
"Aleena apa kau ingin makan sesuatu? " Andreas mencoba mencairkan suasana seperti nya Aleena masih kesal.
"Tidak ingin makan apapun! " Jawab Aleena dengan nada ketusnya.
"Andreas kau bisa berhenti sebentar" Rocky menyuruh Andreas untuk berhenti di sebuah cafe yang seperti nya terlihat sangat populer karena terlihat sangat ramai di sana.
"Rocky apa yang kau ingin lakukan? " Tanya Andreas yang khawatir bagaimanapun sudah lama tidak berinteraksi dengan banyak orang.
"Tidak ada aku hanya ingin ke minimarket yang ada di sebelah sana" Rocky ternyata tidak ingin pergi ke cafe yang ramai itu melainkan dia ingin pergi ke minimarket yang ada di sebelah cafe itu, ternyata Andreas yang kelewatan menghentikan mobilnya.
"Haruskah aku mundur? " Tanya Andreas
"Boleh, sekalian parkir juga tidak masalah" Ucap Rocky, akhirnya mobil itu terparkir rapi di minimarket itu.
Rocky turun sendirian tanpa berbicara dengan Aleena, tidak berapa lama Rocky kembali dengan membawa plastik di tangannya.
Dia membeli dua minuman kaleng dan memberikan nya satu untuk Andreas "Ambil ini"
"O, terimakasih" Ucap Andreas yang langsung membukanya kebetulan dia merasa haus dan panas.
"Untuk mu" Ucap Rocky memberikan eskrim untuk Aleena, namun Aleena seperti nya masih marah dan tidak segera menerimanya.
Rocky kemudian menaruh eskrimnya ke pipi Aleena "Dingin " Ucap Aleena yang merespon apa yang Rocky lakukan.
"Bagus kalau masih terasa, dinginkan dulu wajahmu yang panas itu" Rocky meraih tangan Aleena dan memberikan eskrim nya pada Aleena.
Aleena tiba-tiba tersenyum sendiri dengan tingkah Rocky yang mulai seperti dulu, meski tidak sama persis tapi perlakuan kecilnya pada Aleena itu mampu meredam amarah Aleena.
Melihat Aleena mulai membuka dan memakan eskrim nya Rocky merasa tenang dengan sendirinya, dia juga mulai membuka minuman kaleng miliknya.
Mereka akhirnya menghabiskan minuman mereka dan kembali ke kediaman Aditama dengan selamat.
****
__ADS_1
Tiga hari berlalu..
Hari ini adalah waktu yang Rayyan tentukan untuk melakukan konferensi pers, Rayyan mengubah tempat konferensi pers nya di kediaman Aditama, Rayyan ingin mengenalkan semua anggota keluarga nya dengan benar.
"Hubby, kenapa mengubah rencana secara mendadak, aku jadi tidak bisa bersiap untuk menyiapkan banyak hal" Ucap Tiara mengeluh pada suaminya.
"Apa yang harus kau persiapkan sayang?, kau hanya perlu mempersiapkan aku" Rayyan memegang Dasi di tangannya, tanpa di suruh Tiara tau apa yang harus dia lakukan.
"Tapi mereka semua akan bekerja keras, aku bahkan belum menyiapkan makanan untuk para kru TV itu kasian jika mereka kelaparan" Tiara memang memiliki hari yang baik dia terus memikirkan orang lain.
"Tidak perlu khawatir Bima dan Queen akan menangani itu" Ucap Rayyan santai setelah mendengar ucapan Rayyan tiara menjadi lebih tenang karena Tiara tau cara kerja Bima dan Queen mereka bisa di andalkan.
"Baiklah, sudah selesai" Tiara sudah selesai memakaikan Dasi Rayyan dengan Rapi.
"Soal ibu Ranti aku juga ingin kau memperkenalkan nya sebagai besan kita, Apa kau keberatan hubby? " Tanya Tiara hati-hati karena saat Rayyan berbicara tentang Konferensi pers dia tidak menyebutkan nama Ranti sama sekali.
"Tidak masalah jika dia mau, kau sebaiknya bertanya dulu, tidak semua orang ingin menjadi sorotan" Rayyan berkata bijak dengan penuh wibawa.
"Terimakasih sayang" Rayyan tersenyum dan mengecup bibir istrinya itu.
Di kamar Arion.
"Boo, kau sudah menyuruhku berganti beberapa kali, apakah adegan seperti ini akan terus muncul saat kita memiliki hal penting? " Keluh Olivia yang sudah mulai lelah setiap ada acara dia harus berganti baju berkali-kali.
"Tentu saja, aku tidak ingin membagi sedikit pun dirimu, jika bukan karena pak tua itu yang memaksa aku akan membuatmu hanya memakai ini semua di hadapanku saja" Yang Arion maksud adalah Arion hanya mau Olivia berdandan untuk dirinya saja. "Lagi pula dia benar-benar menipuku dia bilang hanya aku yang melakukan konferensi pers setelah aku menyetujuinya kenapa dia tiba-tiba ingin kau juga terlibat, benar-benar pak tua yang licik" Arion terus menggerutu sedangkan Olivia hanya tersenyum lagi-lagi terlihat sisi lain penguasa sombong itu, dia saat ini terlihat seperti kakek tua yang terus mengeluh.
"Boo kau menggemaskan sekali" Olivia memegang pipi Arion "Papa sudah menjelaskan bukan ini semua demi kebaikan kita dan agar tidak terjadi salah paham di masa depan, jadi jangan terus mengeluh cup" Olivia mengecup bibir Arion untuk menenangkan nya.
"Kecupan ini tidak cukup" Ucap Arion yang langsung melahap bibir Olivia dengan ganas, sampai Olivia memukul pelan tubuh Arion.
Membuat Arion tersadar dan melihat bibir istrinya yang sudah dia lahap habis kini terlihat sedikit berantakan karena lipstik yang Olivia pakai hanya tahan air tidak tahan ludah.
"Boo, kau merusak make-up ku" Olivia menggembungkan pipinya dia seperti nya merajuk.
__ADS_1
"Tidak masalah, aku bisa membersihkan nya " Arion malah memainkan lidahnya di bibir nya menggoda istrinya.
"Sudahlah lupakan aku akan membersihkan nya sendiri" Udah Olivia yang mengambil tisu tapi dia tidak membersihkan bibirnya dulu dia membersihkan bibir suaminya yang sedikit terkontaminasi lipstik miliknya.
"Sudah, sekarang kau duduk sebentar aku akan merapikan nya" Ucapan Olivia yang membersihkan lipstik yang tidak merata di bibir nya itu.
Olivia hanya menggunakan lipstik dan bedak tipis pun sudah terlihat cantik, memang laki-laki di keluarga Aditama tidak pernah salah memilih wanita nya.
Rayyan turun dan melihat Daniel dengan santai duduk di ruang keluarga tempatnya nanti melakukan konferensi pers.
"Hei apa yang kau lakukan di sini? " Tanya Rayyan dengan wajah penuh penasaran apa yang akan di lakukan sepupu nya itu.
"Tentu saja aku ingin ikut melakukan konferensi pers" Jawab santai Daniel.
"Ha! apa yang kau katakan untuk apa kau ikut konferensi pers kau bukan keluarga Aditama!" Wajah Rayyan terlihat terkejut namun dia berusaha untuk tetap tenang.
"Tentu saja aku harus ikut, aku punya rencana ku sendiri! " Ucap Daniel dengan penuh percaya diri.
"Tunggu kau jangan coba-coba untuk mengacaukan rencana ku Daniel! " Rayyan sebenarnya sudah sedikit menebak kenapa Daniel ada di sini.
"Tenang saja aku tidak akan mengacau" Daniel menjawab dengan santai.
Tiara berhasil membujuk Ranti untuk ikut konferensi pers, mereka turun dan pergi ke ruang keluarga bersama dengan Aleena.
"Kak Daniel apa yang kau lakukan di sini? " Tanya Tiara yang tidak ingat suaminya mengatakan akan ada Daniel.
"Tentu saja aku ingin ikut konferensi pers" Ucap Daniel.
"Tapi ini hanya untuk keluarga Aditama " Jawab Tiara yang jawaban nya sama persis dengan suaminya.
Daniel perlahan berjalan dan berhenti tepat di depan Ranti, "Aku di sini sebagai Ayah dari menantu wanita keluarga Aditama" Daniel berjongkok dan membuka sebuah kotak kecil yang berisikan sebuah cincin.
"Apa? " Ucap Ranti dan juga seseorang yang ada di belakang Ranti yang mendengar ucapan Daniel.
__ADS_1