MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 204


__ADS_3

Arion berhenti berjalan dan menengok ke arah Rocky "Instingku tidak pernah salah" Arion menatap tajam ke arah Rocky.


Mereka semua bergidik ngeri melihat tatapan Arion yang tengah serius itu, rasanya seperti mereka akan bertemu dewa kematian saja.


"Ruangan ini sangat luas untuk sebuah ruang tersembunyi" Ucap Andreas sembari tetap berjalan


"Hei, hei apa kau takut " Rocky menggoda Andreas karena memang ruangannya terasa sunyi dan sedikit mencekam.


"Kau pikir aku siapa? aku ini dokter apa kau pikir aku akan takut! aku bahkan sering melihat orang mati" Jawaban Andreas membuat Rocky sedikit lesu tidak ada hiburan untuk nya menakut-nakuti seseorang.


"Dia ini bodoh atau apa? lagi pula di saat seperti ini masih bisa bercanda" Alister menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rocky.


"Siapa yang kau bilang bodoh hah! " Rocky menarik Alister, kepala Alister di jepit di ketiak Rocky dan Rocky memukuli kepala Alister.


"Diam! " Arion menghentikan langkahnya "Kau dengar" Arion merasa ada sesuatu yang banyak lari ke arah mereka.


"Ya aku mendengar nya" Andreas juga merasakan hal sama ada sesuatu yang berlari ke arah mereka ucapan Andreas dan Arion mendapat anggukan dari Rocky dan Alister.


Rocky dan Alister segera bersiap dan melihat ke arah depan, benar saja puluhan anjing terdengar menggonggong dan berlari ke arah mereka.


"Anjing? sialan " Rocky ingin berlari menendang anjing itu tapi di tahan oleh Arion.


"Kita tidak tau anjing ini sudah di suntuk virus atau belum, Rocky bunuh dari sini" Arion segera membidik ke arah anjing tersebut di ikuti oleh Andreas dan Alister, Rocky pun mulai mengambil senjata apinya.


Terdengar suara tembakan yang berirama, kecepatan menembak mereka berempat tidak jauh beda meski Arion dan Alister lebih unggul.


Puluhan anjing itu tergeletak tak berdaya dengan darah yang mulai menggenang, mereka berempat melewati rombongan anjing mati itu.


"Yach benar-benar bajing*n berani sekali memanfaatkan anjing seperti itu" Ucapan Rocky kesal sekali.


"ini jalan keluar? " Andreas melihat ada pintu di ujung ruangan itu.


"Seperti nya iya" Jawab Alister yang keluar, terlihat banyak ruangan di ujung markas itu.

__ADS_1


"Dia ada di mana? " Rocky berjalan terlebih dulu dan mencoba membuka satu pintu " Ini " Rocky masuk kedalam ruangan itu.


Andreas ikut masuk sedangkan Arion sedang mengamati 2 kamar lain, dia akan menembaknya di mana orang berjubah Iyu bersembunyi.


"Ah ini kah tempat dia melakukan operasi, lumayan juga" Andreas masuk melihat berbagai obat di , bahkan obat terlarang pun sangat banyak. "Ini lebih seperti laboratorium" Andreas melihat lihat lebih dekat


Arion berjalan ke depan, Alister yang melihat mengikuti Arion "Kak kau mau kemana? " Alister mengikuti langkah Arion.


Andreas menyadari Alister yang baru saja lewat pergi meninggalkan mereka "Hei Rocky ayo cepat, Arion sudah berjalan" Ucap Andreas segera pergi dengan membawa beberapa obat yang membuatnya tertarik.


"Ho, aku segera pergi"Rocky membawa pisau bedah yang dia lihat di nampan medis itu. dan berlari mengejar langkah Andreas yang mengejar langkah Alister dan Arion.


Arion melewati satu kamar dia tertarik dengan kamar yang berada di ujung itu " Ketemu! " Arion mendobrak pintunya dan dia tidak melihat orang satu pun hanya sebuah jendela yang terbuka "Sial dia kabur" Ucap Arion.


"Ada apa Arion? " Tanya Rocky yang buru-buru mendekat ke arah Arion, "Sial apa dia kabur dari sini, aku akan mengejarnya " Ucap Alister yang ikut turun dari jendela, Alister melihat Rocky turun dia segera mendekat.


"Apa dia kabur dari sini? aku akan ikut Rocky" Ucap Alister dan ikut melompat


"Tunggu dulu, Andreas" Perkataan Arion membuat Andreas mengurungkan niatnya dan melihat ke arah Arion.


"Ada apa? mereka sudah tak terlihat" Ucap Andreas yang khawatir mereka akan terpisah.


"Biarkan saja Rocky dan Alister pasti akan menyadari kita tidak mengikuti mereka, aku ingin memeriksa satu tempat" Ucap Arion yang teringat dengan kamar yang tadi dia lewati.


"Satu tempat? apakah karena yang kita lewati tadi? " Andreas menebak dengan benar.


Arion hanya mengangguk dan berjalan kembali ke pintu dan keluar dari kamar yang telah dia dobrak paksa pintu nya itu.


Andreas mengikuti langkah Arion, Arion memegang gagang pintunya dan membuka pintu itu.


"Tidak di kunci? apa mungkin dia di sini Arion. "Andreas ragu kalau orang berjubah itu ada di dalam.


" Belum lihat belum tau" Arion masuk ke dalam dan melihat kondisi ruangan itu "He ruangannya lebih luas dari ruangan rahasia ku di markas" Ucap Arion yang melihat berbagai senjata tertawa di ruangan itu.

__ADS_1


"Waah dari negara mana saja dia mengumpulkan senjata, di sini senjata nya lebih lengkap dari pada di ruangan mu" Perkataan Andreas itu membuat Arion memutar matanya.


"Banyak senjata hanya untuk pengecut" Arion menatap remeh pada Andreas, itu hanya Alasan saja, sang penguasa tentu saja tidak ingin di bandingkan dengan orang berjubah itu.


"Ya ya ya, aku tau" Andreas tidak ingin berdebat dengan Arion di saat seperti ini. "Arion seperti nya dia tidak ada di sini" Sejauh mata Andreas melihat hanya ada ratusan senjata dan lemari yang di penuhi senjata.


"Kau bahkan belum menggeledah nya" Ucap Arion yang merasa orang berjubah itu ada di ruangan itu


"Hanya ada dua lemari dan beberapa rak, dan satu kamar mandi, apa mungkin dia bersembunyi di kamar mandi atau lemari bukan kah itu terlalu klise".


Arion tidak menanggapi ucapan Andreas dia terus berjalan ke arah lemari , Arion membuka perlahan lemari itu " Ck! di kunci " Ucap Arion yang membuat Andreas menganggukkan kepalanya.


"Apa aku bilang dia tidak mungkin bersembunyi di lemari" Andreas cukup yakin orang berjubah itu tidak akan mengambil resiko untuk masuk ke kamar itu dari pada lari dari jendela.


Arion mencoba menariknya lagi seperti nya benar-benar di kunci, tapi Arion tidak puas sebelum dia berhasil membuka lemari itu " Arion berjalan mengambil senjata yang memungkinkan Arion untuk membuka paksa lemari itu.


Arion membuka paksa lemari itu dan terlihat puluhan uang tunai tertata rapi di lemari itu "Ha menyimpan uang di dalam lemari?, orang ini benar-benar tidak masuk akal" Ucap Andreas heran karena jaman sekarang ada yang namanya brangkas.


"Dia memang bodoh, karena berani menantang ku! " Arion teringat lagi akan neneknya yang sakit dan Olivia yang tengah terbaring lemah karena luka cambuk, tangan Arion mengepal erat.


"Arion lebih baik kita keluar saja menyusul Rocky, dia tidak mungkin di sini"


"Kau periksa kamar mandi aku akan periksa lemari sebelah sana jika memang tidak ada kita akan keluar" Ucap Arion sembari berjalan menuju lemari lain.


"Hah, baiklah" Andreas dengan cepat berjalan ke arah kamar mandi, Arion berjalan ke arah lemari itu dan melihat beberapa tempat pisau tidak di tinggali oleh penghuninya.


Andreas membuka kamar mandi, "Andreas" Arion berfikir mungkin Andreas dalam bahaya.


Benar saja saat Arion mengejar ke kamar mandi Andreas.......


#Ayo kak jangan lupa berikan dukungan nya ya, Like, komen, rate, gift dan juga masukan dalam favorit


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2