
"Olivia apa yang kau lakukan di depan kamar Arion? " Tanya Rocki yang melihat Olivia di depan kamar sepupu nya itu
"I.. itu tidak ada apa-apa" Ucapnya panik di tidak ingin ada yang tau jika dirinya berciuman dengan Arion
"Hmmm apa Arion sudah mengatakan nya? malam ini kau apa pergi makan malam dengan paman Daniel" Ucap Rocki
"Ap.. Apa kau serius? kenapa aku harus makana malam dengan nya? " Olivia bingung
"Tidak tau mungkin saja paman Daniel tertarik padamu? dia tidak buruk dia uncle kaya" Ucap Rocki menggoda Olivia
"Ka.. kau jangan bercanda Lagi! i.. itu tidak mungkin" Ucap Olivia
"Apanya yang tidak mungkin Olivia? kau cantik sifat mu baik meski paman Daniel lebih pantas jadi ayahmu, tapi pernikahan laki-laki yang lebih tua itu banyak" Ucapnya yang terus menggoda Olivia
Olivia terdiam dia benar-benar terpikir dengan ucapan Rocki bagaimana pun dia tentu saja tidak ingin menikah dengan laki-laki yang seumuran dengan ayahnya meskipun Daniel sangat tampan dan berwibawa
Rocki tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Olivia yang sedikit takut dan terlihat tangan nya mulai berkeringat "Hahahaha kau apa mempercayai ucapan ku? aku hanya bercanda, dia hanya ingin kau membawanya ke restoran yang bagus di negara ini, tidak masalah bukan untuk menemaninya" Ucap Rocki yang mulai menenangkan Olivia kembali
"I.. ini tidak lucu" Ucap Olivia kesal
"Baiklah-baiklah aku minta maaf, kalau begitu kau segera bersiap, aku sudah menyiapkan baju yang pantas untuk mu aku sudah menyerahkan nya pada bibi margareth" ucap Rocki
"Apakah benar hanya menemani makan" Olivia menjadi overthinking setelah candaan yang Rocki katakan
"Hei ayolah paman Daniel tidak akan menyukaimu, dia sedikit aneh dia tidak pernah dekat dengan wanita jadi kau jangan khawatir" Ucap Rocki menenangkan Olivia
"Baiklah aku mengerti, aku akan bersiap"
"Bagus, kau harus terlihat pantas Paman Daniel bukan orang biasa jangan membuat malu saat dia membawamu keluar makan"
mendengar ucapan Rocki Olivia hanya bisa mengangguk
Olivia kemudian pergi, setelah kepergian Olivia pintu kamar Arion terbuka tatapan tajam langsung di dapatkan oleh Rocki "Kau sepertinya senang sekali menjodohkan gadis itu dengan pria tua itu! "
"Apa yang kau katakan aku hanya tidak ingin rencana kita gagal, aku tidak mendorong Olivia untuk berada di sisi paman, meskipun aku lihat seperti nya paman Daniel tertarik dengan Olivia"
"Tutup mulut mu!! tanpa persetujuan ku Gadis itu tidak akan jadi milik siapa pun! " Tegas Arion
"Kenapa? dia bukan anak mu kenapa kau ingin mengatur pernikahan untuk nya? " Canda Rocki
namun ucapan Rocki itu benar-benar membuat Arion marah
__ADS_1
Arion mencengkram kemeja Rocki tatapan Arion kini terlihat ingin menusuk Rocki "dia tidak akan menikah tanpa seizin ku! dia barang milik ku hidupnya ada di tangan ku" Mencengkram dengan kuat dan melepaskan cengkraman itu
Arion berjalan pergi sedangkan di balik punggung Arion Rocki tersenyum puas "Dia sampai kapan tidak menyadari perasaan nya" Ucap Rocki yang mulai sadar Arion mungkin sudah tertarik dengan Olivia
Malam ini Olivia terlihat seperti orang yang berbeda dia tampak elegan meski hanya dengan riasan yang sangat minim, gaun yang di persiapan oleh Rocki juga terlihat sangat bagus di pakai oleh Olivia
"Rania apa ini terlihat bagus" Tanya Olivia ya rania yang membantu Olivia berdandan
"Kau terlihat cantik malam ini" Ucap Rania tersenyum
Olivia hanya terdiam dengan sanjungan Rania semasa hidupnya bersama Mario Harris hanya pernah di hina oleh ibu dan adiknya sanjungan tentang cara berpakaian dia tidak pernah merasakan
"Olivia kenapa kau diam"
"Tidak ada apa-apa Rania, Terimakasih" Olivia tersenyum ke arah Rania, Rania membalas senyum Olivia
"Kalau begitu kau sudah siap" Ucap Rania
Olivia mengangguk
Saat ini Olivia sudah berada di mobil yang Arion siapkan
Daniel menatap Rafael "Kenapa kau ada di sini" Ucap Daniel tidak suka
"Aku bisa menyetir sendiri! kau turun saja" Ucap Daniel
"Maaf tuan Daniel duduklah dan tenang " Ucap Rafael
"Ck! terserah saja" Ucap Daniel
Daniel menatap Olivia dia benar-benar mengingatkan nya pada wanita yang tidur dengan nya malam itu
"Olivia apa kau memiliki tempat yang ingin kau kunjungi? " Tanya Daniel
"Ti..Tidak ada tuan" Ucap Olivia takut-takut dia teringat candaan Rocki yang mengatakan tidak apa untuk menikahi laki-laki yang lebih tua
"Apa aku menakutkan? " Tanya nya
Olivia hanya diam dia tidak mungkin berkata dia takut pada Daniel, sebenarnya dia tidak takut hanya terganggu dengan ucapan Rocki
Saat ini mereka sudah berada di restoran mewah di negara A, Daniel melipat tangannya "kenapa kau ikut masuk bersama kami" Menatap Rafael yang berdiri di belakang Olivia
__ADS_1
"Ini perintah Tuan Arion" ucapnya singkat
"Aku ingin makan malam! bukan ingin menjadi tahanan! " Ucap Daniel yang kini benar-benar terlihat kesal
"Rafael aku baik-baik saja, tuan Arion juga yang memintaku menemani tuan Daniel makan, jadi kau tidak perlu seperti ini" Ucap Olivia
"Kau pergi atau kita berduel di sini" Ucap Daniel serius Rafael terdiam di ujung sana di sambungan handsfree nya memperbolehkan nya pergi
"Baiklah aku akan pergi" menyentuh kursi yang Olivia duduki dan melangkah pergi
Saat ini Olivia dan Daniel mulai menikmati makan selesai makan Daniel mulai banyak berbincang dan mulai menanyakan tentang ayahnya
Olivia terdiam sejenak
"Kenapa kau diam Olivia? "
"Aku baik-baik saja Tuan, hanya saja pertanyaan tuan bagaimana aku menjawabnya ya" Ucap nya tersenyum memaksa
"Apa pertanyaan ku sangat sulit , bukan kah anak perempuan akan jauh lebih dekat dengan ayahnya, aku hanya bertanya kapan terakhir kali kau pergi makan dengan ayahmu? " Ucap Daniel mengulangi pertanyaan nya
"Sejujurnya ak.. aku tidak pernah pergi makan dengan ayahku apa lagi hanya berdua" Olivia menunduk sedih
Daniel merasa sakit melihat itu, mungkin karena wajah Olivia benar-benar mirip dengan gadis yang malam itu tidur dengan nya "Baiklah kelak kau akan sering makan malam dengan ku" Ucapnya
"Tap.. Tapi tuan bukan ayahku? "
"Kebetulan aku tidak punya anak, punya satu tidak masalah untuk ku" Ucap Daniel tersenyum
Setelah sekian lama Daniel bisa tersenyum kembali itu membuat dirinya sendiri terkejut dan juga Olivia
"Olivia apa kau ingin pergi ke suatu tempat aku akan mengantarmu" Ucap Daniel
"Benarkah tuan? " Ucap nya antusias
"Kalau begitu aku ingin" Ucapnya terhenti ada sedikit keraguan untuk mengatakan nya "Tidak ada kita langsung pulang saja" Ucap Olivia yang tidak ingin terkena masalah
"Baiklah, ayo pergi" Ucap Daniel yang mencoba mengambil sehelai rambut di kepala Olivia dengan menyentuh pucuk kepala Olivia
*Pak tua ini menyentuh nya begitu mesra!! " Memukul pelan meja di hadapannya
Dion menatap ke arah Tuan nya itu, baru kali ini dia melaksanakan tugas sebagai penguntit "Tuan Arion, apa kau baik-baik saja" Ucap bodohnya
__ADS_1
"Diam!! " Ucap Arion menatap Dion
*Apakah Tuan Arion sedang cemburu?! sangat menakutkan " Dion bergidik ngeri