MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 152


__ADS_3

Di dalam mobil Aric dan Fiona tampak diam satu sama lain, tak berbicara apapun seperti sibuk dengan pikiran masing-masing.


Aric masih mengatur perasaan nya, dia tidak boleh lagi tinggal diam, melihat kegigihan Fiona mengejar Arion itu membuatnya sedikit takut jika Arion benar-benar berpaling dan bersama Fiona akankah dia benar-benar menerimanya, sedangkan sekarang melihat Fiona yang berusaha keras mendapatkan perhatian Arion saja bisa membuat Aric kesulitan bernafas.


"Fiona" Panggil Aric lirih ada sedikit keraguan untuk memanggilnya.


"Ya" Fiona melihat kearah Aric dan terlihat menantikan perkataan Aric selanjutnya.


"Tidak jadi" Aric ragu sebenarnya dia ingin mengatakan tentang kalung yang ada di tangan Fiona dan janji yang terucap dulu bukan lah ucapan Arion melainkan dirinya.


"Hei ada apa ini, kenapa semuanya sangat aneh, apa ada yang kalian sembunyikan dariku? " Fiona menatap Aric yang masih berusaha fokus menyetir.


"Tentang Arion, apa kau benar-benar menyukainya? " Pertanyaan itu malah membuat Fiona tertawa.


"Kak Aric apa kau baru mengenal ku, kau tau betapa aku menyukainya" Fiona terlihat tidak ragu menjawab pertanyaan yang Aric lontar kan padanya.


"Bisakah aku bertanya hal apa yang membuatmu menyukai Arion, " Mendengar pertanyaan Aric Fiona terlihat sedang berfikir sejenak seperti tidak yakin dengan apa yang ingin dia ucapkan.


"Kak kau sudah tau semuanya kenapa kau masih bertanya, dia adalah cinta pertama ku dia juga orang yang menyelamatkan ku dan juga orang yang berjanji padaku, "


"Jika orang itu bukan Arion apa kau juga akan mencintai nya" Pertanyaan Aric itu membuat Fiona terdiam dia terlihat bingung.


"Ap.. apa maksud mu kak? " Fiona malah balik bertanya seakan menginterogasi maksud dari pertanyaan Aric.


"Sudah lupakan, Fiona bisakah kau renungkan kembali apa kau benar-benar menyukai Arion, atau kau hanya terjebak dengan dongeng masa lalu" Aric kini mengerti apa yang di maksud dengan Arion, orang yang Fiona cintai adalah orang yang memberikan kalung menyelamatkan nya dan berjanji padanya, Fiona tidak benar-benar mengerti perasaan nya atau bisa di katakan Fiona tidak benar-benar mencintai sosok Arion.


Fiona terdiam mendengar ucapan Aric dia tiba-tiba berfikir perasaan apa yang sebenarnya dia rasakan pada Arion.


"Kak kita berhenti sebentar di supermarket ya ada yang ingin Aleena beli" Ucap Aleena kepada Rocky, Rocky hanya mengangguk mengiyakan permintaan Aleena.


Rocky menghentikan mobilnya di sebuah supermarket, seperti apa yang Aleena minta, semua orang sangat penasaran kemana Aleena akan pergi.


"Jadi kau ingin membawa kami jalan-jalan ke supermarket? " Tanya Aric yang mendekat ke mobil Arion bersama Fiona.


"Tidak-tidak ada yang ingin aku beli, ada tempat lain yang sangat ingin Aleena kunjungi tapi sebelumnya Aleena ingin membeli sesuatu" Ucap gadis kecil itu.


"Aleena di sini saja biar kak Fiona tanggal belikan" Tawar Fiona untuk membantu.

__ADS_1


"Tidak-tidak Aleena ingin memilihnya sendiri bersama kak Rocky, kalian boleh pergi sendiri 30 menit lagi kita bertemu di sini, okey. " Aleena menarik paksa tangan Rocky membuat Rocky mengikuti langkah Aleena.


"Sudah berhenti di sini, kau makan dulu" Ucap Arion melihat di dalam supermarket ada makanan cepat saji.


Olivia terdiam dia tidak enak mendapatkan perhatian Arion di depan Fiona.


"Masih tidak jalan! " Ucapan Arion menengok ke arah Olivia dengan tatapan tajam yang mengintimidasi membuat Olivia secara reflek berjalan mengikuti Arion.


Fiona taik dirinya di abaikan Arion namun dia tetap berfikir positif "Seperti nya aku ingin makan sesuatu juga" Ucapan Fiona yang langsung menggandeng tangan Olivia dan membuat Olivia dan dirinya berjalan lebih dulu dari pada Arion.


Arion menatap tajam tangan Fiona yang berani sekali merangkul erat lengan Olivia, Arion ingin berjalan di tengah mereka untuk memisahkan pemandangan yang membuat matanya sakit itu, namun tiba-tiba Arion di tarik oleh Aric.


"Kau mau apa? " Ucap Aric yang melihat Arion bahkan cemburu melihat Fiona begitu dekat dengan Olivia.


"Memisahkan mereka" Ucap Arion tanpa ekspresi.


"Kau ini, jangan bilang kau cemburu? hei Fiona itu wanita apa pantas kau cemburu padanya" Aric tak habis pikir si wajah dingin itu bisa se posesif ini.


"Tidak perduli! aku tidak suka wanita ku di sentuh orang lain" Ucap Arion masih dengan wajah yang terlihat kesal.


"Kau seperti nya sudah gila" Ucap Aric yang tidak tau lagi apa obat orang dingin jatuh cinta. "Arion aku tau kau sudah terang-terangan mengejar Olivia tapi tolong jaga perasaan Fiona" Ucap Aric mengingatkan Arion kalau Fiona menyukainya.


Fiona dan Olivia memesan ramen cup mereka berdua duduk berhadapan sedangkan Arion dan Aric hanya membeli coffe.


Arion segera duduk di samping Olivia dan Aric duduk di samping Fiona, Fiona dan Olivia menikmati ramen yang hangat itu.


Pas sekali saat mereka selesai terlihat Aleena selesai berbelanja dengan Rocky yang membawa begitu banyak paperbag.


"Aleena" Fiona melambaikan tangan membuat Aleena tau keberadaan mereka, Aleena menyuruh Rocky membawa barang belanjaannya ke mobil sedangkan Aleena berjalan ke arah mereka.


"Apa yang kau beli Aleena sepertinya banyak sekali" Ucap Fiona yang tadi melihat beberapa paperbag di kedua tangan Rocky.


"Ahahaha hanya.. hanya benda kecil, kakak sudah selesai makan? " Tanya Aleena menatap Olivia dan Fiona yang mendapat anggukan dari mereka.


"Kalau begitu ayo kita pergi" Ucap Aleena sangat bersemangat membuat Olivia gemas dan tersenyum sendiri.


"Sebenarnya kau mau kemana Aleena? " Tanya Aric sembari menepuk kepala Aleena.

__ADS_1


Aleena melebarkan tangannya minta di gendong oleh Aric "Aleena menemukan tempat ini di internet Aleena ingin sekali ke sana bolehkan kakak" Aleena bersikap manja untuk mendapatkan semua keinginan nya.


"Boleh tapi beritahu dulu Aleena ingin kemana? " Tanya Aric lagi dia berbicara sangat lembut pada adik kecilnya yang super pintar itu..


"Rahasia!, kak Aric dan kak Arion cukup ikut Aleena ok" Aric menyerah untuk membujuk Aleena lebih baik membiarkannya saja, selama itu masih aman dalam batasan wajar.


"Sudahlah percuma bertanya pada anak kecil keras kepala" Ucapan Arion membuat Aleena menggembungkan pipinya.


"Kak Arion menyebalkan! " Aleena masih menggembungkan pipinya merajuk.


"Sudahlah Aleena kau tau kakak mu itu bukan, ayo kembali ke mobil " Aric berjalan masih dengan menggendong Aleena.


Sekarang Aleena sudah berada di mobil Rocky dengan Olivia dan Arion. Rocky sudah tau kemana mereka akan pergi, Rocky melajukan mobilnya ke tempat yang di beritahukan Aleena.


Saat ini mobil mereka telah terparkir rapi di wahana bermain air, Arion yang tidak memperhatikan kemana mereka pergi menjadi terkejut.


"Aleena katakan apa yang kau inginkan kemari? " Arion menatap tajam ke Arah Aleena.


"Tentu saja berenang bermain air, apa kak Arion bodoh tidak tau itu" Siapa lagi anak kecil yang berani mengatai sang penguasa sombong kecuali Aleena.


"Aku tau! tapi kami semua tidak membawa baju! " Ucapan Arion di sanggah oleh Rocky yang membawa paperbag di tangannya.


"Jadi kalian sudah merencanakan nya? " Arion menatap curiga pada mereka berdua.


"Aleena kau ingin berenang? tapi aku dan Olivia tidak membawa baju, benarkan Olivia? " Ucap Fiona yang sudah mendekat ke mobil Arion bersama Aric


"Tenang saja, Aleena sudah menyiapkan semuanya" Aleena ini mungkin ingin membantu kakaknya berlibur untuk menggantikan acara bulan madu.


"Sudahlah jangan ribut, lagi pula Aleena sudah menyiapkan semuanya jadi ayok masuk" Aric menengahi nya.


Rocky memberikan paperbag pada Arion dan Aric, Aleena memberikan paperbag pada Olivia dan Fiona.


mereka bergegas berganti baju mereka berpisah di lorong baju ganti pria dan wanita, Arion dan Aric serata Rocky sudah selesai berganti, kemudian mereka menunggu di lorong, Aleena keluar terlebih dulu di ikuti Fiona dan Olivia berada di belakang mereka.


atau Arion membulat sempurna melihat tubuh Olivia yang terlihat begitu bagus dengan baju berenang yang Aleena sipakan.


Tapi tiba-tiba Arion tersadar saat mereka akan keluar "Kalian tunggu di sini! " Ucap Arion tiba-tiba pergi menjauh dari mereka.

__ADS_1


Aleena berjalan mendekati kakaknya itu"Ada apa kak? " Ucap Aleena mendapat pandangan tajam dari Arion.


"Aku bilang tunggu ya tunggu! kau bawa Olivia keluar aku akan membotaki rambutmu" Ancam Arion dengan nada lirih namun mampu membuat Aleena bergidik ngeri


__ADS_2