
"Kalian di sini, apa mau mencoba hasil masakan ku" Ucap Alister yang tiba-tiba datang mendekati para gadis itu.
"Tentu saja, ini pasti enak kau sangat mahir melakukan nya " Fiona mengambil piring yang di bawa Alister mengambil beberapa daging yang Alister bakar dengan sempurna "Olivia cobalah kau akan menyukai masakan adik ku" ucapan Fiona membuat Olivia sedikit terkejut
"A... Adik" Menatap bergantian Olivia dan Alister
"Nona cantik kita belum berkenalan, aku Alister Wiguna kau bisa memanggilku Alister" Ucapnya ramah dan mengulurkan tangan-Nya
"Ah, Olivia Harris kau bisa memanggil ku Olivia" Tangan mereka saling berjabatan membuat Aleena berdiri dan melepaskan tangan keduanya.
"Kak Alister aku sudah memperingati mu bukan! dia adalah kakak ipar ku, kau memegang tangannya terlalu lama! " Aleena memajukan bibirnya seperti gadis kecil. yang tengah merajuk
"Ayolah aku hanya memegang nya kurang dari 30 detik bagaimana bisa kau mengatakan itu lama Aleena" Alister dengan lembut menyentuh kepala Aleena
"Olivia ambilah ini sangat enak" Fiona memberikan daging bakar yang di tusuk itu pada Olivia. Olivia mengambilnya dan mencoba satu gigitan "Bagaimana enak kan, adik ku memang lebih pandai memasak dari pada aku, yang menjadi istri nya pasti beruntung" Ucap Fiona terus memuji adiknya itu
"Hentikan kak, kau membuatku malu, apa kau sedang mempromosikan ku pada Nona Olivia"
Aleena menatap Fiona " Kak Fio jangan coba-coba dia kakak ipar Aleena " memeluk tangan Olivia manja
"Aleena Olivia tidak pernah mengatakan iya untuk menjadi kakak ipar mu, jadi dia masih bisa untuk menjadi adik ipar ku" Fiona tersenyum mengedipkan mata dia sengaja memprovokasi Aleena
Prak.. Suara piring di taruh di meja, Arion duduk tanpa mengucapkan apapun
"Kak Arion kau di sini? apa ini untuk ku? " Tanya Fiona yang segera mengakhiri perdebatan nya dengan Allen menarik kursi dan duduk di samping Arion.
"Aleena ini untuk mu! " Ucap singkat Arion yang bersikap dingin pada Fiona.
__ADS_1
"Terimakasih kakak Arion yang terbaik " Aleena melepaskan tangannya dari Olivia dan berlari ke sisi kakaknya itu
"Kak, kau bisa makan dengan Nona Olivia, akan aku bakarkan lagi untuk kalian" Ucap Alister yang tau kakaknya sedang kecewa karena Arion tidak merespon nya.
"Tidak perlu aku sudah membawakannya" Ucap Aric yang baru saja tiba dan meletakkan hasil bakarannya di meja itu.
"Terimakasih kak Aric kau terbaik" Fiona mengacungkan jempolnya pada Aric.
"Kalau begitu Nona Olivia bisa menghabiskan milik ku " Alister tersenyum manis pada Olivia, senyuman yang dapat meluluhkan banyak hati wanita itu.
"Terimakasih tuan Alister, tapi tuan jangan memanggil ku Nona, panggil saja nama saya, saya tidak pantas di panggil Nona" Ucap Olivia dengan sopan.
"Baiklah kalau begitu Olivia, kau juga bisa memanggilku dengan namaku saja ok" Alister mengambil sosis yang dia bakar dan mulai memakannya
Olivia sejenak menggelengkan kepalanya " Itu tidak bisa tuan"
"Sudah lah Olivia turuti saja, dia ini luar biasa keras kepala" Fiona meyakinkan Olivia untuk menyebut nama Alister saja
"Kak Fiona kak Alister jangan paksa kak Olivia jika dia tidak ingin ya sudah biarkan saja" Aleena tidak ingin Alister menjadi lebih dekat dengan Olivia " Tapi kak Olivia kau seharusnya memanggil kak Aric dengan sebutan nama, karena kalian adalah pasangan masa depan " Aleena tersenyum manis mengatakan itu
"Siapa pasangan masa depan!! Aleena berhenti mengarang cerita" Arion bersikap sedikit tegas suaranya agak terdengar keras, membuat Aleena sedikit takut.
"Arion jangan menggertak Aleena" Ucap Aric membela Aleena.
"Tidak ada yang menggertak, tapi perkataan Aleena ini belum tentu bisa dia Terima!! " Menatap sekilas Olivia
Aleena langsung melihat ke arah Olivia " Kak apa kau keberatan atas ucapan ku? " Mata Aleena sedikit berkaca-kaca membuat Olivia sedikit ragu, tapi peluang yang Arion buat tidak datang kedua kalinya, bagaimanapun dia merasa takut di salah pahami.
__ADS_1
"Nona Aleena tentang itu, aku tidak bisa menjadi kakak ipar mu, aku minta maaf bagaimanapun kakak Aric mu pasti memiliki dunia nya sendiri, lagi pula Aleena aku bisa menjadi kakakmu tanpa harus menjadi kakak ipar mu, itu kalau Nona tidak merasa keberatan" Olivia mengakhiri kalimat nya dengan tersenyum ke arah Aleena, ada ketakutan pada diri Olivia. Olivia takut jika Aleena tidak bisa menerima ucapan nya dan marah padanya.
"Kakak Olivia maafkan aku, aku tidak tau jika kau tidak menyukai sebutan itu, Aleena minta maaf tidak bisa menjadi adik yang baik" Aleena menundukkan kepalanya
"Nona Aleena tidak perlu minta maaf, ini adalah salahku tidak memberitahu mu dari Awal" Olivia merasa lega dia mengatakan apa yang dia pikirkan dan tidak akan menjadi salah paham di masa depan.
"Baiklah, karena Nona Olivia bukan lagi kakak ipar mu jadi aku boleh memaksanya bukan" Alister masih berharap Olivia dapat memanggil namanya, memutuskan jarak tuan dan bawahan.
Aleena tidak lagi bisa berdebat hanya bisa memajukan bibirnya saat ini " Terserah saja, asal jangan menyakiti kak Olivia " Aleena masih perhatian dengan Olivia meski Olivia mengatakan keberatan untuk menjadi kakak iparnya.
"Bagus kalau begitu Nona Olivia, panggil saja namaku untuk kedepannya ok"
"Tuan ini, saya akan memikirkan nya dengan baik" Olivia sebenarnya masih enggan tapi tidak ada cara menolak lagi, dia hanya bisa menghindari Alister kedepannya, Olivia tidak ingin terlibat dalam masalah apapun sekarang, dia hanya berfokus untuk memikirkan cara untuk keluar dari genggaman Arion.
"Tuan? " Entah mengapa Alister merasa kecewa, banyak wanita di luar sana ingin memanggil namanya dengan akrab, namun baru Olivia wanita pertama yang benar-benar enggan memanggil namanya
"Maaf" gumam lirih Olivia.
"Alister jangan terus memaksa barang milik orang lain untuk mendengar ucapan mu!! " Lagi-lagi kalimat itu keluar dari mulut Arion, membuat Olivia bukan nya merasa senang tapi merasa sangat sedih dan terhina lagi-lagi di depan orang lain menyebut dirinya adalah barang miliknya.
"Barang? apa kau pikir Olivia adalah kalung yang harus melingkar terus di lehermu, Kak Arion ingat satu hal kalung pun bisa putus saat melingkar di leher, apa lagi hati seseorang semakin buruk kau memperlakukan nya akan semakin buruk juga kenangan nya terhadapmu" Ucap Alister yang entah mengapa tidak Terima dengan ucapan Arion pada Olivia, membuat Fiona menyadari sesuatu yang Aneh pada adiknya.
Melihat Alister yang membelanya di depan Arion Olivia merasa sedikit tersentuh dengan pria baik hati di depan nya, bagaimanapun kesan pertama Olivia terhadap Alister adalah pria baik yang memberikan soda untuk nya.
Arion terdiam sejenak perkataan Alister benar-benar menusuk nya *Apa dia akan membenciku? " Arion melirik Olivia yang ternyata melihat ke arah Alister, itu membuat Arion merasakan rasa tidak nyaman di hatinya *Beraninya dia menatap pria lain di hadapanku!!! " Arion mengeratkan giginya dan mengepalkan tangannya dia tidak suka pemandangan di depan nya
Makan malam telah berakhir semua orang kembali ke rumahnya, Olivia juga beristirahat di kamar Aleena seperti perkataan Aleena dia ingin tidur bersama Olivia.
__ADS_1
Setelah membersihkan diri dengan mengganti pakaian nya menjadi piama tidur, Olivia dan Aleena membaringkan tubuhnya di ranjang, Aleena terdiam, dia teringat kembali wajah Arion saat melihat Olivia yang menatap Alister, membuat Aleena menyadari satu hal *Selama ini apakah kak Arion sudah tertarik pada kak Olivia? aku harus memastikannya " Aleena berbicara pada dirinya sendiri dalam lamunan nya.