MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 178


__ADS_3

Saat ini Olivia sedang berada di mobil Arion, Olivia merasa takut karena dia telah melanggar ucapannya untuk beristirahat.


"Kenapa diam? " Suara Arion membangunkan Olivia yang tengah merenung itu.


"I.. itu apakah tidak masalah jika aku berada di mobilmu? ak.. aku takut mereka akan curiga" Ucapan Olivia itu benar-benar menyakiti Arion, Arion yang di anggap laki-laki sempurna bagaimana bisa dia sekarang seakan menjadi simpanan wanita yang berprofesi perawat neneknya itu.


Arion memperlambat laju mobilnya membiarkan Ayahnya melajukan mobilnya lebih dulu dan lebih jauh di depan, kemudian Arion menghentikan mobilnya sejenak menatap Olivia sangat dalam perlakuan itu membuat Olivia menghindari tatapan mata Arion "Apa aku tidak layak untuk mu? " Pertanyaan tiba-tiba Arion itu mengejutkan Olivia.


"Kenapa menanyakan hal ini? " Olivia berusaha menjawab setenang mungkin.


"Apa kau tau aku ini siapa? " Ucapan Arion itu membuat Olivia bingung tentu Olivia tau dia siapa.


"Te.. tentu saja tau kau tuan muda Arion yang menjadi penguasa sektor pariwisata dan bisnis lainnya" Jawaban Olivia itu membuat Arion melepaskan sabuk pengaman nya dan mendekat ke arah Olivia.


"Ternyata benar kau selama ini tidak mengenalku! " Tatapan mata kecewa Arion itu entah mengapa membuat Olivia sangat sakit ada rasa tidak tega dan rasa teriris.


"Bukankah aku benar siapa yang tak mengenali penguasa.. " Ucapan Olivia terhenti saat bibir Arion sudah menggenggam bibir Olivia dan menciumnya sangat lembut.


Ciuman itu tidak berlangsung lama Arion kemudian melepaskan ciumannya dan mengatakan "Aku adalah suamimu! selama ini aku tidak kau kenali! Olivia ingat Arion adalah suami mu! suami mu! " setelah mengucapkan itu Arion duduk kembali dan memakai sabuk pengaman nya.

__ADS_1


Olivia terdiam dengan ucapan Arion dan tatapan mata yang seakan ingin meyakinkan nya memberitahu kebenaran dan kenyataan nya kalau sosok laki-laki hebat di sampingnya adalah suaminya.


"Oh iya ibumu sudah mulai memanggil nama mu seperti nya ingatan nya sudah mulai kembali" Arion mengatakan itu tidak dengan menatap Olivia ada rasa sesak di dadanya, Arion tidak tau cara apa lagi untuk membuatnya di akui suami oleh Olivia, ketulusan nya yang begitu banyak masih saja tertutup oleh dosanya di masa lalu.


"Benarkah? bisakah kita menemuinya? " Ucapan Olivia itu membuat sudut bibir Arion di tarik senyuman yang terlihat penuh arti.


"Tentu" Ucap singkat Arion itu mengakhiri obrolan mereka, Arion bergegas mengemudikan mobilnya menuju Danau, suasana hatinya sekarang sedang tidak baik Olivia menyadari itu.


Arion melajukan mobilnya dan memarkirkan nya tepat di samping mobil sang papa, terlihat Aleena sudah bermain tangkap bola dengan papanya.


Arion ingin turun dari mobil, tiba-tiba tangan Olivia menghentikan Arion yang akan membuka pintu mobil itu.


"Anu.. itu" Olivia terlihat bingung dengan apa yang ingin dia bicarakan.


Arion menghela nafasnya "Jika tidak tau ingin bicara apa jangan bicara" Ucapan Arion itu sedikit membuat Olivia sedih.


Olivia ini bukannya punya banyak keberanian untuk mengatakan apa yang dia rasakan di hidupnya dia selalu menahan sesuatu jadi untuk mengungkapkan itu sangat sulit "Bi..bisakah kita di sini sebentar ak.. aku ingin mengatakan sesuatu" Ucapan Olivia itu hanya mendapat respon anggukan dari Arion.


Respon yang Arion berikan itu malah membuat Olivia bimbang haruskah dia mengatakan nya di saat mood Arion tidak baik, Olivia merasa ragu namun Olivia membulatkan tekatnya, Olivia tiba-tiba mencium pipi Arion berharap mood Arion akan lebih baik

__ADS_1


Arion tidak menyangka akan mendapatkan kecupan di pipinya, Arion menatap Olivia "Apa kau sedang menggodaku! " Suara berat Arion itu membuat Olivia tersadar dia sangat malu tapi Olivia akan membulatkan tekatnya untuk berbicara.


"It.. itu tanda terimakasih ku untuk mu my.. my boo, dan aku minta maaf membuatmu merasa sebagai lelaki yang tidak di anggap, aku hanya takut kau sedang mempermainkan perasaan ku, di lain waktu kau menyiksaku di waktu ini kau begitu memperhatikan ku bahkan ibuku, aku benar-benar tidak mengerti dengan sikapmu apakah ini tulus atau kau hanya ingin balas dendam dengan menghancurkan hatiku, aku juga merasa takut aku hanya seorang wanita biasa pantaskah aku bersanding denganmu yang luar biasa, semua ini selalu berpikir di otak ku membuat ku takut membuat ku tidak berani membayangkan masa depan, aku hanya ingin hidup damai bersama ibuku aku sudah lelah untuk merasakan sakit" Air mata tak tertahan keluar dari mata wanita cantik itu.


Arion dengan sigap menarik Olivia kepelukannya, Arion akhirnya tau kecemasan apa yang Olivia rasakan ketakutan apa yang Olivia sembunyikan, Arion memeluk Olivia erat, dia mencium beberapa kali keningnya mencoba menghentikan suara tangis yang tertutup oleh pelukan nya itu "Maafkan aku apa aku terlalu memaksamu, menangislah dan percayalah padaku Olivia aku benar-benar mencintai mu, tolong lupakan masa lalu dan buka lembaran baru aku akan menyayangi mu sepenuh hatiku, kau dengar kau jangan pernah berfikir kau tidak pantas untuk ku, bahwa sebenarnya akulah yang tidak pantas untuk mu Olivia, kau wanita yang begitu baik tidak seperti ku, jadi Terima aku dan kekurangan ku bisakah kau menerimaku Olivia" Ucapan merendah yang Arion katakan membuat tangis Olivia semakin pecah, sesak di dadanya semakin bertambah ternyata selama ini dia bodoh menganggap orang yang tulus mencintainya hanya ingin menyakiti nya


"Aku sangat bodoh" Ucap Olivia lirih dan di dengar oleh Arion.


"Aku akan menerima kebodohan mu" Ucapan Arion itu tidak terdengar romantis namun membuat Olivia yakin pada laki-laki sombong yang memeluknya.


"Aku juga akan menerima laki-laki sombong seperti mu" Olivia melepaskan dirinya dan mengusap air matanya tiba-tiba Olivia berinisiatif mencium Arion dan di balas ciuman itu dengan panas oleh Arion.


Setelah cukup lama mereka berciuman Arion kemudian melepaskan ciuman mereka "Jadi bisakah kita mengumumkan tentang pernikahan kita? " Pertanyaan Arion itu membuat Olivia terdiam


Di sisi lain


Rocky berlari dengan cepat dia menerobos keramaian di ikuti dengan Dion yang seperti nya tertinggal di belakang oleh Rocky.


Rocky berhenti dia mencari ke kanan dan ke kiri dia mengedarkan pandangan nya untuk mencari orang yang dia lihat tadi, dia terus memutar pandangannya dia seakan membelah keramaian untuk menemukan sosok yang di carinya itu.

__ADS_1


Rocky berlari lagi dia melihat sosok yang sudah lama hilang dari pandangan nya, Rocky berlari ke arah wanita itu menarik wanita itu dan memeluknya "Kau kembali? " Ucap Rocky saat dia berhasil memeluk wanita itu.


__ADS_2