
Di kamar Angel. "Nenek bagaimana keadaanmu? " Tanya Arion yang masuk setelah mengetuk pintu.
"Arion, Olivia? nenek sudah lebih baik, nenek sudah siap untuk menimang cicit, benarkan dokter? " Angel menggoda kedua cucunya dengan melibatkan dokter yang merawat nya.
"Eh, itu tentu saja nyonya anda sangat siap" Dokter itu tersenyum.
"Nenek" Wajah Olivia mulai memerah bak udang yang siap makan "Dokter perkenalkan saya Olivia ini suami saya Arion." Olivia memperkenalkan dirinya dan Arion.
"Oh nona Olivia, nama saya zulfa " Zulfa menerima uluran tangan Dari Olivia mereka berdua berjabat tangan, saat zulfa mengulurkan tangannya ke arah Arion, Arion malah melipat tangannya di depan dadanya dia tidak berencana untuk bersalaman dengan Zulfa.
Olivia menyadari itu dan merasa tidak enak "Boo, jangan begitu" Olivia menyentuh Arion sebagai tanda agar Arion mau menerima uluran tangan zulfa, tapi Arion tetap kukuh tidak menanggapi Zulfa.
Zulfa yang sadar diri akhirnya menarik tangannya kembali, Sedangkan angel hanya diam melihat pemandangan itu, dia tau cucunya itu tidak mudah akrab dengan wanita.
"Maafkan suami saya dokter zulfa" Ucap Olivia tidak enak
Zulfa menggelengkan Kepala nya dia tau bahwa di depannya itu bukan orang sembarangan jadi Zulfa sudah biasa menangani orang seperti Arion, di sisi lain zulfa juga mengerti mungkin itu cara tuan muda di depannya menjaga hatinya untuk istrinya. "Tidak masalah Nona Olivia" Zulfa tersenyum dengan tulus.
Arion tidak melanjutkan mendengar Zulfa dan Olivia berbicara, dia langsung mendudukkan dirinya di sisi ranjang Angel.
Tok... tok... tok...
Suara pintu terdengar di ketuk "Masuk " Ucapan Angel.
"Nenek" Andreas tersenyum seperti yang di minta Angel Andreas di suruh datang ke kamar angel pada pagi hari.
"Andreas kau sudah datang"
Andreas mengangguk, dan melihat ke arah Arion "Ternyata kau juga kemari" Ucapan Andreas itu terdengar seperti sindiran di telinga Arion
"Cih! memang aku tidak boleh menemui nenek ku sendiri! "
"He! apa kau akan menemui nenekmu itu jika aku tidak memintamu? "
"Tentu saja, tanpa di suruh aku juga akan menemuinya"
__ADS_1
"Kalian berdua kenapa malah berdebat" Nenek Angel menggelengkan Kepala nya dan tersenyum teringat masa kecil Arion yang sering bermain dengan Andreas. Arion yang sombong dan keras kepala bisa berteman dengan Andreas yang tenang itu adalah sesuatu yang membuat Nenek angel terkejut.
"Dia yang mulai nek! " Ucap mereka bersamaan membuat Nenek angel semakin mengingat masa lalu, hanya saja nenek Angel merasa ada yang kurang.
"Andreas, Arion, Rocky di mana? " pertanyaan Angel membuat Andreas dan Arion diam
Suasana terlihat hening sampai Olivia mulai berbicara "Nenek, Rocky tidak enak badan mungkin setelah nanti dia membaik dia akan menemui nenek" Olivia tersenyum lembut ke arah Angel, Angel mengangguk tanda dia mengerti.
Arion dan Olivia mulai berbincang dengan nenek Angel, melihat mereka bertiga sedang asik mengobrol Andreas mulai berjalan ke arah dokter zulfa yang ada di sudut ruangan.
"Maaf kau dokter yang bertanggung jawab di sini? " Tanya Andreas pada zulfa.
"Ah, benar maaf saya belum sempat memperkenalkan diri pada anda, perkenalkan saya dokter Zulfa dokter yang bertanggung jawab atas nyonya Angel" Dokter Zulfa agak ragu mengulurkan tangan tapi demi kesopanan dia akhirnya mengulurkan tangannya.
"Oh, perkenalkan saya dokter Andreas saya dokter keluarga Mars dokter yang dulu menangani nenek angel" Andreas menerima uluran tangan Zulfa mereka resmi berkenalan.
Andreas dan zulfa akhirnya membahas tentang kesehatan nenek Angel di ruangan zulfa yang di sediakan oleh Arion yang masih berada di kamar Angel namun di berikan seka.
****
Mengobrol dan menikmati teh serta memandang hamparan indah bunga lily yang di tanam almarhum Shina dan Tiara.
"Sial! aku di kerjai lagi! Aric berani sekali kau mempermainkan ku!" Daniel mengepalkan tangannya sembari bergumam lirih
Daniel tidak berani bergerak dari tempat nya dia hanya bisa mengawasi Tiara dan Ranti di balik tembok yang lumayan jauh dari jarak Ranti dan Tiara duduk.
"Ibu Tiara sangat menyukai bunga Lily ya? " Tanya Ranti
"Sangat suka, bunga Lily juga bunga favorit dari Ibu mertuaku yang sudah meninggal" Jawab Tiara sembari tersenyum, senyuman yang menyimpan kesedihan.
"Ibu Tiara seperti nya sangat dekat dengan Ibu mertuanya ya"
"Cukup dekat, beliau orang yang sangat baik kepada semua orang" Tiara terlihat semakin sedih dan membuat Ranti tidak enak hati kemudian Ranti mengusap pelan pundak Tiara.
"Maafkan saya bertanya yang membuat Ibu Tiara merasa sedih"
__ADS_1
"Tidak tidak masalah, saya tidak merasa sedih hanya merasa rindu pada beliau" Tiara menangkap tangan Ranti dan tersenyum
Daniel merasa bosan mengawasi tanpa melakukan apa-apa, tiba-tiba pundak Daniel di sentuh membuat Daniel terkejut dan menengok ke arah belakang nya "Hah! ternyata kau kenapa tidak bersuara mengagetkan ku saja" Gerutu Daniel.
"Paman apa yang sedang kau lakukan" tanya Rocky uang merasa bosan di kamar dan ingin berjalan-jalan di taman, malah melihat pemandangan Daniel yang sedang berdiri di balik tembok.
"Ak.. aku tidak tidak ada" Ucap Daniel panik membuat Rocky penasaran apa yang Daniel lihat di balik tembok itu.
Rocky berjalan untuk melihat apa yang sedang Daniel lakukan ternyata Rocky melihat Ranti dan Tiara sedang mengobrol "Apa kau sekarang berubah menjadi pengintip? " Pertanyaan Rocky itu langsung di bantah oleh Daniel.
"Enak saja! ak.. aku tidak mengintip" Daniel dengan cepat membela dirinya.
"Terserah saja" Rocky memutuskan untuk memutar arah dia tidak ingin lagi pergi ke taman.
Daniel melihat Rocky yang biasanya akan mengejeknya dan berdebat dengannya kini bersikap dingin membuat Daniel merasa kasihan pada Rocky. "Hei Rocky kau mau kemana? " Tanya Daniel yang hanya mendapatkan gerakan pundak yang berarti tidak tau.
"Kau ikut denganku saja" Ucap Daniel menahan Rocky untuk pergi. Namun sekilas dia melihat ke arah Ranti sebenarnya ada keinginan Daniel untuk berbicara dengan Ranti.
Tapi melihat kondisi Rocky yang terpuruk seperti itu membuatnya merasa apa yang dia rasakan dulu saat kehilangan Tiara dan kehilangan jejak Ranti.
"Kemana? " Tanya Rocky singkat.
"Sudahlah ikut saja" Daniel menyuruh Rocky mengikuti nya
Daniel berjalan keluar rumah di ikuti dengan Rocky, Rocky tidak melihat mobil Daniel di halaman kediaman rumah Aditama itu.
Daniel terus berjalan keluar gerbang membuat Rocky tak mengerti kenapa harus repot-repot menaruh mobil di minimal market yang cukup jauh dari kediaman Aditama.
Mereka berdua kini sudah berada dalam mobil, namun Rocky yang dulunya selalu kepo bak Ibu Ibu komplek kini terlihat seperti dingin dan tak perduli.
"Kau tidak ingin bertanya aku akan membawamu kemana? " Tanya Daniel yang tak tahan dengan suasana hening ini.
"Terserah saja paman, kebetulan aku sudah bosan mau kemanapun aku tak perduli"
"Rocky Rocky sampai kapan kau akan seperti ini? " Keluh Daniel.
__ADS_1