MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 76


__ADS_3

Arion merasa jantungnya akan keluar dan berhenti memakan makanan nya dia bergegas meminum air putih di gelas yang ada di depannya.


"Tuan kenapa? " Olivia melihat ada yang tidak beres pada Arion, Olivia mencoba mendekat dan meraih tangan Arion untuk mengecek nadinya.


Arion merasa jantung nya semakin berdetak dia segera melepaskan tangan Olivia dari dirinya dia segera kabur dan meninggalkan Olivia yang mematung kebingungan.


Arion menekan dadanya " Apa aku menderita penyakit parah kenapa saat dia memeriksa nadiku jantung ku semakin berdetak kencang apa dia menularkan penyakit padaku? " Arion berjalan tanpa melihat ke depan dia sibuk menenangkan jantung nya tanpa sadar dia hampir menabrak seseorang yang ada di depannya. Untunglah orang itu bersuara sehingga menghentikan langkah Arion.


"Ekhm " Suara itu membuat Arion menghentikan langkahnya.


"Kenapa kau di sini? " Tanya Arion saat melihat papanya ada di depannya hanya beberapa cm darinya.


"Ini rumah ku dan terserah ku mau berada di mana" Jawab Rayyan sengaja memberitahu kekuasaannya di rumah ini pada Putra nya. "Kau terlihat seperti di kejar hantu? apa yang terjadi apa kau sakit"


"Apa kau pernah merasa sesak nafas, jantung berdetak. lebih cepat dari biasanya, dan tidak merasa jijik dengan makanan bekas orang lain? sepertinya aku menderita virus yang mengerikan" Arion masih menepuk-nepuk pelan dadanya.


"Apa kau baru saja bertemu dengan Olivia? " Tebak Rayyan yang mendapat anggukan dari Arion, Rayyan tertawa teringat dirinya yang dulu bodoh tentang perasaan nya pada Tiara, ternyata Anaknya mewarisi gen yang sama dengannya.


"Bagaimana bisa kau tau aku bersama dengannya" Arion merasa bingung dia merasa sedang di jebak oleh Papa nya dengan pertanyaan nya tadi.


"Karena Papa dulu merasakan hal yang sama saat bersama mamamu" Ucap Rayyan sembari menepuk pundak putranya dan pergi.


Arion semakin bingung dengan ucapan papanya "Apa mungkin penyakit turunan? " Tanya Arion pada dirinya dia tersadar dan ingin mengejar papanya tapi papanya ntah telah masuk ke ruangan mana. "Ah sudahlah lebih baik tidur dan besok bertanya padanya, jika memang penyakit keturunan tentu sudah ada obatnya" Arion melangkahkan kakinya pergi.


Sedangkan Rocky yang sedari tadi bersembunyi melihat tingkah Arion dan Olivia kini memutuskan keluar dan menemui Olivia


"Apa masih ada sisa makanan untuk ku? " Tanya nya pada Olivia yang membersihkan sisa makanan Arion dan dirinya.


"Tidak ada, apa kau lapar? aku bisa membutakan mu sesuatu" Ucap Olivia yang tidak ingin Rocky yang dianggap sahabatnya itu kelaparan.


"Tidak, hanya melihat sisa makanan terlihat enak" Rocky tersenyum pada Olivia.


"Sayang sekali ini sudah habis, jika kau memang lapar aku akan membuat kan nya lagi"

__ADS_1


"Tidak perlu, nah Olivia bagaimana menurutmu Arion dan Aric? " Tanya Rocky tiba-tiba


"Kenapa? ada apa tiba-tiba menanyakan tentang mereka kepadaku? " Olivia bingung dengan sikap Rocky


"Tidak ada apa-apa aku hanya merasa Aric lebih baik dari pada Arion" Pancing Rocky sengaja ingin mengetahui apa yang Olivia pikirkan tentang Aric dan Arion mana yang lebih baik menurut Olivia.


"Mereka berdua memiliki wajah yang sama meski tuan Arion terlihat lebih dingin tapi mereka berdua memiliki hati yang sama hanya saja tuan Aric terlihat lebih mudah bergaul" Ucap Olivia dia berusaha tidak memihak siapapun.


"Benarkah lalu jika kau di beri pilihan untuk memilih kau akan memilih siapa? " Tanya Rocky penasaran.


"Apa mereka akan mencalonkan diri sebagai presiden kenapa aku harus memilih? " Tanya Olivia polos membuat Rocky menggelengkan kepalanya.


"Ah sudahlah" Rocky memilih menghentikan percakapan mereka dia tau Olivia tidak akan menjawab pertanyaan nya mengenai laki-laki. "Apa masih belum selesai kau membersihkan nya? " Ucap Rocky yang melihat Olivia masih sibuk dengan mencuci piring di tangannya


"Hampir selesai, apa kau bertanya hal tidak penting hanya untuk menemaniku? " Tebakan Olivia benar sekali selain ingin mengetahui kesan Olivia pada si kembar dia juga ingin menemani Olivia agar tidak sendirian di dapur.


"Apa begitu cepat ketahuan? " Rocky menggosok lehernya yang tak gatal sembari tersenyum kikuk.


Olivia kembali ke kamar dengan pelan membuka pintu kamar, dia tidak ingin membangunkan Aleena Olivia segera merebahkan tubuhnya di samping Aleena.


Pagi menyapa...


Olivia bangun lebih cepat seperti biasa dia melihat Aleena yang membuang selimut nya, Olivia menyelimuti nya kembali. dan pergi untuk ke dapur.


Di dapur terlihat beberapa pelayan yang sudah mulai memasak, Olivia membaur dan membantu mereka.


"Nona biarkan kami saja" Ucap pelayan yang terlihat sudah paruh baya itu


"Tidak apa-apa bi, saya sudah terbiasa untuk melakukan pekerjaan rumah jawab Olivia yang segera mengerjakan pekerjaan yang ada.


Semua sarapan sudah selesai di buat, satu persatu anggota keluarga turun ke bawah bersiap untuk sarapan pagi.


Aric dan Rayyan turun terlebih dahulu dan melihat Olivia menata masakannya di atas meja.

__ADS_1


" Olivia kau bangun pagi dan membantu bibi? apa kau tidak lelah kemarin baru saja memasak begitu banyak untuk makan keluarga " Ucap Aric khawatir dengan kesehatan Olivia bagaimanapun Olivia adalah tamu di keluarga Aditama terlepas apa status Olivia dan pekerjaannya.


"Tidak masalah Tuan Aric saya sudah terbiasa melakukan ini semua" Ucap Olivia yang terus menata makanan di atas meja.


Rayyan tersenyum dia senang melihat Olivia yang begitu rajin, sikapnya yang baik hati dan penolong mengingatkannya pada Tiara di masa lalu *Bagus jika Arion bisa segera menyadari perasaannya " Gumam Rayyan dalam hati dan memandang Olivia membayangkan anaknya yang keras kepala bisa luluh dengan kelembutan Olivia.


"Berhenti menatapnya kau sudah memiliki istri lagi pula kau sudah bau tanah" Ucap Arion yang mendapati papanya menatap Olivia tak berkedip


Rayyan tertawa dalam hati memikirkan Arion yang begitu posesif tapi tidak mengerti tentang perasaan nya, benar-benar mengingat kan Rayyan pada dirinya di masa lalu.


"Sepertinya Mama mu tidak keberatan aku memiliki istri muda" Rayyan sengaja memancing Arion.


"Apa kau bercanda!! " Ucap Arion bersamaan dengan Aric


"Papa" Ucap Aric bersamaan dengan Arion


"Hahaha aku hanya bercanda, Olivia sudah aku anggap sebagai Anak sendiri sejak melihat dia begitu sabar menemani Arion yang membangkang bertemu dengan mamanya " Sindir Rayyan


"Berisik!! dia menemaniku karena dia adalah orang ku " Ucapan Rayyan membuat Olivia sedikit terkejut baru kali ini dia di perlakuan seperti orang dia bisanya menyebutnya barang atau peliharaan miliknya


"Masih orang mu jadi bukan wanita mu jadi papa masih bisa menjodohkan nya dengan Aric atau Daffin" Rayyan sengaja memancing Arion.


"Terserah!! " Mulut Arion mengatakan terserah tapi hati dan pikirannya mengatakan tidak.


"Paman jangan menjodohkan Olivia lagi, dia ini sudah memiliki kekasih, dan kekasihnya baru saja menelpon ku" Ucap Rocky memperlihatkan nama Andreas di riwayat telepon


Mata Arion membulat tangannya mengepal dia hampir lupa Andreas yang merupakan mantan kekasih Olivia masih menunggu Olivia.


"Apa yang dia katakan!! "


"Kita harus segera pulang Arion nenek " Rocky menghentikan kalimat nya saat Arion sudah menatapnya tajam


"Ada apa dengan nenek?!! katakan!! " Arion meremas tangannya sendiri dia sangat takut terjadi hal buruk kepada neneknya.

__ADS_1


__ADS_2