MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 55


__ADS_3

"Nyonya Tiara, Saya menolak untuk anda memeluk saya" Ucap Arion kemudian ingin melangkah pergi lagi.


"A.. Arion maafkan Mama dan Papa" Ucap Tiara lemah.


"Maaf untuk apa? simpan saja maaf Anda " Menatap sekilas wajah yang mulai menua dan pucat itu, Air mata juga membasahi wajahnya. Arion merasa agak sesak namun dia menahan perasaan kasihan itu, dan benar-benar melangkah ke arah pintu dan ingin pergi.


Namun saat Arion ingin membuka pintunya, mencoba membukakan nya namun tidak bisa "Apa yang kalian lakukan, buka pintunya sekarang!! " Suaranya sedikit meninggi.


"Tidak ada yang mengunci pintu nya" Rayyan tidak merasa mengunci pintu kamar itu


Arion menatap Aric yang datang terakhir " Jangan menatap ku Arion, aku tidak menguncinya, kau bisa periksa saku ku" Aric mengatakan sebenarnya.


Arion menghela nafasnya ini pasti ulah Rocky dan Daniel "Rocky kau benar-benar menguji kesabaran ku " Mengepalkan tangannya kuat sembari bergumam


"Hachu aku merasa hawa dingin di sekitar ku" Ucap Rocky menggosok tubuhnya yang merasa bergidik ngeri.


Rayyan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan mendekat pada Arion "Beri kesempatan kami untuk menjelaskan kejadian 19 tahun lalu" Ucap Rayyan kali ini Arion hanya diam.


"Aku tidak pernah menipu mu, karena memang perjanjian awal aku dan nenekmu Aric lah yang akan pergi untuk menjaganya, tapi hari itu.. "


FLASBACK ON


"Tuan Rayyan, Tuan Aric dan Tuan Arion di culik" Ucap Bima yang mendapatkan laporan dari anak buahnya


"Bagaimana bisa di culik! apa kau bodoh " Menatap Bima tajam


"Seperti nya Tuan Muda sudah di awasi, saat kami menjemput nya mereka sudah tidak ada, di lihat dari CCTV orang yang menculik Tuan Muda menggunakan mobil yang sama seperti yang biasa menjemput Tuan Muda dan lagi mungkin mereka tidak curiga karena orang itu Adalah orang kita" Ucap Bima memberikan analisa nya.


"Kerahkan semua anak buah kita temukan mereka dalam dua jam, aku tidak ingin mereka terluka"


"Baik Tuan"

__ADS_1


Rayyan bergegas menghubungi kenzo mereka bergerak dengan cepat namun tiba-tiba handphone Rayyan berbunyi itu telepon dari istrinya.


"hubby, paman Justin meninggal" Ucap Tiara lemah dari seberang telepon, itu membuat pikiran Rayyan semakin kacau apa lagi setelah Tiara berkata " Ibu ingin Aric segera datang untuk hidup bersama Ibu" Ucap Tiara.


Rayyan hanya diam, dia tidak mungkin bilang jika anak mereka sedang di culik " Baiklah aku mengerti" Ucap Rayyan berusaha bersikap biasa.


Rayyan berjalan menaiki mobilnya bersiap bertemu dengan Kenzo, kenzo dan Brain tengah melacak keberadaan mobil yang membawa Arion dan Aric.


Beberapa menit berlalu mereka menemukan keberadaan Aric dan Arion, mereka bergegas ke sana.


Rayyan dan Kenzo kini sudah berada di gedung tak berpenghuni, mereka berpencar untuk menemukan keberadaan Aric dan Arion tapi sesampainya di sana mereka melihat seseorang yang tengah menunggu kedatangan mereka.


"Kau siapa? " Menatap ke arah mereka


"Bahkan Tuan Rayyan tidak tau aku! kau memang sangat sombong dengan cepat melupakan orang yang kau hina! " Laki-laki itu menatap penuh kebencian pada Rayyan membuat Rayyan mengernyit kan dahinya


"Kau tau dia Kenzo? " Bertanya pada sahabat nya


"Kalian benar-benar duo menyebalkan beraninya mencoba membodohi ku, aku sudah bekerja lama di perusahaan dan kau memecat ku secara tidak hormat dan tidak memberikan pesangon sekalipun, kau membuat aku di tinggalkan istri dan anak ku! Rayyan aku sangat membencimu! kali ini kau akan merasakan kehilangan kedua anakmu" Teriaknya


Arion mengingat dia adalah Rama orang yang baru saja dia pecat, dia melakukan kesalahan dengan berkhianat membuat Rayyan kehilangan dia tender bernilai milyaran rupiah.


"Kau pantas mendapat kan itu! kau pria yang serakah! gaji dari ku sudah cukup banyak tapi kau berani mengkhianati perusahaan ku, jika tidak berfikir kau sudah lama berada di perusahaan aku sudah mengirim mu ke neraka, tapi aku salah telah berbaik hati padamu kau bahkan berani menyentuh anak ku! " Menatap tajam Rama, membuat Rama bergidik ngeri hanya dengan tatapan itu dia merasa sedikit gemetar.


Rama berusaha tenang, rasa marahnya kepada Rayyan benar-benar besar, setelah dia di pecat tidak ada perusahaan yang bisa menerimanya, istrinya meninggal kan nya dan membawa anaknya, dan selingkuhan nya tidak mau menampungnya karena semua hartanya sudah di alihkan atas nama istrinya, hidup Rama kacau dan dia merasa tidak adil untuk Rayyan hidup bahagia sedangkan dia menderita.


"Berisik!! saat ini aku yang memegang kendali! kau tidak akan bahagia lagi, kau akan kehilangan semuanya seperti aku!! hahahaha" Teriaknya menggila dan memegang alat peledak boom di tangan nya


Rayyan terkejut dengan apa yang Rama lakukan. "Kau sudah gila" Teriak Rayyan yang berlari ingin merebut pengendali boom di tangannya


"Hahaha aku memang sudah gila!, aku akan menyeret mu ke lingkaran ku hahaha" Ucapnya Rayyan berhasil mengambil pengendalian bolmong yang dia lempar tapi, Arion tidak tau rencana sebenarnya Rama, Rama mengambil satu alat pengendali bom lain di sakunya

__ADS_1


BBOOOOOOOMMMMMMM!!!!


Gedung yang tidak jauh dari mereka meledak, Rama tertawa "Hahaha.. Anak mu sudah mati Hahaha.. Anak mu sudah mati!!" Teriak nya


"Rama kau brengs*k!! " berlari ke arah Rama dan memberikan pukulan bertubi-tubi pada Rama, hingga wajah Rama tak terlihat wajah lagi.


"Rayyan kita tidak perlu mengurus tikus ini! kita segera ke sana, Bima sudah ada di sana"


"Berengs*k!! kalian semua siksa dia sampai dia merasa mati segan hidup pun tak mau!! " Ucap Rayyan melempar tubuh babak belur Rama ke anak buah Kenzo.


Rayyan dan Kenzo bergegas ke gedung itu, Rayyan terlihat bergetar saat melihat gedung itu telah hancur.


"Tidak.. Tidak.. tidak mungkin, katakan ini hanya ilusi" Ucap Rayyan yang tubuhnya memucat "Cari Tuan Muda jika kalian tidak menemukan nya aku akan membunuh kalian semua! " Teriak Rayyan dengan frustasi.


Semua orang bergegas untuk mencari keberadaan Aric dan Arion di bawah puing-puing bangunan itu.


"Aku tidak akan membiarkan malaikat maut menyentuh Anak ku! tidak akan!! " Teriak Rayyan sembari berjalan menuju gedung itu dengan tubuh yang sedikit bergetar dan terlihat lemah, dia masih berusaha tenang


"Rayyan kau tenanglah aku akan mencari bersama Bima, kau di sini saja"


"Kenzo apa kau akan berkata begitu saat anak mu yang berada di dalam sana hah! " Menarik kemeja kenzo.


"Tapi dengan tubuh mu seperti ini, aku khawatir kau yang malah akan terluka"


"Berisik!! aku baik-baik saja! aku harus menemukan anak-anak ku" Teriak Rayyan sembari melepaskan Tubuh kenzo


"Aku mengerti" Ucap Kenzo yang tak ingin berdebat lagi, dia tau sahabat nya itu tidak sedang baik-baik saja


"Tuan Rayyan " Teriak Bima sembari berlari


Rayyan menatap nya "Apa kau menemukan mereka? " Ucap Rayyan penuh harap

__ADS_1


__ADS_2