MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 56


__ADS_3

"Anak buah kita menemukan dua jasa.. " Ucapan Bima belum. berhenti Rayyan bergetar mengangkat Kemeja Bima.


"Berani kau memberikan berita buruk tentang putraku! aku akan membunuh mu dan semua anak buah mu!! " Wajah Rayyan di penuhi amarah namun terbersit ketakutan dan kesedihan di sana.


"Rayyan lepaskan biarkan Bima menghabiskan kalimat nya! " Kenzo menarik tubuh Rayyan sedikit menjauh dari Bima karena Bima hampir mati kehabisan nafas bukan hanya menarik kerah kemeja Bima Rayyan juga mencekik leher Bima.


Rayyan melepaskan tangannya, dan menghempas tangan Kenzo yang menahan nya.


"Dua jasad itu bukan jasad Tuan Muda, dan di dalam. gedung tidak ada lagi jasad anak kecil" Ucapan Bima membuat Rayyan sedikit lega.


"Kalau begitu cari di sekitar gedung kosong in.. " Ucapan Rayyan terhenti saat dia melihat putranya menggendong putranya yang lain, dalam keadaan penuh debu dan luka Rayyan tidak mengenali siapa yang menggendong siapa.


"Aric, Arion Teriaknya sembari berlari menolong tubuh kecil yang terlihat sangat ketakutan namun masih mencoba bertahan.


Tubuh kecil mereka terjatuh di pelukan Papanya, Tuan Muda yang masih bertahan itu menangis dan menggumam " In.. Ini salahku" Ucapnya yang membuat Rayyan memeluknya erat air mata membasahi wajah Rayyan.


"Bima segera bawa kedua Tuan Muda ke rumah sakit" Teriak Rayyan.


"Ba.. baik Tuan" Ucapan Bima pergi menyiapkan mobil, Kenzo menggendong Tuan muda yang terluka parah dan Rayyan menenangkan Tuan muda yang masih meng-gumam.


Bima segera melajukan mobil mewah itu ke rumah sakit dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di sana, mereka berdua mendapatkan perawatan intensif.


Rayyan berjalan mondar-mandir dengan penuh ketakutan, bayangan melihat kedua putra nya berlumuran darah dan debu membuat nya merasa sakit dan takut, takut akan kehilangan dua pangeran tampan miliknya.


"Tenanglah Rayyan, kau duduklah" Ucap Kenzo


"Bagaimana aku bisa duduk bagaimana? " Ucap Rayyan yang hanya bisa menatap ruangan yang di dalamnya ada kedua anaknya yang harus melawan maut.


"Tuan salah satu putra anda harus melakukan operasi, dan memerlukan donor darah O negatif.


" O negatif? Mama dan kak Derrel " Ucap Rayyan yang ingat hanya Mama dan kakaknya yang memiliki darah O negatif " Gumam Rayyan "Kenzo hubungi kakak ku! " Ucap Rayyan.


"Aku mengerti" Ucap Kenzo segera menghubungi Derrel


Tak berapa lama Derrel muncul tapi yang tak di duga dia muncul dengan Tiara dan Lala.

__ADS_1


"By kau tega tidak mengatakan kalau anak-anak di culik! kenapa? kenapa merahasiakan nya dariku! " Teriak Tiara dia sudah menangis sepanjang jalan.


Rayyan tidak sanggup lagi untuk berdebat dia langsung memeluk tubuh Istrinya " Maafkan aku sayang, aku gagal menjaga anak kita" Ucapnya memeluk erat istrinya, Air mata Tiara semakin deras membanjiri wajahnya.


"Permisi Tuan, siapa orang yang akan mendonorkan darahnya? " Ucap perawat


"Saya" Ucap Kenzo dan Derrel membuat Rayyan dan Derrel juga terkejut, mereka tidak tau ternyata Kenzo juga memiliki golongan darah O negatif.


"Baiklah ikut saya" Ucap perawat itu.


Saat Tuan muda yang terluka parah di bawa ke ruangan operasi, Tuan muda yang masih di ruangan itu tersadar namun.


"Keluarga pasien" Ucap dokter yang menangani Tuan muda itu.


"Saya dokter" Ucap Rayyan dan Tiara bersama-sama.


"Tuan Putra anda mengalami syok berat dia terus berteriak" Ucap Dokter itu membuat Rayyan dan Tiara makin khawatir


" Apa kami bisa menemuinya dokter " Tanya Tiara yang sangat amat khawatir


Rayyan dan Tiara masuk menemui putranya. Baru saja mereka masuk teriakan memenuhi Ruangan itu.


Tiara menatap tidak tega Putra nya yang di tahan beberapa perawat " Arion" Ucap Tiara yang langsung mengenali siapa yang sedang berteriak di sana


Rayyan melirik istrinya memang seorang ibu adalah orang yang paling dekat dan memahami anaknya.


"Maafkan aku Aric, ini salahku harusnya aku yang menjagamu, Aric aku ingin bertemu dengan Aric, aku ingin bertemu dengan nya!! lepaskan aku!! " Teriak Arion dia memberontak sampai perawat laki-laki itu kewalahan menahan diri dari Arion.


"Sayang, tenanglah" Ucap Tiara yang tidak bisa menahan tangisnya memeluk putra nya.


"Mama kau menangis apa yang terjadi, bagaimana keadaan Aric aku harus bertemu dengannya, aku kakak yang gagal aku tidak bisa menjaganya, aku aku adalah pecundang!! Papa kau harus membunuhku" Ucapan Arion membuat Tiara dan Rayyan terkejut rasa bersalah Arion kepada Aric benar-benar sedalam itu, dia bahkan ingin menebus kesalahan itu dengan nyawanya, bagaimana bisa anak sekecil ini berpikir seperti itu.


"Sayang apa yang kau katakan, Aric akan baik-baik saja" Ucap Tiara menenangkan Arion


"Tidak! Aric tidak baik-baik saja ini salahku!! ini salahku tidak ini salahku" Arion terus berteriak.


"Arion" Rayyan menepuk kepala Arion yang terlihat merasa sangat bersalah dan sedih. "Kau sudah menjadi kakak yang baik" Ucap Rayyan yang tau, Arion pasti sangat kesulitan dan kesakitan dengan luka di kakinya dia harus menggendong Aric.

__ADS_1


"Papa bercanda aku adalah kakak yang tidak berguna! ini semua salahku!! salahku yang tidak cepat menyadari akan ada ledakan setelah kami berhasil kabur, harusnya aku yang melindungi nya tapi kenapa? kenapa malah Aric yang melindungi ku Aku tidak berguna! aku tidak berguna" Arion semakin menjadi dia memukul wajahnya sendiri membuat Tiara dan Rayyan menahan tangan putranya itu.


"Arion apa yang kau lakukan? jangan pukul dirimu sendiri sayang" Tiara terus menahan Tangan Arion bersama dengan Rayyan yang juga menahan tangan Arion.


"Permisi Tuan dan Nyonya saya akan menyuntikkan obat penenang untuk Pasien" Ucap dokter itu, setelah di suntik obat penenang Arion mulai tertidur.


"Tuan dan Nyonya bisa mita bicara" Ucap dokter itu.


Rayyan dan Tiara mengangguk dan mengikuti dokter itu dari belakang.


Di dalam ruang dokter.


"Bagaimana kondisi putra saya dokter" Ucap Tiara


Dokter itu menghela nafasnya " Begini Nyonya, Putra and tidak mengalami luka luar yang serius namun dia terluka secara psikis nya, Rasa bersalahnya terhadap saudara kembarnya sangat besar ini membuat saya khawatir " Ucap dokter itu serius


"Lalu apa yang harus kami lakukan! apa kau tidak bisa menyembuhkan nya" Ucap Rayyan sedikit kesal merasa dokter di depannya bukan dokter yang kompeten.


"Tenanglah by, " Tiara memenangkan suaminya.


"Kami akan terus memantau kondisi Pasien, kamu juga akan mendatangkan dokter kejiwaan yang terbaik di negara ini"


Br aaaakkk kkkk


"Apa maksud nya dokter kejiwaan apa kau pikir putra ku gila? " Rayyan tak bisa berfikir jernih dia gampang tersinggung saat pikirannya sedang kalut


"Hubby ,Arion membutuhkan nya jiwanya sedang terguncang oleh rasa bersalah" Ucap Tiara menenangkan Suaminya mengusap pundaknya.


"Lakukan yang terbaik dokter kami ingin anak kami segera membaik"


"Baik Tuan dan Nyonya kami akan melakukan yang terbaik untuk putra Anda"


"Kau memang harus melakukan nya, kalau tidak Rayyan Baskoro Aditama akan menghancurkan rumah sakit ini jika terjadi sesuatu pada kedua putranya" Ucap Rayyan menyombongkan namanya, siapa di negara ini yang tidak mengenal nama Rayyan Baskoro Aditama mustahil jika tidak tahu.


Dokter menelan ludahnya saat mendengar nama yang baru saja dia dengar, keringat dingin langsung membasahi tubuhnya "Sa.. saya mengerti, kami semua akan melakukan yang terbaik" Ucap dokter itu.


Lima hari berlalu......

__ADS_1


__ADS_2