
"Tuan saya su.. sudah memanggil nama anda, kenapa tidak melepaskan saya? " Olivia benar-benar ingin lepas dari Arion secepatnya sebelum ada yang melihat tindakan Arion itu, memeluknya dari belakang bukan kah terlihat begitu mesra, jika Olivia tidak segera melepaskan dirinya, orang yang melihat nya pasti akan salah paham
Arion tersenyum licik, dia mengeratkan pelukannya "Kau tidak memanggil namaku secara permanen, kau masih memanggilku tuan, bagaimana bisa aku melepas mu" Ucapan Arion semakin membuat Olivia tidak mengerti.
"Tuan, seperti yang ku katakan tempo hari aku tidak pantas memanggil namamu" Ucapan Olivia membuat Arion sadar, Olivia mungkin masih takut dan belum memaafkannya, dengan perasaan tidak rela dia perlahan melepaskan pelukan nya dari tubuh Olivia
Olivia melihat Arion wajahnya terlihat murung, membuat Olivia tidak enak, tapi dia masih meyakinkan dirinya agar tak terbawa suasana
Karena Arion melarang nya minum air dingin Olivia kemudian berjalan untuk mengambil air di teko yang ada di atas meja, namun dia tidak bisa melangkah saat tangan hangat itu menahan tangannya, membuat Olivia menatap Arion.
"Apa kau masih meragukan ku! " Pertanyaan itu tidak mampu Olivia jawab, dia sendiri tidak tau apa yang dia pikirkan tentang sikap Arion sekarang. Dia merasa tidak yakin tapi setiap Arion melakukan sesuatu yang manis itu membuat jantung Olivia berdegup lebih cepat dari biasanya.
"Tuan, saya" Ucapan Olivia terhenti saat Arion melepaskan tangannya dari tangan Olivia, entah mengapa tiba-tiba muncul rasa tidak rela di hati Olivia
"Aku mengerti" Hanya itu yang di ucapkan Oleg Arion dia berlalu pergi begitu saja, membuat Olivia merasa bersalah tapi lagi-lagi Olivia meyakinkan dirinya jika Arion mungkin sedang menjalankan triknya menjebak Olivia untuk jatuh cinta padanya.
*Olivia ternyata langkahku masih jauh untuk mendapatkan hatimu" Ucap Arion dalam langkahnya keluar dari rumah, raut wajahnya terlihat sangat kecewa dan sedih.
Arion terlihat dalam mood buruk, baru saja sampai di perusahaan nya dia sudah memarahi puluhan orang dengan kesalahan kecil, semua orang jadi target kekesalan nya.
Dion kini hanya bisa berdiri menunggu giliran nya menjadi sasaran tuannya, Dion terus menelan ludahnya dengan sulit dia seakan melihat hawa gelap yang menyelimuti tubuh tuannya itu.
"Dion" Ucapan Arion ini di telinga Dion terdengar seperti sedang menggertak nya
*Ya Tuhan lindungi aku, kasihanilah aku aku belum melepaskan keperjakaan ku" Dion berdoa dalam hati karena dia benar-benar takut saat Arion dalam mood jelek semua orang akan jadi sasarannya
"I.. Iya tuan" Jawab Dion gugup, entah kesalahan apa yang akan Arion permasalahkan dengan nya.
"Apa kau sudah menemukan keberadaan susan? " pertanyaan Arion ini mampu membuat Keringat dingin bercucuran di kepala Dion
__ADS_1
"So.. soal ini saya belum mendapatkan petunjuk, se.. seperti nya ada yang menghalangi kita tuan" Ucap Dion menjelaskan situasi nya
Br aaaakkk kkk kkkk benar saja laptop di hadapan Arion hancur seketika, mood Arion benar-benar sedang buruk.
"Apa katamu? " Menatap tajam Dion, Dion bahkan tidak sanggup untuk menelan ludahnya, dia hanya berharap ada malaikat yang datang membantunya saat ini.
"Wah seperti nya kalian sedang memainkan hal yang seru" Ucap Rocky yang baru saja tiba dan melihat laptop yang jatuh berantakan di bawah, paling tidak laptop Arion harganya lebih mahal dari laptop milik Dion.
"Diam! kau kenapa datang kemari" Tanya Arion dia masih dalam mood buruk, sedangkan Dion merasa sedikit tenang ada sahabat nya di situ, meski keringat dinginnya masih membasahi keningnya.
Rocky memberikan kotak di tangannya pada Dion, Lalu berjalan mendekat kearah Arion duduk di depan meja Arion, memainkan kursi dan memutar tubuhnya dengan kursi itu.
"Berhenti bermain-main katakan ada apa kau kesini! " Ucap Arion dengan wajah dingin suara setengah berteriak.
" Apa ada sesuatu yang membuat mu marah, kau jadi tidak sabaran " Dalam situasi seperti ini Rocky masih berani bercanda, tapi di balik candaan nya via sendiri sebenarnya merasa takut saat Arion dalam mood buruk.
"Katakan! atau aku akan menendang mu" Perkataan Arion itu mampu membuat Rocky segera mengubah wajahnya menjadi serius tidak lagi bermain main
"Katakan! atau aku membunuhmu" Bersiap melempar bolpoin yang ada di tangannya menempatkan nya sejajar dengan jantung Rocky
"Kau benar-benar kutub es tidak bisa santai sedikit" Gerutunya Rocky
*Ayolah Rocky kau jangan bermain-main lagi Atau kita berdua akan mati dalam keadaan jomblo " Ucap Dion dalam hati
Arion sudah bersiap untuk melempar bolpoin yang ada di tangannya
"Tunggu-tunggu Arion kau jangan bercanda seperti itu, ini tidak lucu meski Itu tidak bisa membunuhku tapi kalau kau yang lempar aku pasti akan terluka, aku akan katakan aku kemari untuk mengganti laptop Dion yang kau rusak yang kedua aku tidak sengaja menemukan Susan masuk ke rumah besar"
"Susan? " Arion memastikan nama yang dia dengar apakah salah atau tidak
__ADS_1
"Benar, seperti dugaan mu dia berada di wilayah paman Daniel, dia tau kita tidak akan menyentuh wilayah paman Daniel" Ucap Rocky
Arion terlihat tengah berfikir "Tapi bagaimana dia bisa tau, masalah ini hanya orang kita yang tau bahwa kita tidak akan menyentuh wilayah pak tua itu"
"Bagaimana menurutmu Dion? " Tanya Rocky yang menyeret sahabat nya itu untuk masuk memberikan pendapat
"Apa mungkin ada pengkhianat? " Ucap Dion begitu saja
"Aku rasa orang kita tidak akan ada yang berani"
"Benar, apalagi melawan sang penguasa seperti mu, apa dia cari mati" Ucap Rocky perkataan nya sebenarnya ingin mengatai atau memuji entahlah hanya Rocky yang tau.
"Lalu apakah mungkin Marion sudah mengetahui dari awal, bagaimana pun dia adalah orang kepercayaan Nyonya Angel" Ucap Dion mengatakan apa yang dia pikirkan
"Aku juga merasa begitu, seperti nya memang Mario Harris benar-benar sudah merencanakan dengan sangat matang" Ucap Arion
"Tapi untuk apa mereka kembali kemari, bukankah mereka sudah aman keluar dari Negera ini kenapa mereka kembali? " Pertanyaan ini membuat Rocky bingung
"Apa mereka kembali untuk menyelamatkan Nona Olivia? " Ucap Dion membuat empat nata menatapnya tajam
"Itu tidak mungkin" Ucap Arion dan Rocky bersamaan, membuat mereka saling menengok ke arah masing-masing
"Aku setuju, Olivia bukan anak Mario Harris untuk apa dia repot-repot menyelamatkan Olivia? itu mustahil" Ucap Rocky
Arion dan Dion mengangguk menyetujui perkataan Rocky "Jadi apa tujuan mereka kembali? " Dion berbicara sambil berfikir begitupun Rocky dan Arion tengah menebak apa yang di rencanakan keluarga Mario Harris itu..
#Terimakasih kakak readers yang sudah setia membaca cerita aku, jangan lupa yang Like, komen, rate 5bintang, gift dan votenya ya..
Jangan lupa masukin ke novel favorit kamu
__ADS_1
TERIMAKASIH