MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 251


__ADS_3

"Apa yang ingin kau lakukan membawa ku kehutan seperti ini boo? " Olivia sedikit takut sembari dia mengatur pikiran nya agar tidak berfikir buruk tentang suaminya yang tiba-tiba mengajaknya pergi ke hutan.


"Kau akan tau nanti setelah kita sampai" Ucap Arion yang tersenyum menggandeng tangan Olivia.


Baru saja masuk mereka melewati ribuan bunga tulip di sekitar jalan setapak itu.


Tidak lama mereka berjalan mereka sudah melihat rumah yang berada di tengah hutan itu "Kita sudah sampai" Ucap Arion sambil tersenyum.


"Wah rumahnya masih terawat meski ada dk tengah hutan" Ucap kagum Olivia.


"Tentu saja, ini adalah rumah tengah hutan milik kakek ku, aku mengingat nya saat aku masuk ke dalam kamar lamaku, aku menemukan kunci rumah ini di laci ku, kakek pernah memberikan kunci rumah ini padaku saat pertama kali aku menembak dan tepat sasaran" Cerita Arion.


"Apakah ini tempat bersejarah kakek? " Olivia tak sabar saat Arion membuka kunci rumah itu.


"Mungkin setau ku nenek shina pernah mengajak ku dan aric kemari" Jawab Arion


Mereka berdua masuk ke dalam rumah di dalam hutan itu, Arion mengajak Olivia berkeliling tempatnya benar-benar terjaga mesti lokasinya jauh dari pemukiman.


Saat mereka melihat keluar, mata Olivia di manjakan dengan hamparan bunga tulip yang membentang luas.


"Cantiknya" Olivia benar-benar terkesima dengan apa yang dia lihat.


"Tidak secantik dirimu" Ucapan Arion yang langsung melahap leher Olivia.


"Boo ap.. apa yang kau lakukan? " Olivia merasa geli dengan apa yang Arion lakukan.


"Tentu saja meminta hadiah atas kerja keras aku membawa mu kemari" bisik Arion yang membuat Olivia membuat geli seluruh tubuhnya.


"Ah.. tidak jangan lagi boo " Olivia ingin menolak perlakuan Arion namun sayang tubuhnya tidak bisa berbohong.


Arion memutar tubuh Olivia menghadap ke arah nya dan langsung mencium bibir nya, perlahan Arion menggendong tubuh Olivia tanpa melepaskan ciumannya


Arion membawa Olivia berbaring di sofa panjang di sana, Arion kemudian menghempas semua pakaian yang Olivia pakai.

__ADS_1


Sentuhan jari Arion yang menelusuri tubuh Olivia membuat Olivia tak bisa menahan suaranya.


Perlahan tapi pasti Arion mengarahkan junior nya untuk menjenguk anaknya di dalam sana, perlahan tapi pasti, keringat mulai bercucuran karena aktivitas yang sedang mereka lakukan.


Sampai akhirnya gerakan Arion terlihat lebih cepat dan lenguhan panjang keduanya membuat aktivitas yang mereka lakukan terhenti.


Olivia terkulai lemas dan mengusap perut nya, Arion mengambil tangan Olivia dan ikut mengusap perut Olivia " Tenang saja dia baik-baik saja di dalam sana" Arion tersenyum dan menarik duduk Olivia kemudian memeluknya erat.


Setelah tenaga mereka pulih, Arion segera memakai kembali pakaian nya begitu dengan Olivia namun saat dia mengangkat gaunnya "Boo apa yang kau lakukan dengan pakaian ku" Olivia memperlihatkan pakaian nya yang sudah berhasil di robek oleh Arion "Seberapa kuat tenaga , bisakah tidak merusak bajuku saat melakukan nya"


"Aku kelepasan " Arion mengusap tengkuknya yang tak gatal "Sudahlah sayang jangan marah aku akan mencari pakaian di lemari tunggu di sini" Arion segera ke kamar utama, benar saja saat Arion membuka lemarinya banyak baju yang dia temukan di sana.


"Ini milik nenek atau mama, sudahlah ambil saja" Ucap Arion yang langsung mengambil baju yang terlihat cocok untuk istrinya itu.


"Sayang pakailah" Ucap Arion saat memberikan baju itu pada Olivia.


"Terimakasih" Olivia segera mengambil pakaian itu dan memakainya.


Kruuuuyyyyyyuuuukkkk.... terdengar suara keras dari perut Arion yang membuat istrinya tertawa "Hihihi apa kau lapar boo? baiklah aku akan membuatkan sesuatu" Ucap Olivia yang berjalan ke dapur dan memeriksa kulkas yang hanya berisikan minuman kaleng dan beberapa snack. Mungkin tidak di isi dengan sayuran dan bahan makanan lain karena tidak ada yang tinggal di sana.


"Baiklah aku akan memasak ini saja" Olivia segera memasak mie instan cup itu dan mencari sesuatu yang bisa dia campur ke dalam mie instan itu.


Olivia sudah selesai memasak dua mie instan dan menyajikan nya di atas meja, "Ini tidak sehat" Ucap Arion yang melihat dia cup mie instan.


"Jangan bicara lagi boo! makanlah, makan ini sekali-kali tidak jadi masalah ok" Olivia tersenyum dan membuat Arion hanya bisa memakannya.


Meski hanya makan mie instan, tapi jika memakannya dengan orang yang kita sayang kesederhanaan mie instan itu, akan terasa mewah.


******


Daniel menyuruh semua orang berkumpul dia mengumumkan Ranti sebagai nyonya Daniel Wijaya, membuat Ranti tersipu malu dengan pengakuan Daniel yang sangat mengejutkan.


Semua orang bersorak bahkan Daniel mentraktir semua anak buahnya dengan anggur mahal untuk merayakan adanya Nyonya Daniel.

__ADS_1


Setelah pengumuman itu, Daniel membawa Ranti pergi, Daniel mengemudikan mobilnya dengan santai.


Daniel melajukan mobilnya ke sebuah restoran, "Kita akan bertemu seseorang" Ucap Daniel kepada Ranti saat akan turun dari mobil.


"Bertemu dengan siapa? " Tiba-tiba Ranti merasa deg-degan.


"Kau akan tau setelah kau bertemu dengan nya, dia orang yang sangat berharga untuk ku" Ranti terdiam entah kenapa dia benar-benar merasa jantung nya berdegup sangat cepat seakan dia akan bertemu dengan Presiden.


'Apakah Daniel pernah memiliki istri apa aku akan bertemu dengan anaknya, siapa siapa orang yang berharga untuk nya' Ranti terdiam sejenak saat Daniel sudah turun dan membuka pintu untuk Ranti.


"Ranti ayo turun" Daniel mempersilahkan Ranti turun, namun Ranti tidak mendengarkan ucapan Daniel.


Membuat Daniel menghela nafasnya dan memanggil Ranti kembali, namun Ranti benar-benar tidak mendengarkan Daniel sampai Daniel menyentuh pucuk kepala Ranti "Ranti" Panggil lembut Daniel di telinga Ranti.


Membuat Ranti terkejut dan menengok ke arah Daniel dan Cup" satu kecupan menempel sempurna di pipi Ranti, membuat Ranti terkejut dan membuka matanya lebar.


"Ah ma.. maaf tu.. eh Daniel maafkan aku" Ucap Ranti gugup dan menjauhkan wajahnya dari Daniel.


"Kenapa kau meminta maaf? apa kau melakukan salah? " Daniel menatap Ranti dengan senyum yang merekah, dia tidak tahan melihat tingkah Ranti yang seperti anak remaja yang baru jatuh cinta


"Aku tidak mendengar mu maaf" Ucap Ranti tulus.


Daniel menepuk pelan kepalanya di punya kepala Ranti dan tersenyum "Orang yang berharga itu tidak seperti yang kau pikirkan" Daniel kemudian mengecup kening Ranti dengan lembut.


Daniel menebak dengan benar isi kepala Ranti, membuat Ranti terlihat lebih tenang karena ucapan Daniel.


Ranti akhirnya turun dari mobil bersama dengan Daniel kemudian masuk ke dalam restoran, di restoran ada seorang wanita yang masih cantik meski dia sudah terlihat paruh baya melambaikan tangannya ke arah Daniel dan Ranti.


"Dia orang yang berharga untuk mu? " Tanya Ranti yang mendapat anggukan dari Daniel.


"Dia adik ku" Jawab Daniel yang tidak ingin Ranti salah paham.


"Adik? " Tanya Ranti lagi

__ADS_1


"Lebih tepatnya saudara kembar ku, dia adalah adik ipar mu? Ranti dengar wanita yang aku cintai hanya kau, jadi jangan pernah berfikiran buruk tentangku. " Bisik Daniel yang membuat Ranti tersipu malu.


__ADS_2