MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 99


__ADS_3

Setelah banyak hal yang Arion dan Rocky diskusikan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, Rafael dengan setia sudah menunggu mereka di dalam mobil.


Arion masih setengah sadar jadi tidak terlalu merepotkan Rocky.


Rafael melajukan mobilnya kembali ke rumah kediaman Mars.


Saat ini Arion sudah kembali ke rumahnya dia memilih untuk segera membersihkan dirinya, begitupun dengan Rocky.


Pagi menyapa, Olivia bangun lebih pagi hari ini, dia sudah mencuci mukanya dan menyisir rambut nya, saat Olivia ingin keluar Rania terbangun "Olivia kau sudah bangun? " Tanya Rania


Olivia tersenyum dan mengangguk "Iya hari ini aku harus menyiapkan sarapan khusus untuk Nyonya Angel, dokter More mengatakan untuk tidak memberikan makanan sembarangan untuk Nyonya, jadi aku harus memasak masakan sehat untuk nya" Ucap Olivia


"Baiklah kau pergilah aku akan segera menyusul setelah aku mencuci muka " Ucap Rania yang mulai merambat turun dari ranjang empuk mereka.


Olivia mengangguk dan keluar tidak lupa menutup pintu dia segera bergegas ke arah dapur, seperti biasa bibi margareth sudah Bangun terlebih dahulu.


Seperti biasa bibi margareth sudah berada di dapur, dia sudang memotong daging. Olivia langsung membantu pekerjaan bibi margareth dan juga menyiapkan makanan untuk Nyonya Angel.


"Apa kau sedang membuat bubur Olivia? " Tanya bibi margareth


"Benar bi, dokter More memberitahu Nyonya masih belum bisa memakan sesuatu yang keras tapi juga harus belajar untuk memakan sesuatu jadi dokter more menyuruhku membuatkan bubur" Terang Olivia yang mendapat Anggukan dari Bibi margareth.


Matahari sudah mulai terbit menandakan jam makan pagi hampir tiba, Olivia juga sudah menyelesaikan buburnya dia bergegas untuk membersihkan dirinya dan bersiap untuk bekerja.


"Olivia kau mau kemana? " Tanya Rania yang melihat Olivia melangkah meninggalkan buburnya


"Aku akan mandi dan memberikan bubur pada Nyonya" Ucap Olivia tersenyum


"Lebih baik kau makan sesuatu dulu, setelah mandi kau harus bekerja jika tidak sarapan sekarang kau akan lupa nanti" Rania sangat perhatian dengan Olivia membuat Olivia terharu akan perhatian Rania yang bahkan tidak pernah dia rasakan dari Susan adiknya sendiri.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan minta roti bakar mu ini" Ucap Olivia yang mulai memakan roti bakar itu, bibi margareth yang melihat Olivia memakan roti itu langsung membuatkan susu untuk menemani roti miliknya.


"Minumlah Olivia, makan pelan-pelan " Ucap Bibi margareth Olivia tanpa sadar mengeluarkan air mata membuat bibi margareth dan Rania bingung


"Kenapa kamu menangis Olivia? " Tanya Rania yang segera mengambil tisu dan memberikan nya pada Olivia


Olivia tersenyum dengan air mata di wajah byk" ini air mata bahagia " Ucapanya sembari mengusap Air matanya.


"Sudah jangan menangis meski air mata bahagia tapi bibi harap kau tidak akan pernah menangis lagi Olivia" Ucapan bibi margareth mampu membuat Olivia tersenyum dia teringat seseorang di hatinya, mendengar ucapan bibi margareth Olivia mengangguk.


Olivia bergegas membersihkan diri setelah sarapan, saat ini dia sudah memakai baju dinasnya seorang suster cantik tengah berjalan ke kamar dengan membawa semangkuk bubur


Olivia mengetuk pintu kamar Angel, dan dokter More membuka pintunya "Nyonya sudah bangun? " Tanya Olivia yang mendapat Anggukan dari more.


"Sudah, kau masuklah Olivia bisakah aku pergi sekarang? sepertinya dokter Andreas akan telat kau bisa berjaga sendiri bukan? " Tanya More yang terburu-buru karena ada kepentingan pribadi ayahnya jatuh sakit dan baru saja mendapatkan kabar.


"Tentu saja dokter" Olivia tersenyum, kemudian masuk ke dalam kamar, dokter more bersiap pulang, Olivia berjalan mendekat ke arah Angel.


"Iya Nyonya, Nyonya sarapan dulu " Olivia meletakkan nampan yang dia bawa di meja kecil di samping ranjang itu.


Olivia membantu Angel untuk duduk kemudian Olivia mengambil mangkuk buburnya "Apakah Nyonya bisa makan sendiri? " Tanya Olivia lembut "Atau perlu saya suapi? " Tanya Olivia lagi dengan nada yang ramah tidak ingin menyinggung Angel.


Angel tersenyum "Aku ingin mencoba makan sendiri " Jawab Angel dengan yakin


Olivia memberikan mangkuk itu pada Angel, Angel menerimanya dengan senang hati


Olivia kemudian menyiapkan obat yang akan di minum oleh nenek Angel setelah makan. Nenek Angel perlahan mulai menyuapi bubur ke mulutnya dia merasa rasa yang familiar untuk nya, sosok Olivia mampu menghibur ibu tua yang merindukan putrinya itu, tanpa sadar Angel meneteskan air mata dan terlihat oleh Olivia.


"Ada apa Nyonya kenapa menangis? apa masakan nya begitu tidak enak? " Olivia khawatir kalau rasa masakannya tidak enak karena dia tidak mencicipi nya tadi.

__ADS_1


Angel menggelengkan kepalanya dia kemudian tersenyum lembut "Tidak ini sangat enak " Ucap Angel perlahan menyuapkan lagi bubur ke dalam mulutnya


Olivia terlihat lega mendengar jawaban Angel, namun masih merasa heran kenapa harus sampai menangis.


Meski sedikit lama Angel berhasil menghabiskan buburnya, Olivia tersenyum melihat mangkuk yang sudah lumayan bersih tak bersisa.


"Nyonya anda bisa minum obatnya sekarang" Ucapan Olivia mengambil mangkuk bubur itu dan menggantikan dengan satu butir obat dan masih ada 3 obat lagi yang sudah Olivia siapkan


Angel mengangguk dia meminum obat yang di berikan Olivia satu persatu hingga habis.


"Nyonya ingin beristirahat? " Ucap Olivia setelah membantu Angel untuk minum air.


"Bisakah kita mengobrol sejenak Olivia? " Tatapan Angel kini terlihat serius menatap ke arah mata Olivia mata mereka saling bertemu.


"Tentu saja Nyonya, Nyonya bisa mengobrol apa saja dengan saya" Olivia mencoba menghibur dan tersenyum


"Olivia apa kau sudah berfikir untuk menikah? " Tanya Angel tenang


Olivia terdiam dia bahkan tidak terfikir sama sekali tentang menikah, ada ketakutan sendiri untuk Olivia menjalin hubungan lagi, dari kegagalan nya dengan Andreas seperti nya membuat nya takut untuk menjalin sebuah hubungan lagi.


"Jika tidak ingin menjawab nya tidak masalah?" Ucap Angel yang menangkap ada rasa tidak nyaman dari raut wajah Olivia


"Maaf Nyonya untuk saat ini saya tidak terpikirkan tentang menikah" Olivia memaksa senyumnya agar tidak menyinggung perasaan Angel


"Kenapa? " Angel menatap Olivia


"Apa seorang seperti ku pantas untuk mendapatkan pasangan hidup, Saat ini fokus ku hanya untuk merawat Nyonya "


"Kenapa kau berbicara seperti itu Olivia? apa ada masa lalu yang mengganggu mu? " Tanya angel penasaran

__ADS_1


"Tidak ada apapun Nyonya, hanya saja saya memang tidak terpikir untuk menjalin hubungan apapun sekarang" Ucap Olivia masih memaksakan senyumnya.


"Begitukah? sayang sekali sebenarnya nenek ingin menikahkan mu dengan Arion" Ucap Angel mampu membuat mata Olivia hampir melompat keluar, sama dengan seseorang yang sedang mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu.


__ADS_2