MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 98


__ADS_3

Setelah perdebatan antara saudara itu terjadi, mereka semua memilih diam dan menikmati alkohol milik mereka masing-masing, sampai akhirnya mereka membawa diri meraja ubah tidak sadarkan diri


Aric pun sudah mabuk dia melampiaskan perasaan nya pada Fiona kepada puluhan botol anggur yang sudah Tergeletak tak berisi "Arion" Ucap Aric sudah mulai kehilangan kesadaran


"Hmm" jawab Arion yang masih memiliki setengah kesadaran nya.


"Jika kau mencintai Olivia segera kejar dan miliki dia, dan beritahukan pada Fiona terlebih dulu agar dia bisa menyerah terhadap mu, beritahu secara baik-baik aku tidak ingin dia tersakiti" ucap Aric yang sudah mabuk.


"Apa hubungannya dengan dia" Ucap cuek Arion itu mampu membawa tubuh yang hampir tidak sadar itu berjalan ke arah Arion dengan lemah mencengkram kerah kemeja Arion.


"Kau benar-benar bodoh! dia menyukaimu! dia sangat menyukaimu, sampai dia tidak bisa memandang yang ada di depannya" Ucap Aric lesu dan melepaskan cengkraman lemahnya.


Arion tersenyum sinis "Bagaimana dia bisa menyukaiku? apa dia bodoh! " Ucap Arion yang merasa tidak seharus nya Fiona menyukainya, bahkan Arion tidak memiliki kenangan spesial dengan Fiona.


"Itu tidak penting yang jelas dia menyukaimu kau harus menolak nya dengan benar agar dia bisa menyerah tentang perasaan nya terhadap mu" Aric mulai merasa matanya sudah sangat berat perlahan menjatuhkan dirinya duduk dan menaruh kepalanya di atas meja.


Arion tidak terlalu memperdulikan ucapan Aric dia menenggak lagi minuman di gelasnya. "Kau bawa mereka semua pulang" Ucap Arion pada Dion dia masih sadar seutuhnya karena dia tidak minum sama sekali.


"Baik tuan" Dion selalu sigap dengan tugasnya.


"Kau belum mabuk bukan? temani aku di sini" Ucap Arion dengan Rocky yang memang masih sadar karena dia tidak minum banyak malam ini.


"Aku sedang tidak ingin minum, baiklah aku temani" Ucap Rocky yang memang minum lebih sedikit dari biasanya.


Dion menyuruh pelayan bar membantunya untuk membawa Daffin dan Davian sedangkan Dion membawa Aric "Tuan saya akan kembali menjemput kalian" Ucap formal Dion pada Arion


"Tidak perlu aku sudah menyuruh Rafael menjemput ku kau antar saja mereka pulang" Arion menenggak lagi minuman di gelasnya.


Dion tak banyak bicara dia hanya mengangguk menandakan dia mengerti akan tugasnya. Setelah Dion membawa pergi para tuan muda Arion mulai menghela nafasnya membuat Rocky menengok ke arah sepupu nya itu.

__ADS_1


"Ada apa?, jika ada masalah kau bisa bercerita" Ucap Rocky dia sudah tidak marah lagi atas perlakuan Arion yang tadi meninggalkan nya sendirian.


"Hmmm" Hanya keraguan yang terdengar dari mulut Arion dia seperti menahan sesuatu namun kemudian dia bersikap tenang kembali


Rocky mengernyitkan dahinya membentuk kerutan di dahinya "Apa ini tentang Olivia? " Ucap Rocky yang tau betul hanya Olivia yang mampu membuat si penguasa yang dingin ini berekspresi ragu-ragu.


Arion menenangkan dirinya dengan menenggak lagi minuman di gelasnya "Apa kau pikir dia membenci ku? " Pertanyaan itu mampu membuat Rocky terkejut bukan main


"Apa itu penting untuk mu? bukannya kau selama ini tidak perduli tentang perlakuan mu terhadap nya? tapi kenapa tiba-tiba bertanya apa dia membencimu" Rocky bertanya penuh selidik dia ingin mendengar sepupu nya mengakui perasaan nya yang sudah tumbuh terhadap Olivia.


Arion mengambil gelasnya lagi menenggak minuman nya lagi "Jawab! tidak perlu banyak tanya" Arion tidak ingin mengakui perasaan nya tapi dia ingin melihat sudut pandang orang lain tetang perasaan Olivia terhadap nya.


"Haruskah aku menjawab jujur? " Rocky sedikit tersenyum meledek sepupunya.


"Jawab saja! " Arion bersikap tenang namun sebenarnya tidak sabar ingin tahu apa pendapat Rocky, apakah Olivia membenci nya atau tidak.


"Dia seperti nya sangat membenci mu, lagi pula wanita mana yang mampu memaafkan begitu saja laki-laki yang membawa paksa dirinya untuk menanggung dosa yang tidak dia perbuat, apa lagi di hari pertama kau membawanya dia hampir kehilangan keperawanan nya " Ucapan Rocky mempu menusuk jantung Arion


Arion mengambil botol anggur di depannya meminumnya sampai habis dan melemparkan sembarang botol itu.


Pyaaaaarrr


Rocky melihat ke arah Arion "Apa yang kau lakukan? " Menahan Arion yang ingin minum lagi.


Arion sejenak melihat Rocky "Bagaimana cara ku untuk menghilangkan kebencian nya terhadap ku? " Pertanyaan lain yang mampu membuat Rocky hampir tersedak ludahnya sendiri.


Rocky tersenyum perlahan meletakkan botol yang berhasil dia rebut "Wanita adalah makhluk yang lembut, hatinya mudah rapuh, kau sudah berkali-kali menyakiti Olivia tentu saja kau harus menebus semua kesalahan mu di masa lalu"


"Maksud mu aku harus meminta maaf? " Arion meninggikan suara nya dia yang seumur hidup hanya pernah meminta maaf pada neneknya harus meminta maaf pada orang lain itu mampu membuatnya terlihat sangat tertekan.

__ADS_1


"Jika kau tidak mau mengucapkan nya, kau bisa minta maaf dengan cara menunjukkan ketulusan mu dengan tindakan" Rocky benar-benar tau sepupu nya itu tidak mudah untuk mengatakan maaf, seingat Rocky hanya pada neneknya lah Arion meminta maaf bahkan kepadanya Arion juga tidak pernah minta maaf.


"Tindakan? seperti bersujud di kakinya? kau gila , aku tidak akan merendahkan diri ku!" Ucap Arion menatap tajam Rocky


Rocky menggosok keningnya yang tak gatal, dia menggelengkan kepalanya, "Kau benar-benar sangat jenius, apa kau tidak bisa memikirkan hal yang lebih sederhana apa otak mu itu hanya berfungsi untuk sesuatu yang rumit" Rocky benar-benar tidak tau Arion ini manusia atau robot tidak bisa berfikir sederhana, dia bisa memecahkan masalah yang rumit di perusahaan tapi dia tidak bisa memecahkan masalah sederhana seperti meminta maaf.


"Kau yang bilang harus meminta maaf dengan tindakan! kenapa kau malah mengatai ku!! " Ucap kesal Arion, dia merasa ucapan nya tidak ada yang salah.


"Tindakan seperti memberinya hadiah, tidak harus bersujud Arion! " Rocky merasa gemas dengan sikap kemanusiaan yang hampir mencapai titik nol itu.


"Aku mengerti, hanya hadiah aku bisa melakukan nya" Arion mengambil gelasnya, Rocky dengan sigap menuangkan anggur di gelasnya.


Di sisi lain.


Alister sudah memarkirkan mobilnya dengan sempurna di rumah keluarga Mars.


Alister masih penasaran dengan Alasan Daniel kenapa berada di rumah sakit, dia menatap dengan teliti adakah Daniel terluka.


Daniel merasa dirinya di tatap dan berhenti kemudian melihat Alister "Sampai kapan kau menatap ku! " Ucap Daniel sedikit membentak


Alister menggosok tengkuknya yang tidak gatal "Hehe, aku hanya khawatir apa kau benar-benar baik-baik saja? "


"Simpan khawatir mu aku baik-baik saja, hanya ada urusan ke rumah sakit tidak ada yang terjadi padaku" Ucap Daniel


"Tapi kau pergi dengan mobil kemana mobilmu? " Tanya Alister masih curiga jika Daniel mengalami hal buruk.


"Ah mobil, aku meninggalkan nya di pinggir jalan seperti nya kehabisan minyak " Ucap Daniel berjalan pergi


Alister hanya menggelengkan Kepala nya melihat tingkah santai pria yang hampir berumur setengah abad itu.

__ADS_1


Daniel berjalan ke arah kamarnya dia mentap kamar yang di tiduri Olivia "Kau benar-benar mirip dengan wanita itu, tapi apakah mungkin kau" Daniel tidak melanjutkan perkataan nya saat dirinya masih ragu tentang Olivia.


__ADS_2