
Semua orang terpesona dengan cara melamar Aric yang tidak biasa tak terkecuali dua wanita beda generasi itu terlihat sangat kagum.
"Kak Aric hebat" Aleena bertepuk tangan dengan penuh kekaguman.
Ucapan Aleena itu mendapat anggukan setuju dari Olivia "Hmm, sangat keren" Ucapan Olivia itu memantik kecemburuan seseorang.
Olivia langsung di tarik dan membuatnya menghadap ke arah Arion "Aku tidak mengizinkan mu kagum dengan siapapun Olivia"
Aleena tertawa dan menatap meremehkan Arion "Cih jika tidak boleh kagum, cobalah membuat yang lebih luar biasa dari kak Aric" Cibir Aleena.
"Berisik! aku tidak perlu di ajari anak kecil! " Ucap Arion kesal di remehkan adik perempuannya.
"Ka.. kalian jangan ribut lagi, bagaimana jika melihat ke belakang, adakah yang bisa kita bantu" Ucapan Olivia membuat kakak adik yang saling meremehkan itu seketika mengangguk bersamaan.
Tirai sudah di tutup kembali, Aric dan Fiona di angkat naik oleh 4 orang laki-laki tampan. Andreas, Rocky, Daffin dan Davian.
Aric dan Fiona segera mengganti pakaian mereka yang basah dengan pakaian yang sudah di siapkan oleh Aric, sepertinya Aric sudah menduga jika Fiona akan menemuinya di dalam Aquarium.
"Ah, ternyata kalian yang membantu kak Aric, kalian hebat" Aleena memberikan dua jempolnya kepada keempat laki-laki tampan itu.
"Tentu saja, jika tidak ada aku ini tentu saja tidak akan terjadi" Ucap sombong Davian.
"Ya ya, kak Davian memang hebat, lalu di mana mereka berdua?" Aleena mencari keberadaan Aric dan Fiona.
"Sudah pasti berganti pakaian " Arion menjawab pertanyaan Aleena dengan tepat.
"Benar juga, kalau begitu kita tunggu mereka sembari makan sesuatu " Ucap Aleena.
"Baiklah, aku setuju " Ucap Davian.
"Tunggu kak Vian, kita juga harus mengganti pakaian kita" Ucap Daffin mengingatkan
"Ah hampir saja lupa, kalian duduk saja dulu kami akan menghampiri kalian saat kami selesai" Ucap Davian yang mendapat anggukan dari semuanya.
Semua orang sudah berkumpul di area perjamuan sementara tamu lain sudah meninggalkan tempat acara, karena pesta telah usai.
__ADS_1
Kali ini perjamuan hanya untuk keluarga Aditama, wiguna dan para kerabat dekat mereka.
Mata kenzo menatap ke arah Aric dan sekilas melihat kearah Rayyan. "The, apa maksud kejutan malam ini Aric? kau belum memberitahukan dengan jelas" Kenzo menatap Aric dengan mantap saat berbicara
"Tentu aku akan menjelaskan dengan benar , paman kenzo aku sudah bilang aku akan membuktikan keseriusan ku, paman kenzo aku ingin menikahi Fiona secepatnya" Balas Aric menatap menjawab dengan mantap.
Mendengar perkataan Aric pipi Fiona terlihat sangat memerah dia tidak menyangka Aric akan secepat ini membuktikan perkataan nya.
"Apa kau serius, jika kau mempermainkan atau membuat putri kesayangan ku menangis aku tidak segan untuk membunuh mu" Perkataan kenzo di ikuti dengan tatapan tajam yang begitu menusuk.
Aric sedikit bergidik ngeri namun dia yakin dia tidak akan melakukan yang apa kenzo bilang dengan yakin Arion menjawab " Jangan khawatir itu tidak akan pernah terjadi! tidak akan pernah terjadi! " Aric menekan perkataan nya, dan membuat Kenzo merasa yakin.
"Tunggu dulu, kenapa kalian tidak ingin bertanya dulu dengan Fiona, apa Fiona mau dengan Aric? apakah dia bersedia? " Rayyan menyela dan melihat ke arah Fiona.
Dengan sekali lihat juga sudah tau Fiona pasti mau, tapi Rayyan ingin memastikannya.
"Paman Rayyan jangan khawatir, di dunia ku sekarang hanya ada kak Aric dan tidak ada yang lain, jadi aku tentu saja bersedia menikah dengannya" Fiona tersenyum dengan begitu manis.
"Baiklah kalau memang ini pilihan kalian berdua dan bukan paksaan kami sebagai orang tua hanya bisa memberikan restu"
"Kau semakin dewasa Rayyan" Ledek kenzo dengan mengedipkan mata dan memberikan jempol tanda dia juga menyetujui perkataan Rayyan.
"Bagus, kalau begitu kita tinggal menentukan kapan pernikahannya di lakukan" Tiara terlihat sangat senang dan berantusias.
"Hmm, benar jadi Aric apa kau sudah menentukan nya? " Tina juga terlihat sangat bahagia karena putri nya mendapatkan kebahagiaan nya.
"Mungkin akan memerlukan waktu yang lama, kemungkinan butuh waktu"
"Tidak masalah, kau juga sudah melamar putri ku dengan sangat tidak biasa, hal yang kau lakukan pasti akan masuk topik pencarian dalam berita di negara ini besok" Ucap Kenzo
"Hmm kalau begitu bagaimana dengan waktu satu bulan setelah hari ini" Ucapan Aric itu membuat shock masal.
"Bukankah dia bilang butuh waktu lama? " Tanya Andreas pada Rocky yang hanya mendapatkan gerakan bahu tanda dia tidak tau apa-apa
"Kau bilang butuh waktu lama bukan?! " Tanya kenzo dan Rayyan pada Aric bersamaan.
__ADS_1
"Ah benar satu bulan itu waktu yang lama untuk ku hidup melajang, karena aku ingin secepatnya menyandang status suami Fiona" Jawaban Aric ini terdengar menggombal membuat semua yang mendengar nya terlihat begitu kesal.
Tiara hanya tersenyum dia melihat sisi lain dari putranya yang biasanya bersikap kaku dan bijak kini bersikap begitu lucu membuat Tiara yakin Fiona orang yang tepat untuk putranya Aric.
"Satu bulan waktu yang sebentar Aric apa kau yakin, bukankah kau baru mengambil alih perusahaan papa mu apa kau bisa membagi waktu mu! " Kenzo bertanya dengan amat serius, dia tidak ingin pernikahan putri satu-satunya di buat tidak berkesan, apa lagi harus menikah tanpa di ketahui publik sepertinya dulu.
"Jangan khawatir paman, aku memiliki banyak orang yang akan membantuku menyiapkan semuanya, benarkan" Aric melihat ke arah Andreas, Arion, Olivia, Rocky, dan Aleena serta sepupunya Davian.
"Apa maksud nya tatapan itu" Keluh Davian yang sebenarnya mengerti maksud Aric.
"Baiklah, aku menyetujuinya tapi aku tidak menerima sesuatu yang gagal, apa lagi sampai membuat putriku kecewa aku tidak akan segan untuk membunuhmu dan keluarga mu" Tatapan Kenzo mengancam
"Memang kau berani membunuhku, kau pikir dari keluarga mana Aric berasal, kau lihat kami ini keluarga luar biasa tidak mungkin putraku akan mengecewakan mu, kami ini bibit unggul" Ucap Rayyan dengan begitu sombong.
"Heh bibit unggul dalam masalah pekerjaan tapi masalah percintaan aku jamin sampai turunan ketujuh juga akan mendapat nilai Nol" Ucap Kenzo dengan keyakinan penuh membuat Rayyan kesal.
"Apa maksud mu heh! " Rayyan ingin berdiri namun di tahan oleh istrinya.
"Bukankah kau tau maksud ku" Kenzo memainkan Alisnya
"Cih! berisik" Rayyan tau maksud Kenzo dia sedang menyindir masa lalunya.
"Kalian berdua sudah hentikan" Ucap Tiara menengahi dan mendapat anggukan dari Tina.
"Baiklah kalau begitu kita sudah menentukannya satu bulan kemudian kita akan mengadakan resepsi pernikahan"
Fiona memegang dadanya yang berdetak sangat kencang karena diskusi mereka berhasil.
"Selamat Fiona" Ucap Olivia lirih yang mendapat anggukan dari Fiona.
Perjamuan itu berakhir dengan kesepakatan pernikahan dari kedua belah pihak
Mereka semua kembali ke rumah masing-masing. Saat ini Arion sedang membuka bungkusan yang Fiona berikan pada Olivia, itu membuatnya penasaran.
"Boo apa yang sedang kau lakukan? " Tanya Olivia yang baru selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
__ADS_1
"Aku hanya membuka bungkusan dari Fiona ini" Arion membukanya dan mengeluarkan sesuatu dari sana. "Ah ini, sayang kemari dan ambilah"
"Tidak! aku tidak mau" Ucapan Olivia yang tiba-tiba wajahnya terlihat berubah