
"It.. itu.. " Olivia tiba-tiba merasa gugup.
"Kenapa apa yang ingin kau katakan? apa kau ingin menyerahkan dirimu" Goda Arion yang membuat wajah Olivia semakin memerah.
"Tidak.. tidak bukan itu aku.. aku" Olivia tidak menyangka Arion akan mengatakan begitu saja apa yang dia pikirkan, dia memang ingin melakukan itu tapi tidak mungkin dia mengakuinya.
"Lalu apa yang kau inginkan? apa kau menginginkan ku? " Arion mencoba peruntungan untuk menggoda Olivia.
"Tidak bukan itu, aku.. aku hanya ingin tau bagaimana keadaan ibuku? apa dia benar-benar akan kembali seperti dulu" Olivia menemukan alasan yang tepat untuk dirinya saat ini.
Arion terlihat menghela nafasnya karena mendengar ucapan Olivia itu, Arion berjalan ke ranjang nya duduk dengan santainya "Kau ingin tahu? kemarilah" Arion menepuk tempat tidur nya tepat di samping dia duduk.
Olivia dengan perlahan berjalan duduk di samping Arion meski awalnya terlihat ragu namun karena Arion menariknya itu membuat Olivia langsung terduduk.
Arion tiba-tiba membaringkan kepalanya di pangkuan Olivia, dia membuat nyaman dirinya, namun Olivia merasa sedikit gugup pandangan mereka tak sengaja saling bertemu.
"Kau ingin tau keadaan ibumu? " Tanya Arion yang langsung menatap mata Olivia, Olivia seketika mengangguk "Dia sangat baik, tapi " Arion mengambil tangan Olivia mengusap kan nya ke dadanya "Aku yang sedang tidak baik" Ucap Arion lirih, perkataan Arion itu entah mengapa membuat hati Olivia merasa nyeri.
Olivia menatap Arion begitupun dengan Arion, tatapan yang begitu dalam itu membuat Arion tidak tahan untuk meraih kepala Olivia perlahan tapi pasti bibir Olivia tertelan habis oleh bibir Arion.
Rasa manis menjalar ke seluruh tubuh, ada getaran yang sulit mereka ungkapkan hanya gerakan kecil layaknya menari yang terjadi pada lidah mereka, perlahan hisapan itu mereka rasakan Arion dan Olivia mulai tenggelam dalam permainan yang lembut, manis nan hangat.
Ciuman itu berlangsung cukup lama sampai akhirnya Arion tidak tahan, dia melepaskan ciumannya dan bangkit, perlahan merebahkan tubuh Olivia dari tepi ranjang perlahan Arion berbaring di samping Olivia lagi lagi ciuman manis itu tak terelakkan.
__ADS_1
Arion saat ini bersikap sangat lembut, dia mengusap lembut leher Olivia membuat Olivia semakin merasa getaran tak terelakkan di antara mereka. Tangan Arion pun tak berhenti bermain di atas benda kenyal nan lembut itu meski masih tertutup kain indah di atasnya.
Perlahan tangan itu mulai menyusup kedalam, sampai tangan Arion terhenti saat dia merasa sesuatu yang sudah bangun dari dirinya. Arion melepaskan ciumannya menarik tangannya namun hal tidak di duga adalah Olivia menahan tangan Arion membuat Arion sangat terkejut dan menatap dalam mata yang sudah mulai memerah itu.
"Olivia? apakah bo.. " Bumi selesai bertanya anggukan kepala Olivia itu membuat Arion mengerti Olivia sudah memberikan lampu hijau padanya, tentu saja Arion tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.
Arion kembali mencium Olivia tangannya kembali melakukan aktivitas nya, ciuman itu berlangsung lama sampai Arion berhasil membuka sebagian pakaian Olivia.
Arion mencium leher Olivia tidak lupa memberikan tanda kepemilikannya di sana, Olivia hanya bisa menahan geli dan perasaan yang tidak bisa dia jelaskan ketakutan kebahagiaan atau kenikmatan entah apa yang sedang Olivia rasakan benar-benar tidak bisa Olivia gambarkan.
Arion bermain dengan benda kenyal dan lembut itu, sedangkan bibirnya menyapu habis leher jenjang itu, memberikan tato indah di mana-mana.
Arion berhasil membebaskan Olivia dari satu lapis kain yang menutupi tubuh indahnya, Arion perlahan menggerakan jarinya seakan sedang bermain piano di sana, jentikan demi jentikan berhasil membuat perasaan yang semakin menggebu gebu, perasaan lagi dan lagi juga perasaan jangan berhenti.
Harum tubuh yang begitu memikat tak bisa di gambar kan dengan sebuah kata, Arion terus menenggelamkan dirinya sesekali menatap. wajah malu nan bereaksi dari wajah Olivia, Olivia menggigit bibirnya benar-benar menggoda Arion untuk berbuat lagi dan lagi.
Tangan Arion yang tengah bermain piano itu kini mulai mengusap lembut sesuatu yang menantang di sana, perasaan yang sulit di jelaskan itu hanya bisa mereka berdua rasakan apa lagi saat Arion berhasil mengusap bukit mungil itu.
Arion hanya mampu memejamkan matanya dia terus bermain di tempatnya berada membuat Olivia terus menggigit bibir bawahnya.
Arion merasakan sesuatu di tangannya, ada yang basah tapi bukan karena sedang berenang, Arion tau apa arti dari jarinya itu, dia kemudian mulai melepaskan semua helai benar dari tubuhnya membiarkan nya terbuka, Arion melakukan hal yang sama pada Olivia.
Olivia masih menutup matanya ada rasa malu namun ada rasa tidak ingin berhenti, Arion meraih tangan Olivia untuk mengusap sesuatu yang telah berdiri dengan sempurna, Olivia merasa canggung dengan itu, tapi Arion terus menuntunnya, sampai keduanya tidak bisa mananya lagi.
__ADS_1
Arion perlahan mengarahkan Pusakanya ke wadah yang sudah ada, awal mula memang sangat sulit, bahkan Olivia beberapa kali menggelengkan Kepala namun Arion dengan sabar mengusap pipi Olivia.
Sampai benda pusaka itu berhasil menerobos gawangnya dengan Arion yang membungkam Olivia dengan ciumannya, perlahan melepaskan ciumannya "Apakah sakit? " Tanya Arion yang mendapat anggukan dari Olivia
Arion merasa tidak tega pada Olivia dan jngn menyudahi peperangan itu, namun Olivia tersenyum "Aku tidak apa-apa my boo lakukan" Ucap lembut Olivia
"Apa kau yakin? " Tanya Arion untuk memastikan nya dan Olivia mengangguk "Baiklah aku akan pelan sayang" Ucap Arion sembari bergoyang dengan lembut
"Emmhh " Olivia menahan sesuatu yang nyeri di sana, tapi pelan-pelan goyangan itu terasa begitu nikmat hingga suara Olivia membuat Arion terus melakukan nya.
"Panggil aku Olivia? " Ucap Arion membuat Olivia perlahan membuka mulutnya
"A.. Arion my.. my booo ahhh" Olivia tidak. bisa mengontrol dirinya lagi dia terus melenguh seperti sesuatu yang nikmat sedang dia nikmati.
"Jangan berhenti sayang, suaramu sangat indah ahhh Olivia" Ucap Arion lagi membuat Olivia tidak lagi menahan suaranya yang keluar.
Kamar itu di penuhi dengan ******* indah dari mulut Olivia sampai akhir nya lenguh an panjang itu berhasil membuat Arion dan Olivia keduanya berpelukan melepaskan sesuatu yang *******
"Ak.. aku ingin akhh hhhh my boo" Teriak Olivia
"Keluarkan sayang aku bersamamu olllliiiivviiiiaaaaaaaaa" Teriak Arion sembari menyebut nama Olivia
keduanya berpelukan melepas peluh bersama. setelah olahraga yang cukup lama Arion memeluk Olivia dan mengecup keningnya "Terimakasih sayang, kau akan jadi wanita pertama dan terakhir ku" Ucap Arion, ucapan itu membuat Olivia tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1