
Rocky terlihat menatap layar HP nya dengan seksama itu membuat Andreas penasaran, Andreas berjalan untuk melihat apa yang sedang Rocky cari di handphone nya
"Apa yang sedang kau lakukan? " Tanya Andreas yang sudah berdiri di belakang Rocky. "Ini? apa maksud nya"
"Tidak ada hanya iseng saja" Rocky segera menutup handphone nya dan menaruhnya di meja "Aku akan membersihkan diriku " Rocky berjalan ke arah kamar mandi.
"Aku harus segera memberitahu Arion besok" Ucap Andreas kepada dirinya sendiri.
Tapi setelah melihat layar handphone Rocky tadi, membuat Andreas berfikir apa dia harus melakukan hal yang sama dengan Rocky "Ah sudah Andreas tidak perlu di pikir lagi kau seharusnya beristirahat malam ini" Ucap Andreas pada dirinya dan akhirnya memilih untuk tidur lebih cepat
"Mama" Aleena tengah duduk di depan Tiara, Tiara sedang menata rambut Aleena yang baru selesai membersihkan diri.
"Iya Aleena?, ada apa? " Tanya Tiara yang masih dengan aktivitas nya menyisir rambut Aleena.
"Tidak jadi" Aleena merasa ragu untuk bertanya.
"Hmm, baiklah jika Aleena tidak jadi bertanya kalau begitu Aleena bisa segera tidur" Ucap Tiara yang sudah selesai menyisir rambut Aleena.
"Mama, apa butuh waktu lama untuk Aleena segera dewasa, Aleena ingin segera besar" Ucap Aleena tiba-tiba membuat mamanya mengernyitkan dahinya sedikit bingung dengan perkataan putri kecilnya itu.
"Kenapa Aleena ingin segera dewasa? " Tanya Tiara, Tiara menatap wajah putrinya pada cermin, wajahnya terlihat muram
"Tidak ada alasan khusus, hanya ingin saja" Jawab Aleena berusaha meyakinkan Tiara tentang jawaban nya itu, namun Tiara merasa jawaban Aleena itu tidak jujur.
"So, kalau begitu jangan terburu-buru sayang nikmati setiap waktumu berkembang, kau pasti akan senang dan tidak ingin cepat-cepat dewasa"
"Benarkah, aku akan coba menikmati nya" Aleena merasa tidak puas dengan jawaban Tiara seperti nya dia masih ingin segera tumbuh dewasa.
__ADS_1
"Hmm, bagus nikmati setiap perkembangan mu sayang" Tiara menyelesaikan pekerjaan nya
Aleena mengangguk "Ma, bisakah mama tidur dengan Aleena malam ini? " Tanya Aleena yang terlihat sangat menantikan jawaban dari Tiara.
"Tentu saja" Tiara memeluk putrinya, tiara tertidur di kamar anak perempuan nya tanpa tau suaminya sedang mondar-mandir menunggu nya. Tapi prioritas nya sekarang adalah menemani putrinya yang tiba-tiba merasa tidak puas dengan usia nya sekarang
Rayyan yang merasa gelisah istrinya tak kunjung kembali ke kamar nya, alhasil mencari keberadaan istrinya, saat dia melihat istrinya sedang pulas tidur bersama putrinya dia tidak bisa berkata lagi.
Rayyan mendekati istrinya dan putri kecilnya yang sedang tidur itu, dia duduk di samping ranjang yang dekat dengan putrinya itu, dia mengusap pipi putri kecilnya "Hei kau sudah berani berebut denganku ya" Ucap nya yang menunjukkan wajah sedikit kesal bercampur gemas "Tapi aku tidak akan mengizinkan kau menang gadis nakal" Rayyan mengecup kening putrinya "Selamat malam" Ucap Rayyan sebelum berpindah ke sisi ranjang yang sebelahnya.
Rayyan melihat istrinya yang tidur begitu pulas, dia pelan-pelan mendekat kearah istrinya dan bersiap untuk menggendong nya membawa nya kembali ke tempat tidur mereka, benar saja perlahan tubuh Tiara sudah berpindah ke gendongan suaminya itu.
Rayyan membawa kembali istrinya, meninggalkan putrinya yang sudah tertidur lelap itu.
Di sisi lain, Ranti menatap langit-langit kamarnya, dia tidak menyangka hari ini mendapatkan undangan untuk pergi bersama dengan Daniel besok "Haruskah aku berangkat? " Tanya Ranti pada dirinya saat menatap pesan di buket bunga yang dia Terima hari ini.
Ranti teringat kebaikan Daniel yang selalu menjaganya, sebenarnya dalam hatinya ada pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada Daniel namun tidak pernah dia tanyakan, entah karena merasa tidak enak atau ada alasan lain dia sendiri pun tidak menyadarinya.
Selesai membersihkan diri Aric mendapatkan vidio call dari tunangannya itu, wajah keduanya sama-sama memerah saat membahas masalah depan mereka.
Mereka bahkan terlihat tidak kehabisan kata-kata mereka terus mengobrol sepanjang malam, seakan malam ini milik mereka berdua.
"📱kak, terimakasih untuk malam ini, kau sudah membuktikan nya" Ucap lembut Fiona sembari menatap wajah tampan calon suami nya itu di layar handphone nya.
"📱kenapa kau mengucapkan terimakasih? harusnya aku yang berterimakasih kau sudah mau menerima ku, memberiku kesempatan"
"📱baiklah kalau begitu aku tidak akan mengatakan terimakasih, tapi aku akan mengatakan, Aric Baskoro Aditama AKU MENCINTAIMU" Fiona segera menutup teleponan nya wajahnya sudah terlihat hampir terbakar karena menahan malu.
__ADS_1
"Ahhh Fiona sejak kapan kau jadi wanita penggoda" Fiona menenggelamkan wajahnya di bantal doa merasa malu sendiri akan tindakan nya.
Aric masih menatap layar handphone yang sudah tidak ada wajah calon istrinya itu, namun hanya ada bayangan wajahnya yang mulai memerah karena perbuatan Fiona yang tiba-tiba mengatakan dia mencintainya "Fiona kau sangat menggemaskan, rasanya aku segera ingin membawamu berada di sisiku" Aric menutup wajahnya tiba-tiba berfikir hal yang tidak-tidak.
"Aric apa yang kau pikirkan, ah sejak kapan kau begitu tidak sabar" Aric mengatai dirinya yang merasa tidak bisa menunggu lagi, ingin rasanya dia segera mendekap Fiona.
"Fiona kau membuatku gila" Aric mengacak rambutnya dengan wajah yang terlihat begitu sumringah.
*****
"Boo apa yang sedang kau lakukan? " Tanya Olivia yang baru selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
"Aku hanya membuka bungkusan dari Fiona ini" Arion membukanya dan mengeluarkan sesuatu dari sana. "Ah ini, sayang kemari dan ambilah"
"Tidak! aku tidak mau" Ucapan Olivia yang tiba-tiba wajahnya terlihat berubah.
Arion merasa terkejut dengan reaksi yang Olivia tunjukan harusnya dia tidak menunjukkan ekspresi tidak suka "Ada apa denganmu sayang" Tanya Arion.
"Entahlah mungkin aku sedang tidak ingin boo, lebih baik kau simpan saja" Ucap Olivia yang merasa perutnya terasa aneh saat melihat apa yang ada di tangan suaminya itu.
"Apa kau yakin? kita bisa membukanya aku seperti nya juga ingin memakannya" Arion masih mengulurkan tangannya pada istrinya itu, berharap istrinya mau membukanya
"Tidak! aku tidak mau boo apa kau tidak dengar aku tidak mau" Ucap Olivia yang wajahnya terlihat kesal.
"Baiklah aku akan membukanya sendiri, jika sudah aku buka kau tidak boleh minta ya" Arion masih berusaha membujuk istrinya untuk makan buah mangga bersamanya.
Seperti nya Fiona ingat bahwa Olivia menyukai buah mangga makanya setelah acara dia bahkan memberikan beberapa buah mangga yang matang di pohon untuk Olivia.
__ADS_1
Arion pergi mengambil pisau dia bahkan mengupas dua buah mangga dan menaruhnya di piring, dia menancapkan tusuk gigi di atasnya, dia ingin menyuapi istrinya namun hal yang tak terduga, Olivia menampik tangan Arion dan membuat buah mangga itu terjatuh "Boo aku sudah bilang aku tidak mau" Olivia merasa perutnya mulai berputar-putar.