
Di sepanjang jalan Daniel dan Arion terus berdebat tanpa henti, sedangkan Olivia hanya bisa tertawa kecil dengan melihat kedua orang berdebat di depannya.
Tak terasa mobil itu sudah masuk kawasan Bandara mereka segera turun, mereka bertiga berjalan ke arah pesawat pribadi yang sudah di tempati Aric, Alister, Rocky dan Andreas sedangkan Dion tidak ikut, karena dia harus menyelesaikan masalah perusahaan.
Ranti dan Fiona sudah tidur di pesawat karena malam memang semakin larut, Pesawat akhirnya lepas landas.
Perjalanan panjang di habiskan dengan tidur oleh semua orang, tanpa ada satupun yang terjaga mereka terlihat sudah kelelahan.
Beberapa jam berlalu, pesawat pun mendarat dengan selamat.
Rocky masih tidak sadarkan diri karena di dalam minuman nya ada obat yang sama yang Rocky gunakan untuk membawa Arion dulu.
Setelah keluar dari bandara, mereka di jemput beberapa mobil yang di utus oleh Rayyan dan kenzo.
Fiona dan Alister tentu saja langsung pulang ke kediaman Wiguna, Aric sebenarnya ingin mengantarkan Fiona sampai ke rumahnya, namun Aric mengurungkan niatnya dia tidak perlu terburu-buru karena baginya hanya menunggu masalah waktu untuk menjadikan Fiona miliknya seutuhnya.
Aric, Rocky, dan Andreas berada satu mobil sedangkan Ranti Olivia dan Arion berada di mobil yang lain.
Sedangkan Daniel sudah di jemput anak buahnya, Daniel tentu saja memilih untuk pulang ke kediamannya sendiri di banding harus pulang ke rumah Rayyan.
"Olivia? " Ranti menatap ke arah putrinya itu, membuat putrinya mengerti dia mendekat ke arah ibunya.
"Ada apa bu? " Tanya Olivia
"Ibu merasa gugup, bagaimana jika mertuamu tidak akan setuju setelah melihat ibu? "
"Ibu, jangan khawatir nyo.. maksud ku Mama dan Papa mertua ku sangat baik, itu tidak akan terjadi tenanglah" Olivia mengusap punggung ibunya dengan lembut berusaha menenangkannya.
Mobil-mobil itu sudah memasuki rumah Rayyan, mata Ranti menatap begitu kagum rumah yang terlihat sama besar dengan rumah keluarga Mars.
Terlihat Tiara dan Rayyan bersama dengan Aleena berdiri di depan pintu menunggu kedatangan mereka.
"Kak Aric, kak Arion, kak Olivia" Teriak Aleena setelah melihat ketiga kakaknya berjalan ke arahnya, Aleena segera berlari dan tentu saja dia lebih memilih memeluk Olivia.
__ADS_1
"Apa kau lupa siapa kakak kandung mu? " Ucapan Arion dan Aric yang merasa terkucilkan oleh Aleena yang malah memilih memeluk Olivia.
"Wleee aku hanya merindukan kak Olivia" Aleena menjulurkan lidahnya sembari membuat ekspresi mengejek.
"Permisi, bisakah aku masuk terlebih dahulu? " Ucap Andreas yang sedang membopong Rocky bersama supir Rayyan
"Ada apa dengan Rocky! " Pertanyaan Aleena terlebih dulu di ucapkan oleh ibunya, membuat Aleena menatap penasaran kakak kakaknya.
"Tidak hanya saja dia sedang sakit, itu hanya efek obat saja" Aric tidak sepenuhnya berbohong tapi Aric tidak mungkin mengatakan itu cara mereka membawa paksa Rocky kemari.
Tiara dan Aleena mengangguk percaya dengan jawaban Aric.
Saat Aleena lengah "Sudah cukup peluknya! dia milik ku! " Arion seperti anak kecil menarik istrinya ke dalam pelukan nya namun Aleena tak mau kalah dia tetap mempertahankan Olivia.
Ranti tersenyum dia merasa lega ternyata putrinya sangat di cintai di keluarga ini.
"Ibu Ranti, maafkan kelakuan anak-anak saya ya" Ucap Tiara menyambut ramah besannya itu.
"Ti.. tidak masalah nyonya saya merasa senang melihat putri saya di sayangi seperti ini"
"Ah baiklah terimakasih ibu Tiara, oh iya sampai lupa ini ada oleh-oleh" Ucap Ranti Ranti memang sudah menyiapkan oleh-oleh saat dalam. perjalanan ke restoran bersama dengan Rania.
"Terimakasih ibu Ranti, harusnya tidak perlu repot repot seperti ini" Tiara tersenyum saat menerima paperbag yang ibu Ranti berikan. Ranti dan Tiara masuk di ikuti dengan Rayyan yang sedari tadi hanya mengamati.
"Kak Olivia ayo kita masuk" Aleena menarik Olivia masuk namun Arion masih memeluk Olivia membuat Olivia tersenyum penuh Arti.
"Boo, bisakah lepaskan pelukan nya? "
"Tidak! Aleena lepaskan tangan Olivia"
"Tidak mau!, kak Arion saja yang melepaskan tangan kak Olivia" Aleena menggeleng dengan cepat sembari memeluk erat tangan Olivia.
"Kalian berdua lepas! kita harus masuk hari semakin sore jika tidak masuk kita akan terbakar di sini" Mereka berdua reflek melepaskan tangan Olivia, pemandangan itu membuat Aric tertawa.
__ADS_1
"Sudahlah Aleena biarkan kak Olivia mu berjalan sendiri" Ucapan Aric yang langsung menggendong adik perempuan nya itu untuk masuk kedalam.
Olivia ingin masuk mengikuti Aric dan Aleena namun tiba-tiba tubuhnya di tahan, Arion sudah memeluknya dia bahkan melingkarkan tangannya di leher istrinya "Boo apa yang kau lakukan? " Tiba-tiba Olivia merasa merinding, sepertinya dia melakukan kesalahan.
"Hee, kenapa sekarang begitu lembut bukan kah tadi berani menyuruhku melepaskan mu? " Pertanyaan Arion itu mampu membuat Olivia merasa bergidik ngeri dengan penegasan pada suara Arion.
"Boo itu hanya itu kan karena anu itu... " Ucapan Olivia terhenti saat hembusan nafas Arion mengenai daun telinga nya.
"Dengar! dan ingat aku sudah katakan aku tidak akan pernah melepaskan mu, jadi jangan menyuruhku melepaskan mu"
Ucapan Arion itu terdengar manis tapi juga terdengar terlalu berlebihan karena Olivia hanya menyuruh melepaskan pelukan nya karena dia ingin berjalan masuk ke dalam rumah, bukan ingin kabur.
Olivia hanya bisa diam tidak bisa berkata lagi, akhirnya dia memutuskan perlahan melepaskan tangan Arion dari nya dan membalik tubuhnya, cup satu kecupan berhasil mendarat sempurna di pipi Arion.
Arion tersenyum dia ingin membalas kecupan Olivia itu, baru saja Arion memajukan bibirnya namun di halangi oleh tangan Olivia "Boo kita ada di luar jadi cup" Olivia mencium tangan nya sendiri yang menutupi bibir Arion kemudian mendekat kan wajahnya di telinga Arion "Sisanya bisa kau ambil nanti malam Boo huuuu" Olivia meniup telinga Arion.
Olivia kemudian menggandeng tangan Arion masuk ke dalam rumah, tanpa sadar Arion mengembangkan senyumnya dia merasa senang karena semakin hari Olivia semakin tidak takut pada nya dan tingkah Olivia itu mampu membuat Arion gemas.
"Arion bawa Olivia ke kamarmu, kalian bersihkan tubuh kalian dulu " Ucapan Tiara kepada putra sulung nya itu.
"Baik ma" Arion sekilas menatap Olivia tatapan seakan ingin memakan Olivia hidup-hidup, Olivia hanya bisa menelan ludahnya.
Olivia dan Arion berada di kamar Arion, suasana sangat mendukung Arion ingin segera meminta apa yang Olivia janjikan tadi.
"Boo kenapa menatap ku seperti itu? " Tanya Olivia yang melihat tatapan Arion yang ingin menerkamnya.
"Tentu saja ingin memakan mu" Bisik lirih Arion di telinga Olivia.
"Tu.. tunggu dulu kita belum mandi se.. sebaiknya aku mandi dulu" Olivia mencoba menghindar.
"Bagaimana jika kita mandi bersama" Arion bersiap ingin menggendong Olivia namun tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk
Tok.. Tok.. Tok...
__ADS_1
Mendengar itu Arion mengurungkan niatnya "Boo kau buka pintu nya aku mau mandi" Olivia segera kabur masuk ke dalam kamar mandi.
Sedangkan Arion hanya bisa menggerutu "Sial siapa yang berani mengganggu kesenangan ku! " Ucap kesal Arion sembari berjalan ke arah pintu.