MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 211


__ADS_3

Arion bergegas menuju ke rumah sakit, dia bahkan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Arion benar-benar panik saat mendengar Selena mencoba untuk menikam Olivia "Jangan terjadi sesuatu padamu Olivia aku mohon, Tuhan kali ini aku meminta padamu jadi kau harus mengabulkan nya, jangan kau biarkan terjadi sesuatu pada wanita ku" Seorang yang sombong tengah meminta pada Tuhannya.


Arion memarkirkan mobilnya dengan terburu-buru dan keluar dari mobil dengan berlari Sekuat-kuatnya doa tidak ingin terlambat.


Saat melihat di depan kamar Olivia tidak ada penjaga itu membuat Arion semakin was-was, Arion segera membuka pintu "Olivia apa kau baik-baik saj... " Ucapan Arion terhenti saat matanya melihat apa yang sedang istrinya lakukan.


Rania setelah melihat tuannya datang FIA segera menyingkir dan memberikan jalan untuk tuannya.


"Olivia" Arion segera memeluk istrinya yang tengah asik menyesap buah lemon di tangannya "Syukurlah kau baik-baik saja" Arion merasa lega saat melihat istrinya yang terlihat sangat ceria bergurau dengan Rania.


"A.. ada apa ini? ke.. kenapa kau terlihat sangat khawatir? " Olivia sedikit bingung karena pelukan Arion yang begitu erat memeluknya. "Boo kau memeluk ku terlalu erat, aku su.. sulit bernafas" Seketika mendengar ucapan Olivia Arion segera melepaskan pelukannya.


"Ah maaf sayang, aku hanya terlalu khawatir" Rania sedikit terperanjat mendengar tuannya yang angkuh dan sombong itu meminta maaf.


"Khawatir untuk apa? " Olivia bahkan sudah lupa kejadian yang baru saja menimpa nya, semua karena dia terlalu menikmati lemon di tangan nya itu.


"Soalnya Rafael bilang kau hampir saja di tikam oleh Selena" Setelah mendengar ucapan Arion Olivia baru ingat dia baru saja mengalami hal seperti itu.


"Ah benar tapi aku baik-baik saja boo, kau lihat tidak ada yang tergores sama sekali" Olivia tersenyum dan sedikit menggerakan badannya untuk memperlihatkan bahwa dirinya baik-baik saja.


"Kau memang terlihat baik-baik saja, tapi" Arion tidak melanjutkan ucapan nya membuat Olivia bertanya-tanya menatap suaminya dengan bingung.


"Tapi? apa? " Tanya Olivia yang penasaran karena suaminya memotong kalimat nya.


"Tapi apa ini semua? kau masih belum sehat dan memakan begitu banyak lemon" Arion sekilas tadi melihat tumpukan kulit lemon di atas piring.


"Hehe, aku hanya ingin makan yang asam-basa agar tubuhku merasa segar" Olivia tersenyum dengan memamerkan gigi putihnya yang berderet.


"Cukup!! ini bukankah terlalu banyak, Rania bawa dan simpan buah lemon yang tersisa" Arion khawatir melihat Olivia yang memakan lemon hampir dua atau tiga buah

__ADS_1


"Tidak, aku tidak mau, tidak boleh di bawa pergi boo tidak" Olivia berusaha merampas lemon di atas meja yang akan di ambil oleh Rania.


"Olivia ini tidak baik bagi tubuhmu, sepagi ini sudah memakan buah lemon? " Ucap Arion


"Tapi ini sangat segar" Ucap Olivia, Olivia menggembungkan pipinya terlihat wajah kecewa nya saat dia harus menghentikan aktivitas menyesap nya.


Arion tidak tega melihat wajah Olivia yang terlihat kecewa itu "Apa kau benar-benar menyukai buah yang asam ini"


"Ini tidak asam, kau harus mencoba nya" Olivia menyuapi Arion lemon yang telah dia coba.


Arion hanya bisa pasrah dia tidak ingin melihat wajah kecewa lagi dari istrinya "Suuupp ahhh ini benar-benar tidak asam" Ucapan Arion membuat bola mata Rania hampir keluar karena terkejut.


"Benarkan ini tidak asam, jadi boo bisakah aku mendapat kan satu kantung lemon lagi" Wajah Olivia terlihat sangat berharap membuat Arion tidak tega


"Baiklah Rania borong semua lemon yang ada di mall aku mau mereka mengirimkan semua lemon nya ke rumah kita " Arion memberikan black card nya.


"Tuan Arion apa kau serius? " Pertanyaan Rania seketika terjawab oleh wajah serius Arion. 'Siapa yang tadi melarang Olivia makan lemon, sekarang malah menyuruhku membeli semua lemon, tuan begitu cepat merubah perkataan nya tidak seperti tuan yang aku kenal dulu, dia berubah karena Olivia saat ini melihat nya tidak semenakutkan dulu' Gumam Rania sedikit tersenyum.


"Baik tuan saya mengerti" Rania segera bergegas pergi untuk membeli lemon tapos sebelumnya dia sudah menelepon seseorang untuk mengantarkan satu set pakaian untuk Arion.


"Sayang kau lanjut makan aku ingin membersihkan tubuhku" Ucap Arion yang beranjak untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Olivia hanya mengangguk dia kembali menikmati lemon yang membuatnya tidak bisa berhenti menyesap nya.


Arion merendam dirinya, layanan di ruang VVIP ini seperti layanan mewah di hotel berbintang, sampai-sampai Arion bisa merendam dirinya.


Beberapa menit berlalu "Boo satu set pakaian mu sudah datang" Ucap Olivia.


"Ya aku akan segera keluar" Arion keluar dengan tubuh setengah telanjang nya karena dia hanya melilit bagian pinggang kebawah dan hanya menutup di atas lutut saja.

__ADS_1


"Boo ap.. apa yang kau lakukan ke.. kenapa keluar seperti itu " Olivia menelan ludahnya kasar dan menutup satu bagian matanya dan pura-pura tidak melihat tubuh proposional suaminya, Olivia tiba-tiba ingin meraba perut rata suaminya itu.


"Ha? lalu seperti apa aku harus keluar dari kamar mandi kalau tidak seperti ini sa-yang" Muncul rasa untuk menjahili istrinya yang terlihat salah tingkah itu.


Arion berjalan mendekat ke arah Olivia masih dengan handuk yang menempel di pinggang nya, Arion mengambil satu tangan Olivia dan merabakan tangannya pada perutnya yang bakal roti sobek itu.


"Hei Boo ap.. apa yang kau lakukan ini.. ini rumah sakit" Ucap Olivia panik


"Lalu kenapa kalau ini rumah sakit? apa kau lupa ini rumah sakit milik siapa? "


"Ak.. aku tau ini rumah sakit milik keluarga mu tapi.. tapi pintunya tidak di kunci" Ucap Olivia yang terlihat panik saat Arion mulai meraba bibir Olivia.


"Baiklah aku akan menguncinya " Arion bersemangat.


"Tidak bukan itu maksud ku boo, jangan lakukan sekarang tu.. tubuhku masih penuh luka" Ucap Olivia sedih dia takut suaminya tidak berselera saat lukanya akan membekas di tubuhnya.


Arion kemudian mencium bibir Olivia singkat "Apa kau sedih karena luka cambuk ini? sayang jangan khawatir dokter mengatakan luka ini tidak akan membekas, jangan khawatir ok" Arion menebak isi pikiran Olivia dengan benar.


Olivia hanya mengangguk "Hah sudahlah lanjutkan saja makan Lemon nya, aku akan mengganti bajuku" Ucap Arion yang tidak ingin melanjutkan menjahili istrinya itu.


Olivia kembali menyesap lemon nya dan Arion berganti pakaian. Setelah selesai mengganti pakaian nya Arion duduk di samping ranjang Olivia.


"Olivia aku dengar kau.. " Fiona masuk tanpa mengetuk pintu karena mendengar kabar dari Andreas kalau Olivia hampir di tikam oleh ibu tirinya.


"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu" Ucap. dingin Arion.


"Kak kau di sini? bagaimana keadaan mu Olivia apa kau baik-baik saja? " Tanya Fiona yang mendekat ke arah Olivia di ikuti Aric yang berada di belakang nya.


"Aku baik-baik saja Fiona tidak ada masalah" Olivia tersenyum.

__ADS_1


"Syukur lah, tapi kenapa masih pagi sudah menyesap lemon begitu banyak, apa jangan-jangan kau? " Ucapan menggantung Fiona itu membuat semua orang berfikir


__ADS_2