MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 171


__ADS_3

"Kalau begitu dengar, bisakah kau.. " Rocky sedikit tidak enak mengatakan nya


"Hei katakan saja! apa yang kau pikirkan apa kau ingin aku menggantikan Arion untuk menjadi umpan? " Aric coba menembak apa yang Rocky pikirkan.


"Kau ingin aku di bunuh oleh Arion! " Rocky terkejut dengan ucapan Aric yang bisa berpikir sampai ke sana, Rocky saja tidak berani memikirkan itu, Arion tidak akan setuju jika Rocky memiliki pikiran gila seperti itu.


"Lalu hal apa yang harus aku lakukan kalau bukan menjadi umpan? " Aric benar-benar penasaran apa yang ada di pikiran Rocky.


"Hal yang aku inginkan itu, aku ingin kau bicara kepada keluarga mu untuk sementara kembali ke negara kalian, semakin banyak musuh tau orang yang Arion sayang, akan membahayakan hidup kalian, meski aku tau paman Rayyan sangat hebat tapi Aleena dan tante Tiara sangat bahaya untuk mereka ada di sini termasuk kau mungkin lebih baik kembali dulu ke negara mu" Rocky menyelesaikan kalimat nya dengan menghela nafasnya.


"Hal itu yang ingin kau katakan! apa kau pikir kami ini beban untuk Arion" Aric menatap menunggu jawaban Rocky.


"Tidak bisa juga di bilang beban, ini hanya opsi yang bagus untuk dilakukan selain menjaga keamanan kalian. " Jelas Rocky yang tidak ingin membuat Aric salah paham dengan perkataan nya.


Aric terdiam dia mengerti maksud Rocky bagaimanapun hebat nya mereka, dia dan papanya juga tidak terlalu mengerti mengenai negara yang Arion tinggali, jadi sebenarnya ucapan Rocky ada benar nya.


"Kau beristirahatlah seperti nya seseorang sudah tidak sabar untuk menemani mu" Rocky menepuk pundak Aric dan berjalan menghampiri pintu yang sepertinya sudah menjadi tempat pengintaian.


****


Olivia turun dari mobil dan mengikuti Arion berjalan di belakang nya, Olivia terus menatap punggung yang semakin lama semakin menjauh ke depan meninggalkan nya.


Tanpa sadar Olivia terus mengikuti langkah kaki Arion sampai di kamar Aleena, Olivia dengan sigap membantu Arion untuk menyelimuti Aleena.


Terlihat mata Arion yang dingin menghindari kontak mata dengan Olivia, Olivia merasa kalau Arion benar-benar menghindari nya, entah mengapa sikap Arion itu membuat hati Olivia merasa sedih.

__ADS_1


Saat Arion dan Olivia sudah keluar dari kamar Aleena, tangan Olivia bergerak. dengan sendirinya menarik ujung pakaian Arion membuat Arion menghentikan langkah nya.


Arion menengok kebelakang melihat kearah Olivia yang langsung menundukkan kepalanya, membuat Arion mengernyitkan alisnya "Apa ada yang ingin kau bicarakan? " Tanya Arion tanpa ekspresi, bahkan Olivia tidak melihat nya.


Olivia masih terdiam dalam posisi nya tanpa mengatakan apapun, Arion hanya menghela nafasnya "Kalau tidak ada yang di katakan biarkan aku pergi! " Ucap Arion lagi tanpa menunggu jawaban ingin melangkah pergi namun, mendengar perkataan Arion itu tanpa sadar tangan Olivia menghentikan langkah Arion lagi.


Membuat Arion tidak tahan dan membalik badannya, mendongakkan dagu Olivia untuk melihat kearahnya, dua pasang manik mata itu saling bertemu dan bertatapan, wajah sedih Olivia membuat mata Arion terbuka. "Kau sedang menggoda ku!" Pertanyaan Arion itu membuat Olivia gugup.


Olivia menggelengkan kepalanya, di hati nya sekarang sedang merasakan banyak hal bercampur aduk jadi satu, Olivia sendiri tidak tau apa yang sedang dia lakukan dan apa yang dia mau.


"Kau! " Arion tidak tahan melihat wajah Olivia itu dia benar-benar ingin mendekap Olivia memilikinya seutuhnya, Arion mencium Olivia dan Olivia memejamkan matanya Olivia kini lebih terlihat santai, Arion juga merasakan jika Olivia seperti nya menikmati permainan nya, namun sebelum Arion tenggelam dalam khayalan nya lagi dan akhirnya tidak ada hasil sebelum itu terjadi Arion menyudahi permainan nya.


"Sudahlah aku tidak ingin sia-sia! " Arion memutar tubuhnya melangkah ingin pergi namun tubuh Olivia bergerak memeluk Arion, Olivia todak ingin melihat ekspresi kecewa dari Arion lagi.


Arion menghela nafasnya dia tau ini akan terjadi untung saja dia tidak membiarkan sesuatu yang dia miliki bangun jika dia sudah bangun makan itu akan membuat nya kecewa untuk beberapa kali.


Arion berjalan meninggalkan Olivia yang masih dalam lamunan nya, 'Apakah harus aku lakukan? aku terlihat seperti orang yang hanya memanfaatkan nya saja' Pikir Olivia, dia menyadarkan dirinya dari lamunan nya seketika melihat Arion sudah benar-benar menjauh.


Olivia segera berjalan cepat mengejar Arion dan tanpa Olivia sadari dia berhasil mendapatkan tangan Arion tepat di depan kamar Arion.


Arion terkejut dengan sikap aneh Olivia itu "Kau kenapa? " Ucap Arion yang merasa sangat aneh dengan sikap Olivia yang sebentar menahannya sebentar membiarkannya.


"Tu.. tidak maksud ku my boo ak.. aku ing.. " Ucapan Olivia terhenti saat dia melihat Tiara berjalan ke arah mereka, Olivia segera melepaskan tangannya dari tangan Arion.


"Arion kau di sini? apakah Aleena sudah di kamar nya? " Tanya tiara yang baru keluar dari kamar angel dan belum memeriksa kamar Aleena.

__ADS_1


"Dia sudah terlelap ma, kau lebih baik segera beristirahat" Ucap Arion yang sudah mulai terbiasa memanggil tiara mama, sepertinya dendam masa lalunya sudah benar-benar berakhir.


"Baiklah aku akan beristirahat kau juga, Olivia kau juga segera istirahat" Ucap Tiara yang mendapatkan anggukan dari Olivia.


Tiara berlalu meninggalkan mereka begitupula Olivia yang ingin mengekor di belakang Tiara namun langkahnya di hentikan oleh tangan Arion yang menarik Olivia sampai kehilangan keseimbangan nya.


"Aduh" Ucap Olivia yang terbentur di tubuh Arion. Tiara mendengar teriakan Olivia dan membuat Tiara melihat kearah mereka.


"Ada apa Olivia? " Tanya Tiara yang belum jauh.


Olivia segera membenarkan tubuhnya dan berdiri tegak "Tidak.. tidak ada apa-apa nyonya hanya terpeleset" sangkal Olivia.


"Ah apa kaki mu sakit? apa perlu bantuan ku? " Tiara masih sama seperti dulu sangat perhatian dengan sekitarnya.


"Tidak perlu ma, aku masih perlu bicara soal pekerjaan dengannya" Arion tentu tidak rela jika Olivia di bawa mamanya begitu saja.


"Oh begitu, kau jangan lama-lama menahannya, ini sudah malam" Ucap Tiara yang mendapatkan Anggukan dari Arion.


Tiara kembali melanjutkan langkahnya, saat punggung Tiara tak lagi terlihat, Arion menarik Olivia dalam kamarnya dan mengunci pintunya. "Kau ingin kabur sebelum menyelesaikan kalimat mu? " Ucap Arion yang penasaran dengan kalimat yang terputus tadi apa lagi Olivia sampai memanggilnya dengan panggilan kesayangan.


"Ak.. aku sudah lupa dengan apa yang ingin aku ucapkan" Kisah Olivia dia sudah tidak punya keberanian diri untuk mengatakan nya lagi.


"Biar aku mengingat kan nya, Tu.. tidak maksud ku my boo ak.. aku ing, ing apa? coba katakan" Arion menirukan ucapan Olivia dengan sempurna dan mampu membuat wajah Olivia memerah karena ucapan yang Arion ucapkan sama persis seperti yang dia ucapkan tadi.


"It.. itu.. " Olivia tiba-tiba merasa gugup.

__ADS_1


__ADS_2