Guru Qin, tidak mungkin orang yang berasal dari Keluarga Qin ini, 'kan?"
Tuan Muda Xu meletakkan kembali lencana itu pada kotaknya lalu mulai menceritakan pada Qinli sesuatu.
"Sepertinya bukan, sebenarnya aku hanya pernah bertemu dengannya sekali."
"Waktu itu, keluargaku menggunakan koneksi untuk mencarinya dan meminta bantuannya untuk mengobati penyakit kakakku yang sudah meninggal."
Qinli merasa tak enak hati pada Tuan Muda Xu.
"Maaf."
"Lalu apakah kau masih tahu informasi mengenai dirinya?" tanya Qinli kemudian.
Tuan Muda Xu mulai mengingat sesuatu.
"Dilihat dari penampilannya sepertinya bukan orang biasa, melainkan seorang prajurit."
"Tetapi setelah itu, sudah tidak pernah mendengar kabar apa pun mengenai dirinya."
Lalu Kak Xuqiang mendekati Qinli, "Jika Qin ingin mencari tahu informasi mengenai Guru Qin ini, lencana ini mungkin akan berguna."
"Apa maksud dari Kakak Xu?"
"Lencana yang ada di tanganmu dibagi menjadi empat tingkatan yaitu besi, tembaga, perak dan emas."
"Pemilik lencana tingkat perak atau lebih bisa dengan bebas keluar masuk tempat-tempat tertentu di dunia prajurit."
"Dunia prajurit? Tempat-tempat tertentu?"
Lalu kak Xuqiang mulai menjelaskan secara rinci tentang hal itu.
"Iya, contohnya bar prajurit yang ada di Jalan Taiping, Shangjing."
"Harus memenuhi syarat sebagai prajurit dan status baru boleh keluar masuk bar."
__ADS_1
"Dengar-dengar, terkadang akan ada beberapa prajurit level tinggi yang belajar satu sama lain dengan bertukar pikiran di sana."
"Tetapi aku juga belum pernah pergi ke tempat itu."
"Sepertinya jika ingin menemukan Guru Qin, hanya bisa pergi ke bar prajurit ini untuk mencari tahu," batin Qinli.
🍃Beberapa hari kemudian.
...⚜⚜⚜...
...BAR PRAJURIT...
Qinli benar-benar pergi ke bar prajurit malam itu, ia datang seorang diri di tempat itu. Tetapi kepala security menghalanginya saat masuk.
"Anak ingusan! Ini bukan tempat yang seharusnya kau datangi, cepat pergi!"
Qinli dengan wajah kalemnya menunjukkan lencana itu pada security tersebut.
"Apakah aku boleh masuk dengan ini?"
Mata security tersebut terbelalak melihat lencana yang dimiliki Qinli, bahkan ia terbata dalam berucap.
"I, i, ini! Ini ... ternyata adalah lencana komandan!"
"Bolehkah aku masuk!"
"Tentu saja, tentu saja! Silakan!"
"Sudah bertahun-tahun aku bekerja di sini, baru kali ini aku bertemu tentara dengan lambang militer tingkat tinggi," batinnya.
Qinli lalu berjalan masuk ke dalam. Terdengar beberapa orang sedang bercakap di dalam sana.
"Oh! Kak Ma boleh juga!"
"Kau bahkan tidak tahu dia? dia adalah prajurit terkenal kami."
Tenyata di dalam Kak Ma sedang menunjukkan kehebatannya dengan mengangkat salah satu besi di tangannya. Penonton yang lain bersorak karenanya.
"Kak Ma, hebat."
"Cih! Ini tidak ada apa-apanya! Prajurit tingkat dua juga bisa melakukannya," ucap yang lainnya.
Qinli terus melangkahkan kakinya ke dalam. Ia memperhatikan foto-foto prajurit yang menempel di sana. Dari atas, Ketua Geng Serigala Langit melihat kedatangan Qinli.
"Hm? Kenapa orang itu terlihat begitu familiar ...."
"Itu dia!"
Tiba-tiba dari arah belakang, terdengar derap langkah kaki menuruni tangga. Qinli pun menoleh ke arahnya.
"Qin, kenapa kau datang?"
"Apa mungkin kau juga tertarik dengan tempat seperti ini."
__ADS_1
Ternyata yang menyapa Qinli barusan adalah Ketua Geng Serigala Langit yang turun dari lantai atas karena heran dengan kedatangan Qinli yang tiba-tiba. Ia bahkan membawa satu gelas minuman turun bersamanya.
...🌹Bersambung🌹...