
Andreas terus mengikuti Olivia
"Olivia berhenti!! jika kau tidak memberikan ku penjelasan aku tidak akan berhenti mengikuti mu! " Ucapan nya sedikit keras
Olivia menghapus air mata yang terus jatuh di wajahnya dia tidak menghentikan langkah nya, dia benar-benar tidak menyangka akan bertemu kembali dengan kekasih yang dia tinggalkan beberapa tahun lalu.
"Olivia!! ku mohon berhenti!! " Andreas sedikit berlari dan berhasil meraih tangan Olivia.
"Olivia biarkan aku mendengar keluhan mu padaku! beberapa tahun ini aku tidak bisa menemukan mu, aku telah menyewa banyak detektif tapi mereka gagal menemukan keberadaan mu"
"Kau tidak pernah kemana-mana? kau yang sebenarnya tidak mencari keberadaan ku! Tuan Andreas yang terhormat hubungan kita sudah berakhir beberapa tahun lalu, jadi berhenti mengikuti ku!! "
"Tidak!! aku tidak pernah mengatakan nya hubungan kita tidak pernah berakhir dan tidak akan berakhir!! aku mencintaimu Olivia aku mencintaimu" ucapnya memeluk erat tubuh Olivia
Olivia tak dapat lagi menahan nya tubuhnya melemah dia menangis sejadi-jadinya
"Tolong jangan mempersulit ku! biarkan aku pergi dari hidupmu" ucapnya dengan air mata yang semakin deras membasahi wajahnya
"Aku tidak ingin berhubungan lagi dengan mu" ucapnya yang menundukkan kepalanya
Andreas masih memeluk tubuh Olivia yang sudah terduduk di bawah
"Apa yang kau katakan Olivia kau bercanda!! aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi tidak akan pernah! " ucapnya.
"Kenapa?! aku sudah tidak mencintai mu jadi untuk apa mempertahankan hubungan yang sudah lama mati!! " Olivia menahan tangis di setiap katanya suaranya terdengar bergetar
"Tidak!! kau mencintai ku Olivia seperti aku yang mencintaimu! jangan katakan ini, ini membuat ku hancur" Andreas memeluk erat tubuh Olivia yang masih meringkuk tak mau menatap nya
"Berhenti! jangan mencintai ku! " ucap Olivia
"Baik aku akan berhenti mengejar mu jika kau mengatakan tidak mencintai ku dengan menatap mataku! aku tau kau tidak bersungguh-sungguh mengatakan nya" Andreas masih berharap tentang perasaan Olivia padanya dia juga sangat yakin seperti dirinya Olivia juga mencintainya.
Olivia masih dalam posisi nya tak bergerak di hatinya tentu tidak bisa melakukan apa yang Andreas minta tapi dia memiliki alasannya untuk tidak bersama dengan Andreas.
"Kau tidak bisa melakukan nya bukan? Olivia jangan bohongi dirimu kita sama-sama saling mencintai! " ucap Andreas
__ADS_1
Mendengar ucapan Andreas membuat Olivia tersadar dan berusaha mengangkat wajahnya menatap wajah tampan yang terlihat sedih itu
Dengan bibir yang terasa berat Olivia angkat bicara
"A.. Aku ti.. tidak mencintaimu! " ucapnya menatap mantap Andreas
Bak di sambar petir Andreas menggelengkan kepalanya
"Hentikan candaan mu ini Olivia! " Andreas tidak percaya Olivia mengatakan nya sekujur tubuhnya kini terasa tak bertenaga.
melihat Andreas yang terdiam Olivia segera bangkit dan pergi, dia segera menjauh
*Andreas mungkin ini yang terbaik selamat tinggal " ucap Olivia dalam hati hatinya juga sakit tapi dia mengatakan ini untuk kebaikan mereka berdua
Olivia berlari ke gudang tempat dia pertama mendatangi kediaman Arion
di sana dia menangis tersedu-sedu, hatinya hancur berkeping-keping baru saja bertemu harus menyudahi dengan cepat
Baru melepas rindu namun harus segera menebar benih kebencian.
"Benar-benar jangan menangis lagi Olivia jangan menangis! " Olivia terus mengingat kan dirinya untuk tidak menangis tapi apa daya hatinya tidak bisa berbohong kali ini dia benar-benar merasakan sakit
"Tidak apa untuk menangis" ucap seorang laki-laki yang kini tengah duduk di samping Olivia
Olivia menatap seseorang yang bersuara itu
"Tu.. Tuan "
"Kata adik ku, terkadang menangis di butuhkan untuk menghapus segala ke khawatiran jadi it's ok menangis saja" Ucap Daniel yang mengingat ucapan konyol saudara kembarnya yang menyuruhnya menangis saat dia kehilangan Tiara, Daniel menyodorkan sapu tangannya pada Olivia
Olivia mengambilnya dengan ragu-ragu
"Terimakasih"
Daniel menepuk kepala Olivia
__ADS_1
"Menangis lah " Ucap Daniel
Beberapa saat berlalu Olivia mulai tenang, Daniel masih setia menemani Olivia di gudang padahal Daniel membenci tempat kotor tapi entah mengapa dia tidak keberatan untuk menemani gadis cantik itu
"Bagaimana apa sudah lebih baik" tanya Daniel
Olivia hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan yang Daniel berikan
"Jadi sebenarnya apa yang terjadi dengan kau dan dokter itu" ucap Daniel yang terlihat penasaran sebenarnya Daniel sudah melihat sedari tadi adegan kedua sejoli yang menangis itu, dia juga melihat Andreas yang belum bergerak setelah kepergian Olivia, Daniel melihat Andreas yang sangat terpukul mendengar ucapan Olivia, dia melihat Andreas seperti dia dulu saat tau Tiara lebih memilih Rayyan dari pada dirinya
"Ti.. tidak ada yang terjadi Tuan" ucap Olivia yang tidak ingin bercerita apapun pada Daniel
"Hm itu urusan anak muda, aku juga tidak ingin ikut campur tapi Olivia dengar. Terkadang bersikap egois untuk kebahagiaan diri sendiri tidak masalah" ucap Daniel mengusap pucuk kepala Olivia seperti seorang ayah yang menasehati anaknya
"Te.. terimakasih atas nasehat nya Tuan, tapi apa yang sudah terjadi adalah pilihan terbaik" ucap Olivia memaksakan senyumnya menatap Daniel sangat terlihat dia berusaha tegar
Daniel menghela nafasnya dia mengusap kembali kepala Olivia
"Kau yang tau apa yang terbaik untuk mu, aku tidak menganggu lagi " ucapnya berdiri dan meninggal kan Olivia sediri di dalam gudang itu
Setelah kepergian Daniel ada seseorang yang berjalan ke arah Olivia, membuat Olivia terkejut akan kedatangan nya
"Ke.. kenapa tuan Arion kesini? " ucap Olivia terbata-bata dia tidak menyangka Arion akan ke gudang
"Ini adalah gudang milik ku memang nya aku tidak boleh kemari! dan lagi aku tidak mengizinkan peliharaan ku menangisi laki-laki lain! apa kau mengerti? " menatap Olivia yang duduk di bawah
Olivia mengernyitkan dahinya
"Peliharaan mu ini seorang manusia yang punya hati, menangis adalah hal wajar tuan Arion" ucap Olivia yang tidak menyangka Arion datang hanya ingin memperingati dan menghinanya
"He! manusia!! apakah anak dari seorang penjahat juga di sebut anak manusia!! " Ucap Arion menghina
Saat ini Olivia tidak lagi merasa sedih tapi dia saat ini benar-benar merasa kesal karena ucapan dari mulut sampah Arion itu, Olivia menghela nafasnya panjang "Anak dari seorang penjahat belum tentu seorang penjahat! " ucap nya lantang
"Seperti nya kau sudah mulai berani padaku! apa aku perlu memberikan hukuman untuk mu" Arion menyeringai dia berjongkok dan memegang pipi Olivia membuat wajah Olivia menatap ke arah Arion, Olivia menelan kasar ludahnya bayangan saat Arion ingin menciumnya terlintas di benaknya, namun saat sadar
__ADS_1