MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 9


__ADS_3

Setelah mendengarkan perkataan Andreas yang mengatakan kondisi neneknya sempat kritis itu membuat nya ingin melampiaskan amarahnya pada Olivia


Arion berjalan ke ruangan Olivia


dia melihat ruangannya kosong


"Apakah gadis itu kabur?!! sialan beraninya dia kabur dariku?!! " Ucap Arion berteriak kencang


Olivia perlahan keluar dari kamar mandi karena mendengar teriakan Arion dengan sedikit menundukkan kepala Olivia berkata


"Aku tidak kabur tuan muda, apa pun dosa ayah ku, aku akan bertanggung jawab meski" Ucap Olivia terhenti air matanya sudah mulai menggenang di ujung matanya


"Bagus!! kau memang harus menanggung dosanya!! meski aku tidak suka sandiwara mu yang berpura-pura menjadi anak baik!! tapi kau memang harus membayar dosa ayahmu itu" Ucap arion yang tidak mendengar ucapan Olivia dengan benar


"Ta...Tapi bisakah Tu..tuan muda mengabulkan permintaan ku" Ucap Olivia dengan ragu-ragu


Arion tersenyum sinis dan berjalan mendekati Olivia


"Kau masih bagus aku tidak membunuhmu!! berani sekali bernegosiasi dengan ku! kau di beri hati minta jantung!! kau pikir kau siapa" Sindir Arion tegas setiap kalimat nya penuh sindiran


Olivia segera berlutut dan memohon


"Tolong kabulkan permintaan ku, kau boleh menyiksa ku setiap hari tapi biarkan aku keluar setiap hari minggu, aku ingin bertemu seseorang" Ucap Olivia memohon dengan sungguh-sungguh dia benar-benar menundukkan kepalanya memohon pada Arion


"Ck!! kau ingin menemui pacarmu!! kau pikir aku akan menyetujui nya setelah kau berlutut di kakiku!! Kau terlalu memandang tinggi diriku!! aku tidak sebaik itu!! apapun alasannya kau akan menjadi budak ku setiap jam, menit, detik!! kau tidak akan bisa lepas diriku!! " Ucap Arion yang kemudian ingin berjalan keluar


"Ak.. aku mohon tuan!! biarkan aku keluar beberapa jam saja tidak masalah aku akan kembali aku tidak akan kabur! aku akan benar-benar menjadi budak mu tapi kabulkan permintaan ku" Ucap Olivia yang memegang kaki Arion yang ingin melangkah


Arion menendang Olivia


"Jangan mimpi!! bisa keluar aku tidak akan pernah mengijinkan nya?!! tidak akan pernah" Ucap Arion yang kemudian berlalu pergi mengirim pesan pada bodyguard nya untuk menjaga kamar Olivia agar Olivia tidak kabur

__ADS_1


Olivia menatap sendu kepergian Arion


"Aku benar-benar akan menjadi budaknya" Ucap Olivia tersenyum dengan air mata yang membasahi matanya dia menertawakan hidupnya yang malang, dia akan menjadi barang penebus dosa orang yang bahkan tidak pernah menyayangi


"Takdir benar-benar mempermainkan ku" Ucap Olivia yang akhirnya menangis


di balik pintu ruangan perawatan Olivia


"Gadis ini benar-benar menganggap ku remeh berani nya meminta permintaan yang begitu tidak tau diri!!! ingin pergi berkencan?!! jangan mimpi" Ucap Arion mengepalkan tangannya kuat dia terlihat marah mendengar permintaan Olivia kepadanya


beberapa menit kemudian bodyguard dan dion datang ke ruangan Olivia


"Tuan Arion" Ucap dion membuyarkan lamunan Arion sejenak


"Kau sudah datang?! jaga ruangan ini jangan sampai dia keluar dan kabur!!! " Ucapan Arion serius


"Siap Tuan" Ucapan dion dan satu bodyguard


"Di mana rocki? "


"Seperti nya masih di ruangan dokter Andreas "


Baiklah aku akan kembali ke ruangan nenek, kau jaga dengan baik di sini, jika dia kabur aku akan pastikan kalian berdua tinggal nama!! " Ucap Arion mengancam dengan tatapan tajam


Di kamar Olivia menatap kaca jendelanya dia tersenyum dengan air mata yang membasahi wajah cantik nya


"apakah kematian akan lebih baik dari kehidupan ku sekarang? aku benar-benar lelah Tuhan, jika aku mati adakah kehidupan kedua untuk ku?? saat ini aku benar-benar lelah dan takut


hidup di bawah kendalinya lebih menakutkan dari bayangan bunuh diri" Ucap Olivia menempelkan tangannya ke kaca jendela


Dion yang tak sengaja membuka pintu kamar itu mendengar ucapan Olivia

__ADS_1


"Tuan Arion memang kejam, tapi dia tidak begitu menakutkan hanya kesalahan mu berada di sisi musuh" Ucap Dion yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Olivia


Olivia menatap orang yang berada di dalam kamarnya itu dan memundurkan dirinya seakan ketakutan


"Hei apa aku sebegitu menakutkan itu?! aku tidak sekejam Tuan Arion, namaku Dion aku adalah asisten pribadi Tuan Arion" Dion memperkenalkan dirinya


Olivia hanya menunduk kan kepalanya


"Kenapa kau menunduk begitu? aku di sini tidak untuk menyiksa mu!! kenapa kau hanya diam!! "


"Tuan bolehkah aku tau sebenarnya apakah salah ayahku pada keluarga ini? apakah dia berhutang sangat banyak? berapa jumlah nya?" Ucap Olivia pada Dion, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang ingin dia tanyakan sejak dirinya di bawa paksa oleh Arion


Dion hanya diam dia tidak tau harus mengatakan apa


"Kau diam?! sudah ku duga nominal yang sangat besar" Ucap Olivia yang akhirnya menghela nafas nya panjang


"Apakah Arion tidak mengatakan pada mu? "


Olivia hanya menggeleng kan Kepala nya


"Ayah mu? bagaimana dengan nya apakah dia juga tidak bercerita apapun kepadamu bukan? " Tanya Dion penasaran


"Ayah? itu hanya sebuah sebutan" Ucap Olivia yang mengakhiri percakapan mereka dengan membaringkan tubuhnya ke ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya


"Sebuah sebutan? " Ucap Dion yang terdiam dalam pikiran nya sendiri


*Haruskah aku menyelidiki latar belakang gadis ini? " Ucap Dion pada dirinya sendiri yang masih menatap tubuh terbungkus Olivia yang membelakangi nya


Dion sedikit tidak tega melihat mata Olivia saat mengatakan hanya sebuah sebutan


pada akhirnya Dion ragu untuk menyelidiki latar belakang Olivia karena dia tidak bisa bertindak lebih dulu sebelum Arion yang menyuruhnya

__ADS_1


*Jika aku menyelidiki nya akankah Arion marah? padaku "


__ADS_2