
"Tuan gawat! " Ucap Rafael dari Seberang....
"Katakan dengan jelas ada apa?! " Ucapan Arion yang wajahnya kini telah berubah dari bahagia karena suapan Olivia kini berubah menjadi sangat marah dan terlihat menakutkan.
"Terus lakukan pencarian! aku akan ke sana mendengar penjelasan mu! " Arion mematikan HP nya dengan emosi yang masih menggebu-gebu.
"Ada apa? apa ada yang terjadi? " Tanya Olivia yang terlihat khawatir Arion dengan cepat merubah raut wajahnya dan menggelengkan kepala nya.
"Tidak ada apa-apa, kau tetaplah berbaring di sini, sampai tubuhmu merasa lebih baik" Ucap Arion yang suaranya sangat berbeda saat bersama dengan Olivia.
"A-aku sudah lebih baik kok" Ucap Olivia yang merasa akan gawat jika ada yang masuk ke kamar Arion dan menemukannya.
"Benarkah" Menatap tidak percaya istrinya membuat Olivia sedikit gugup.
"I.. iya benar aku sudah lebih baik" Ucap Olivia dengan penuh percaya diri membuat Arion merasa ingin Menjahili nya.
"Benarkah? kalau begitu kita bisa mengulang lagi permainan semalam" Ucapan Arion itu membuat Olivia tidak bisa menelan ludahnya sendiri karena terkejut.
"Tidak bisa! " Jawab lantang Olivia ekspresi yang benar-benar kikuk membuat Arion tertawa, tawa yang tidak keras tapi terlihat tawa yang sangat lepas menandakan Arion benar-benar sedang merasa senang. "Ja.. jangan tertawa ak.. aku bel.. belum siap melakukan nya lagi" Ucap Olivia gugup.
Arion menyudahi tawanya berganti dengan senyum "Eh benarkah belum siap? apa performa ku kurang baik sehingga istriku tidak ingin lagi" Arion masih saja menggoda Olivia.
"Tidak perfoma mu sangat bagus" Jawab polos Olivia yang mendapatkan tawa lagi dari Arion, Olivia reflek menutup mulutnya itu.
__ADS_1
"Dasar, bagaimana kau bisa se menggemaskan ini" Arion memeluk Olivia dengan erat, kemudian mencium bibir mungil yang tertutup di sana. Arion mencium Olivia dengan sangat lembut tangan Arion berusaha membuka sesuatu di sana Olivia sangat terkejut.
'Jangan-jangan dia mau melakukan nya lagi, tidak-tidak tidak boleh badanku sudah mau hancur ' Ucap Olivia dalam hati dia terus berfikir agar Arion segera pergi. Olivia terus berfikir Arion saja tidak mau melepaskan ciuman nya bagaimana Olivia bisa mengusir nya pergi.
Saat lidah Arion mulai menjelajah Olivia dengan inseng menggigit nya agar Arion berhenti menciumnya dan tidak memintanya melakukan nya lagi. Benar saja Arion langsung saja menghentikan ciumannya dan menatap Olivia.
'Apa dia marah? ' Ucap Olivia dalam hati sambil menunggu apa yang akan di lakukan Arion.
"Apa kau sedang menggodaku? " Perkataan Arion membuat Olivia terkejut bagaimana bisa seseorang yang di gigit lidahnya malah bilang seperti itu.
"Tidak aku tidak menggoda mu, sudahlah kau harus pergi bukankan Rafael telah menelepon mu, aku.. aku akan istirahat my boo" Olivia mendorong Arion menjauh darinya lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Arion hanya bisa tersenyum dengan tingkah istrinya tapi setidaknya dia sudah berhasil membuat Olivia beristirahat di kamarnya. "Baiklah aku akan pergi, ingat kau harus istirahat jika tidak aku akan menghukum mu! " Arion mengecup bagian kepala Olivia yang masih terlihat di ujung selimut.
Sedangkan Arion bergegas untuk pergi dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, dia pergi ke markasnya, di sana sudah ada Rocky, Dion dan juga Rafael yang tentu saja menunggu kedatangan nya.
Arion memarkirkan mobilnya berjalan ke arah Rocky yang berada di paling depan "The, apa yang terjadi! " Ucap Arion saaat langkah kakinya sudah berhenti tepat di hadapan ketiga laki-laki keren itu.
"Kita bicarakan di dalam! " mendengar ucapan Rocky Arion menganggukkan kepalanya dan berjalan melewati Rocky, Rocky, Dion dan Rafael segera mengikuti langkah Arion.
"Sesuatu yang gawat? apa yang sudah terjadi Rafael katakan padaku? " Ucap Arion dengan wajah yang begitu dingin membuat siapa saja tidak bisa menebak apa yang sedang Arion pikirkan sekarang.
"Tu.. tuan maafkan saya, Susan berhasil kabur setelah dia di pindahkan ke ruang perawatan ternyata pasien yang di bawa bukan Susan" Jelas Rafael namun mendengar ucapan Rafael Arion tidak merasa terkejut.
__ADS_1
"Kau apa kau sudah menebak ini akan terjadi? " Ucap Rocky yang tau betul sikap Arion ini benar-benar santai dan tidak ada kemarahan karena tahanan nya telah kabur.
"Sa! siapa yang tau! " senyuman yang begitu misterius terlihat dari wajah Arion membuat Rocky sangat yakin, ini semua sudah ada dalam perhitungan Arion.
"Kau membuatku meninggalkan kesibukan ku? Rafael! apa aku harus menghukum mu? " Ucap Arion yang sangat kesal hari indah bersama Olivia harus sirna hanya karena berita Susan kabur , seandainya Rafael menceritakan nya di telepon dia tidak akan kehilangan hari berbaring bersama istrinya.
"Kesibukan, tuan apa kita akan menjalin kerjasama lagi? kenapa aku tidak tau kalau tuan sibuk" Reflek dion menjawab sambil mengingat pekerjaan dan skedul yang ada.
"Kesibukan ku tidak ada hubungannya denganmu apa lagi dengan kantor! " Sikap dingin Arion mulai terasa tatapannya Yang mematikan siap saja yang melihat nya.
"Heehh" Wajah Rocky seketika berubah doa merasa penasaran dan ingin tau apa yang terjadi, kesibukan yang Arion katakan pasti tentang hubungan Arion dan Olivia, jiwa wartawan Rocky mulai muncul "Beritahu padaku apakah kesibukan mu itu menyangkut masa depanmu? " Tanya Rocky yang terlihat sangat antusias.
Arion mengeluarkan HP nya "Berisik! bukan urusan mu! Rafael hidupkan komputer ku lacak ini" Arion menyerahkan HP Arion yang terhubung ke sebuah rute GPS.
"Ini? kau memasang GPS di tubuh Susan? " Tanya Rocky, mendengar ucapan Rocky Arion hanya mengangkat bahunya saja dengan wajah yang terlihat sombong
"Tunggu tapi kenapa tidak ketahuan? apa musuh mu terlalu ceroboh? " Rocky merasa heran aturan di dunia bawah harusnya semua orang tau siapapun yang pernah menjadi Sandra harus di cek terlebih dulu apakah ada alat pelacak atau apapun yang di tanam di dalam tubuh.
"Bukan mereka yang ceroboh tapi aku yang terlalu pintar" Muncul lagi sikap sombong Arion namun sikapnya itu di padukan dengan wajah dinginnya benar-benar membuat nya menjadi sempurna.
"Di mana kau memasangnya? beritahu aku? aku sangat penasaran" Rocky menatap Arion penuh harap dia ingin tau.
"Dari pada kau memikirkan hal yang tidak penting lebih baik kau pikirkan siapa pengkhianat itu! bisa membawa kabur tahanan ku dari rumah sakitku sendiri bukankah dia begitu mengenal rumah sakit kita? " Ucap Arion yang menatap ke arah dion dan Rocky yang mengangguk mengerti apa yang Arion katakan.
__ADS_1