MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 200


__ADS_3

"Alister awas! " Teriak Fiona saat melihat seorang yang akan menikam Alister, Fiona berlari dan menendang ke samping orang itu.


"Mereka tidak ada habisnya, sebenarnya berapa jumlah mereka" Ucapan Alister yang merasa jumlah orang yang dia lawan terus bertambah.


"Ya, seperti nya mereka terus berdatangan, kalau begini terus kita akan kelelahan" Fiona khawatir kepada mereka semua.


"Nona Fiona tenang saja, bala bantuan akan segera datang mereka pasti sudah dekat" Rafael telah menghubungi semua anggota gang Hydra untuk datang.


"Aku mengerti, Alister bisakah kau tangani di sini, aku lihat penembak jitu nya telah bertambah, aku akan mundur dan membantu Aric".


" Baiklah serahkan padaku" Alister segera menghajar orang orang yang mengepung nya bersama dengan membuka jalan untuk kakaknya kembali ke belakang.


Fiona terang-terangan berlari ke arah Aric, itu memicu para penembak mengincar Fiona. Dor... Dor... Dor... Dor.... langkah Fiona di iringi dengan bunyi tembakan dari beberapa orang. Untung saja Fiona sangat lincah dan terlatih dia dapat menghindari peluru yang mengarah ke padanya.


"Fiona hati-hati " Aric tidak tinggal diam, dia juga mengincar orang yang berani mengincar kekasihnya itu, Dor.. dor.. dor.. dor... tembakan Aric tidak ada yang meleset.


"Fiona" Aric segera menarik Fiona dan memeluknya "Kenapa kau kemari? " Aric sangat khawatir saat melihat banyak peluru mengarah kepada Fiona.


"Aku ingin bertarung bersama mu, kita habisi dukung penembak nya, lalu mengincar mereka yang terlihat kuat sembari menunggu anak buah kak Arion datang" Jelas Fiona.


"Aku mengerti, tapi Fiona kau harus berhati-hati"


"Kau pikir kau bicara dengan siapa kak, apa kau lupa aku ini siapa? aku anak dari Kenzo wiguna pemimpin Black Drago yang di takuti" Fiona dengan bangga memamerkan identitas nya.


"Aku tau pacar ku memang sangat hebat" Aric menepuk kepala Fiona tapi tiba-tiba suara tembakan terdengar memudarkan sisi romantis itu.


****


Arion segera memposisikan dirinya dan membidik ke arah orang berjubah itu "Pergilah ke neraka" teriak Arion yang ingin menarik pelatuknya namun orang berjubah itu malah tertawa kencang membuat Arion sedikit bingung.


"Tidak semudah itu, Arion aku memiliki hadiah untuk mu! " Ucap orang berjubah itu membuat Arion tidak mengerti.


"Berisik jangan banyak omong! " Teriakan Arion itu di ikuti dengan tarikan pelatuk dari tangannya.


Dooooooorrr... "Sayang sekali tembakan mu meleset! , nah Arion sekarang giliran ku memberimu hadiah" Ucap orang berjubah itu.

__ADS_1


"Aku tidak perlu hadiah busuk darimu! " Arion terlihat bersiap untuk menembak orang berjubah itu lagi.


"Hahaha kau akan menyesal jika tidak menengok kebelakang dan melihat hadiah mu" Ucap Arion yang melihat Rocky dan Olivia sudah terikat di kursi yang tepat berada di tepi gedung.


"Rocky, Olivia " Teriak Arion membuat orang berjubah itu tertawa.


"Bagus, kau melakukan nya dengan baik" Ucap orang berjubah itu pada Silvia dan beberapa orang yang membantu Silvia membawa Rocky dan Olivia.


"Tentu saja! aku akan membuat Bajing*n ini merasakan apa yang aku rasakan! " Silvia terlihat begitu dendam terhadap Arion.


"Sudah ku duga kau juga terlibat" Arion tidak terlihat terkejut saat melihat Silvia berada di belakang Rocky dan Olivia.


"Hahaha, dugaan mu terlalu lama dan membiarkan ku bebas, karena kau sudah kehilangan kejeniusan mu aku akan membuatmu menjadi bodoh! " Ucapan Silvia dengan wajah begitu angkuh.


Silvia menuangkan air ke kepala Rocky dan Olivia, "Arion apa kau tau air apa ini? " Silvia tersenyum, dengan senyuman yang begitu licik. "Ini adalah air yang akan membuat tubuh mereka terbakar setelah" Silvia merogoh kantungnya dan mengambil sebuah korek di sana. "Setelah ini aku hidupkan dan buum kau akan melihat mereka berdua terbakar" Gertak Silvia.


"Hentikan! atau kau akan menyesal" Ucap Arion dengan wajah nya yang terlihat begitu serius.


"Hahaha di saat seperti ini, kau masih berani bertingkah sombong, benar-benar sang penguasa, tapi sayang kau penguasa yang sudah kehilangan taringnya. "


"Sa.. Arion pilihan ada di tanganmu, istri atau saudara mu, jatuhlah kau Arion jatuhlah ke neraka paling dalam, frustasi lah hahaha" Orang berjubah itu terlihat begitu senang "Atau kau ingin pergi dulu ke neraka" ucapnya lagi


"Diam aku yang akan mengirim mu ke neraka" Arion mengarahkan kembali pistolnya yang tadi sempat di turunkan dia Membidikkan kembali ke arah orang berjubah itu.


"Hahaha berani kau menembak ku, Silvia akan menjatuhkan korek ke arah mereka berdua, dan mereka akan menjadi arang tak tersisa"


"Arion buang pistol mu, atau aku akan membakar mereka berdua" Teriak Silvia mengancam


Arion terpaksa membuang pistol yang dia pegang"Kalian berdua pengecut, jika berani kemari dan lawan aku"


"Aku memang pengecut, tidak apa menjadi pengecut tapi bisa mempermainkan mu" Ucap orang berjubah itu dengan penuh arogan. Dia menarik pelatuknya dan membidik ke arah pundak Arion


Dooor.. Sati tembakan tidak meleset peluru itu bersarang di pundak Arion.


Di waktu yang sama Rocky terbangun dan menyadari dirinya telah terikat dan bermandikan bensin Rocky melihat ke sekeliling "Silvia apa yang kau lakukan, lepaskan aku" Ucap Rocky ketika dirinya melihat Silvia.

__ADS_1


"Ha untuk apa aku melepaskan mu" Ucap Silvia menatap jijik ke arah Rocky.


"Silvia jangan takut jangan dengar kan mereka aku tau kau di paksa tapi jika kau melepaskan aku aku akan menjaga mu dengan baik"


"Hahaha kau pikir aku di paksa!! kau ini tidak lebih dari seorang pengecut!, dulu kau telah gagal melindungi dia dari si brengsek Arion dan membuatnya jatuh ke dalam kegelapan sekarang kau ingin menjagaku! apa aku bodoh percaya dengan ucapan laki-laki seperti mu" Ucap Silvia dengan wajah begitu marah dan tangan yang mengepal sempurna.


Rocky tidak mengerti apa yang di katakan Silvia "Dia siapa? apa yang kau katakan Silvia aku tidak mengerti, apa kau marah pada ku"


"Rocky apa kau belum menyadarinya? " Ucapan Arion membuat Rocky bertambah bingung.


"Menyadari apa?" Rocky benar-benar tidak mengerti kemana arah pembicaraan mereka.


"Rocky Silvia sudah mati"


"Tunggu apa yang kau katakan Silvia, kau masih hidup kenapa kau bilang kau sudah mati, Silvia Arion memang salah menolak mu dengan perkataan yang begitu kejam tapi jangan mengatakan diri sendiri telah mati"


"Rocky kau benar-benar bodoh" Teriak Arion.


"Arion cukup! Silvia jelaskan padaku"


"Aku bukan Silvia, Aku Silia saudara kembar dari Silvia"


"Apa Silvia sudah mati tidak mungkin tidak mungkin"


"Itulah kebenaran nya Rocky apa kau tau siapa yang membunuh Silvia dia adalah Arion"


" Tidak mungkin Arion yang membunuh Silvia tidak"


"Rocky apa kau mencintai Silvia? "


"Aku memang mencintai nya, tapi sekarang sudah terlambat maafkan aku Silvia" Rocky terlihat begitu menyedihkan dan penuh penyesalan.


"Aku tau kau mencintai Silvia, kalau begitu apa kau mau membalaskan dendamnya dan membunuh Arion?! "


"Ak.. aku" Rocky terlihat ragu

__ADS_1


#Hallo kakak reader serius Banget bacanya, jangan lupa ya buat dukung terus karya aku, Like, komen, vote jadikan favorit dan juga kasih gift ya, yang mau masih tips juga boleh terimakasih.


__ADS_2