
"Tu.. tuan lepaskan, na.. nanti ada orang yang melihat" Ucap Olivia gugup.
Bukannya menjauh Arion malah memperpendek jarak di antara mereka " memangnya kenapa jika ada yang melihat "Arion mengangkat alisnya, seperti orang yang tidak risau Jika ada yang melihat mereka berdua.
" Tu.. tuan sudah berjanji ka.. kalau tuan tidak akan mempublikasikan hubungan kita sampai ibu saya sembuh " Olivia berusaha mengingat kan Arion.
"Lalu apa kau lupa? aku tidak suka jika kau memanggil ku tuan? " Arion menatap kearah manik mata Olivia.
Olivia bahkan lupa untuk menyiapkan nama panggilan ketika mereka sedang berdua "Emm itu.. " Olivia masih merasa ragu dan canggung tentang hubungan nya dengan Arion, pernikahan mereka ini seperti sebuah mimpi untuk Olivia seperti tidak nyata.
Arion menarik Olivia semakin dekat dengannya hanya tinggal beberapa senti saja bibir mereka akan saling bersentuhan "Berikan aku jawaban dalam 5 menit" Ucap Arion yang membuat Olivia membesarkan matanya.
"Lim.. " Ucapan Olivia tidak terselesaikan saat ciuman bangun tidur sudah mendarat di bibirnya, mata Arion menatap kearah mata Olivia yang terlihat bingung seakan memberikan isyarat jika ciuman ini selesai dia harus sudah memiliki nama panggilan untuk nya.
Arion memperdalam ciumannya, seketika kedua pasang mata itu menutup seakan menikmati setiap detik rasa itu.
Lima menit berlalu, Arion melepaskan ciumannya terlihat deru nafas yang masih tak beraturan, Arion mentap Olivia "Apa kau sudah memikirkan nya? " Tanya Arion
Olivia terlihat gugup mendengar pertanyaan Arion, lima menit berlalu Olivia ternyata terhanyut dalam permainan Arion dan sama sekali tidak bisa berfikir dengan baik "Sayang" Jawab Olivia tanpa berfikir sayang itu yang ada dalam pikiran nya sekarang.
"Kau bahkan bisa memanggil sayang pada Aleena itu tidak bisa di katakan panggilan spesial" Arion seperti nya benar-benar sedang menantikan nama panggilan apa yang akan Olivia berikan.
"Em tuan bisakah kau memberiku waktu untuk berfikir? " Olivia benar-benar tidak bisa memikirkan apapun saat ini, jantung nya saja saat ini tidak bisa dia kendalikan.
__ADS_1
Arion mendekatkan wajahnya lagi ke arah Olivia namun di tahan oleh tangan Olivia "Ti..tidak dengan berciuman, jika kita berciuman aku tidak bisa berfikir dengan jernih" ucap Olivia polos.
"Hm jadi kau sangat menikmati ciuman kita sampai kau tidak bisa berfikir dengan jernih? " Goda Arion
"Bu.. bukan seperti itu" Ucap Olivia gugup dan malu, dia tidak tau sejak kapan sang penguasa sombong dan dingin ini bisa menggodanya seperti ini
"Baiklah, pikirkan dengan baik" Ucap Arion yang akhirnya melepaskan Olivia, Arion bergegas turun dari ranjang dan melangkah pergi dari ruangan
Olivia menutup wajahnya, kemudian merasakan jantung nya yang masih berdegup kencang itu "Hah tenanglah Olivia tenang, tuan Arion mungkin saja hanya bermain denganmu" Ketulusan Arion ternyata belum sepenuhnya mampu mengetuk hati Olivia yang sudah membeku Itu.
Cukup lama Arion pergi, sampai akhirnya pria tampan itu kembali dengan banyak makanan di tangannya "Hari sudah malam, kau bahkan belum makan siang bukan" Ucap Arion menata makanan di atas meja di depan sofa yang ada di ruangan VVIP itu.
"Tu.. ehm.. kenapa membeli begitu banyak makanan, apa kita akan makan dengan yang lain? " Tanya Olivia saat Arion berjalan mendekat ke arahnya, dalam pikiran Olivia Arion akan membantunya naik ke kursi roda
"Tapi tidak sebanyak ini, ini terlalu banyak" Ucap Olivia yang merasa sudah kenyang terlebih dahulu melihat begitu banyak makanan di atas meja.
"Sudahlah ayo makan" Arion mengambil satu buah ayam goreng tanpa tulang dan menyuapi ke mulut Olivia tanpa di duga mulut Olivia lebih jujur dari hatinya dia langsung membuka lebar mulut nya dan menerima satu suapan ayam goreng yang terasa enak itu.
Di sisi lain
"Kenapa kau membawaku ke sini? " Tanya Aric yang baru saja keluar dari mobil Rocky yang terparkir di markas Arion
"Ada hal menarik yang akan terjadi di sini" Ucap Rocky dengan Santai berjalan masuk, semua orang menundukkan kepala dan menyapa Aric sebagai bos mereka, mereka semua tidak tau orang yang ada di hadapannya bukanlah bosnya yang sebenarnya.
__ADS_1
Rocky dan Aric berjalan ke ruang rahasia, di sana Rafael masih memantau semuanya di depan monitor.
"Apa ada pergerakan? " Tanya Rocky pada Rafael
"Belum ada, apa mungkin mereka tidak berniat menyelamatkan gadis itu" Ucap Rafael yang berpikir mungkin Mario Harris memperlakukan Susan sama dengan Olivia, mario tidak peduli
"Dia akan datang, susan adalah anak kandungnya anak kesayangan nya dia pasti mengkhawatirkan keselamatan nya, dan lagi Arion sudah sangat baik memberitahu keberadaan Susan di sini" Ucap Rocky sebenarnya dari awal Arion mungkin sudah tau laki-laki yang dia bawanya itu akan mati sia-sia, tapi sebenarnya bukan itu tujuan utama Arion, tujuan utama Arion adalah menjebak Mario Harris untuk datang menyelamatkan Susan, jadi Arion tidak perlu susah-susah mencari keberadaan Mario Harris karena dia akan mengantarkan nyawanya sendiri ke markas Arion, Arion sudah memikirkan semuanya, dia pantas di panggil sang penguasa karena semua trik mampu dia baca kecuali trik tentang cinta.
"Tunggu apa yang kalian bicarakan? " Tanya Aric yang tidak terlalu faham dengan situasi nya.
"Kau akan mengerti nanti, sekarang kau diam saja dan minum apa yang kau mau banyak anggur berusia tua di sini, dan minuman mahal lainnya kau ambil saja" Ucap Rocky seperti sang pemilik padahal itu semua adalah milik Arion, Rocky mendorong Aric untuk duduk. "Jika kau malu-malu untuk mengambilnya biar aku saja yang membantu mu memilih nya" Rocky berjalan ke lemari anggur yang sudah berusia sangat tua dan harganya mencapai milyaran.
Rocky menuang anggur ke dalam gelas dan memberikannya pada Aric, tak lupa dia juga mengambil gelas untuk dirinya dia tidak mungkin melewatkan kesempatan ini karena Arion tidak akan marah jika Rocky mengatakan Aric yang ingin minum untuk menghilangkan kegalauan nya, Rocky sangat pandai memanfaatkan keadaan dia yang ingin minum Aric yang akan menjadi kambing hitam nya.
Rocky memutar-mutar pelan anggur si dalam gelasnya dan perlahan mencicipi anggur yang begitu mahal itu "Ahhhh " Rocky terlihat sangat menikmati.
Baru saja beberapa teguk anggur masuk kedalam mulutnya dan tiba-tiba terdengar suara ledekan yang cukup besar
Boooooommmmmmmm..... Goncangan terasa sampai ke ruang rahasia itu
"Apa yang terjadi? " Tanya Aric
Rocky menatap Rafael "Lihat apa yang terjadi di luar apa markas kita di ledakan, Mario Harris aku benar-benar tidak menyangka kau begitu nekat" Ucap Rocky
__ADS_1
Rocky segera mengetik pesan pada Arion dan baru saja pesan terkirim bunyi ledakan lagi terdengar "Sialan! apa Mario ini ingin aku mati bersama putrinya! kurang ajar" Ucap Rocky sangat kesal dan berjalan keluar dari ruangan rahasia.