
Setelah Susan melakukan hal yang bergair*h dengan pria paruh baya yang ternyata pemilik
rumah sakit itu, tiba-tiba pintu di ketuk
"Ck! siapa yang berani menganggu ku! " Teriak pemilik rumah sakit itu saat dia harus buru-buru memaki sesuatu untuk menutupi tubuh polosnya.
"Sebentar sayang aku akan kembali, kau bahkan belum keluar aku akan memuaskan mu" Ucap tak tau diri pria paruh baya yang berkata seakan tenaganya masih gagah perkasa.
Susan tak menanggapi ucapan pria paruh baya itu, dia memilih memakai pakaian mini nya utu dan mengambil sebatang rokok, menghisap dan kemudian berjalan untuk manatap ruangan Ranti yang hampir habis terbakar.
"Mampus kau Olivia, kau selalu mengambil apa yang aku punya termasuk laki-laki yang aku inginkan, saat kau sudah menjauhi nya dia tetap saja menyukaimu, semua orang selalu menyanjung mu, sekarang aku telah mengambil nyawamu, bersenang-senang lah ke neraka" Ucap Susan tanpa tau sebenarnya Olivia sudah selamat tanpa kekurangan satu apapun..
Buuugghh tiba-tiba tubuh pria paruh baya itu terlempar, membuat Susan menengok dan terkejut "Siapa kau?! " Teriak Susan dengan mata melotot berusaha untuk tidak takut.
"Kau tidak perlu tau! " Ucap seorang laki-laki berbaju hitam itu kemudian berjalan mendekat kearah Susan dan menghantam tengkuk Susan membuat Susan tak sadarkan diri.
Di sisi lain
Arion masih menunggu jawaban atas pertanyaan nya, siapa yang dia maksud orang nya.
"Pak tua! siapa yang kau sebut orang mu! " Pertanyaan yang sama keluar dari mulut Arion
"Apa kau harus mempertanyakan hal yang sudah jelas! " Ucap santai Daniel itu membuat Arion semakin yakin orang nya yang di maksud adalah Olivia dan ibunya
"Atas dasar apa kau mengatakan mereka adalah orang mu, mereka adalah orang ku! " Ucap Arion yang tak ingin wanita nya di akui sebagai orang nya Daniel
"Kau dan Olivia hanya atas dasar hubungan pekerjaan, kalau aku lebih dari itu, dan mulai sekarang aku peringatkan kau untuk tidak terlalu dekat dengan Olivia" Ucap Daniel serius
__ADS_1
Suasananya semakin memanas, Rocky mulai khawatir akan ada pertengkaran, benar saja Arion sudah berdiri menatap tajam Daniel.
"Aku dan Olivia akan segera menikah! dia adalah wanitaku" Ucap Arion tanpa ragi sedikit pun
"Tidak boleh! " Daniel terlihat serius menentang perkataan Arion
"Hah! apa urusan nya dengan mu pak tua, aku tetap akan menikahi Olivia apapun yang terjadi" Ucap Arion berlalu pergi untuk melihat sang pujaan hati.
"Tidak bisa, kau dan Olivia mungkin" Ucapan Daniel terhenti dia sendiri belum yakin tapi wanita malam itu adalah ibunya Olivia kemungkinan besar Olivia adalah putri Daniel yang notabene adalah sepupu Arion.
"Mungkin apa paman? " Tanya Rocky yang sedari tadi diam namun mendengarkan dengan sesama
Daniel diam dia tidak mau berspekulasi sebelum dia melihat hasil tes DNA, namun keyakinan nya berada di antara 50% karena ibu Olivia adalah wanita yang dia ambil kesucian nya malam itu, dan Olivia sangat mirip dengan Ranti wanita satu malam Daniel
"Paman apa kau memiliki masa lalu dengan ibunya Olivia? apa kah Olivia anak mu? " Terka Rocky, kenapa Rocky bisa curiga tentang itu karena terlihat Daniel begitu mengkhawatirkan ibunya Olivia, dan sangat perhatian bahkan sangat dekat sedangkan Daniel tidak pernah dekat dengan wanita manapun kecuali Dena dan Aleena.
"Paman meskipun jika benar Olivia adalah putrimu, di negara ini perkawinan antara saudara tidak di larang, jadi mustahil untuk mu melarang keinginan Arion, saran ku kau lebih baik merestui nya" Rocky menepuk pundak pamannya
"Meski pun nanti jika tes DNA menunjukkan Olivia bukan anak kandungku, aku tidak akan dengan mudah merestui nya, karena Arion audah banyak menyakiti Olivia" Ucapan Daniel memang masuk akal di waktu lalu Arion sangat membenci Olivia sehingga bertubi-tubi tanpa sadar menyakiti nya
Rocky tidak tau harus berkata apa lagi, dia lebih baik pergi dari sana dan menyusul Arion
Arion masuk kedalam kamar rawat Olivia, terlihat Olivia masih memejamkan matanya, Arion tanpa sadar mengusap kening Olivia, menyingkap rambut yang menutupi wajah cantik Olivia.
Gerakan kecil itu tanpa sadar mampu membangunkan Olivia, Arion segera menarik tangan nya menjauh dari wajah Olivia.
"Ibu di mana ibuku? " Kalimat pertama yang Olivia tanyakan adalah ibunya, utu membuat Arion sedikit kecewa, di dalam hati kecilnya Arion ingin Olivia menanyakan tentang nya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Tenang, ibu mu ada di ruangan khusus" Ucapan Arion itu bukan nya menenangkan Olivia malah membuat Olivia ketakutan
Mendengar ucapan Arion, olivia langsung terduduk "Tunggu ruangan khusus, Tuan ibuku tidak berbahaya ja.. jangan mengurungnya, memasung nya, atau mengikat nya aku mohon dia tidak benar-benar gila, aku yakin itu" Tanpa sadar Olivia menangis, dia tidak mau ibunya di sakiti lagi setelah bisa keluar dari rumah sakit jiwa itu
Melihat Olivia yang ketakutan dan menangis seperti itu membuat Arion tidak tega dan membawa Olivia ke pelukan nya "Jangan khawatir aku tidak akan menyakiti ibu mu, aku akan membuatnya sembuh seperti semula"
Mendengar ucapan Arion Olivia merasa bahagia, tanpa sadar membalas pelukan Arion, membuat Arion tersenyum
"Tuan benarkah? apa ibu ku akan kembali sehat? "
"Kau meragukan ku, kau lupa siapa aku" Ucap sombong Arion itu malah menyadarkan Olivia kalau dia tengah memeluk sang penguasa sombong, Olivia segera melepaskan pelukan nya, membuat Arion merasa sedikit kecewa
"Sa.. saya percaya anda pasti mampu membuat ibu kembali sehat" Olivia meyakinkan dirinya Arion adalah orang yang mampu menyembuhkan ibunya. dengan kekayaannya dan kekuasaan nya apa lagi dengan kepemilikan rumah sakit Arion pasti dapat mendatangkan dokter yang mempuni yang mampu merawat ibunya sampai sembuh
"Tapi aku memiliki satu sarat" Ucap Arion serius menatap Olivia, Olivia sedikit takut melihat tatapan Arion yang begitu serius itu namun demi kesembuhan ibunya Olivia tidak akan ragu dengan sarat apapun yang Arion ajukan padanya.
"Apapun syaratnya asal ibu ku sembuh aku rela melakukan nya" Olivia terlihat begitu serius dengan ucapan nya, bagaimana pun ibunya adalah orang yang sangat penting untuk nya
"Bagus, kau sendiri yang mengucapkan nya, kau tidak boleh mengingkari perkataan mu"
"Saya mengerti, saya berjanji akan memenuhi Syarat yang tuan berikan" Olivia mengulurkan kelingking nya dan menarik tangan Arion "Janji kelingking" Ucap Olivia, Arion tanpa sadar mengembangkan senyumnya melihat sisi kekanak-kanakan Olivia yang masih mempercayai janji kelingking
"Aku tunggu kau sembuh dan kita akan melakukan nya" Ucapan Arion yang terdengar ambigu itu membuat Olivia penasaran sekaligus takut dengan sarat yang Arion akan ajukan
Dengan wajah sedikit takut Olivia memberanikan diri bertanya "Se.. sebenarnya sarat apa yang tuan ajukan? "
Pertanyaan Olivia ini membuat Arion tak bisa lagi membendung tawanya "Kau bodoh, setelah berjanji kau baru bertanya apa saratnya, yang benar saja" Arion menggelengkan Kepala nya, tidak bisa lagi berkata bahwa orang yang dia cintai ini begitu polos atau begitu bodoh.
__ADS_1