
Arion mendengar Olivia tidak enak badan langsung menyentuh kening Olivia tanpa permisi "Tidak panas" Ucap Arion
"Emm.. emmm tuan saya benar-benar ingin istirahat bisakah kita kembali" Ucap Olivia yang benar-benar merasa aneh dengan sikap Arion, membuatnya semakin curiga apa Arion benar-benar sedang mempermainkan nya.
"Baiklah kita pulang " Ucap Arion singkat padat dan jelas dia segera melajukan mobilnya kembali ke rumah, meski dia sedikit kecewa rencana membuat gaun pengantin harus gagal
Setelah mereka sampai di rumah Mars, Olivia segera turun tanpa menunggu Arion membukakan pintunya "Tuan saya permisi" Olivia segera masuk kedalam rumah membuat Arion sedikit bingung dengan sikap yang Olivia tunjukkan seperti bersikap dingin dengannya.
"Ada apa apa ada yang salah? " Ucap Arion kepada dirinya sendiri sembari dia turun dari mobil.
Dia bergegas ke kamar Angel, saat Arion masuk di sana sudah ada More dan Arion sedangkan Dion sudah kembali ke kantor.
Angel terlihat sedang mengobrol asik dengan Aric, Arion masuk dan mendapat salam hormat dari More
"Arion kau dari mana saja? kau tidak menyakiti Olivia kan" Ucapan Angel sedikit membuat jati Arion merasa sakit
Arion duduk di tepi ranjang Angel "Apakah aku terlihat hanya bisa menyakiti Olivia" Dari perkataan Arion itu terdengar kesedihan di dalamnya
"Melihat dari masa lalu, kau memang hanya bisa menyakiti nya bukan" Aric yang menjawab perkataan Arion.
Arion tersenyum miris, dia mendongak menatap langit-langit kamar, dia kini benar-benar menyesali perbuatannya di masa lalu terhadap Olivia
Angel melihat wajah penyesalan dari cucunya itu, "Arion apa perasaan mu terhadap Olivia sekarang? " Tanya Angel yang ingin tau respon apa yang cucunya berikan
"Nenek kau pasti tau jawabannya" Nenek Angel adalah orang yang paling dekat dengan Arion, orang yang selalu tau apa yang sedang dia rasakan tanpa dia mengatakan apapun.
"Kalau begitu jangan menyakiti nya, dan tunjukkan keseriusan mu" Angel menasehati cucunya itu
"Aku sudah menunjukkan keseriusan ku, aku sudah mengajaknya untuk menikah" Arion benar-benar terlihat seperti anak kecil yang penurut di depan neneknya mengatakan apapun tanpa ada rahasia
"Apa? " Ucap Angel dan Aric terkejut mendengar ucapan Arion
__ADS_1
begitu pula dengan more yang Samar-samar mendengar ucapan Arion.
"Tapi seperti nya dia tidak ingin menikah denganku" Ucap Arion sedikit kecewa teringat Olivia yang tidak ingin membuat gaun pengantin dengannya tadi
Nenek Angel memijat kening nya "Bagaimana bisa kau meminta dia menikah dengan mu sekarang Arion, kau baru saja mendekati nya kau harus pelan-pelan mendapatkan hati wanita bukan seperti membeli permen di warung hanya memberikan uang dan kau mendapatkan nya" Ucap Angel serius
"Aku tau, tapi aku harus secepatnya menikahi Olivia kalau tidak dia pasti akan di rebut oleh laki-laki lain" Jawab polos Arion yang mampu membuat saudara kembar nya tertawa terbahak-bahak
"Ternyata ada yang bisa membuat mu takut di dunia ini" Ucap Aric meledek Arion
"Diam! Rocky yang bilang jika suka tunjukkan, aku tidak ingin jadi pengecut yang hanya diam-diam menyukai orang" Ucap Arion menyindir Aric, dari ucapan Rocky seperti nya Aric menyukai Fiona diam-diam jadi Arion balas menyindir saudara kembarnya itu
"Menyukai orang diam-diam tidak bisa di sebut pengecut, aku hanya mau mengawasinya dalam diam ku mendoakan kebahagiaan nya dalam doaku, menjaganya dalam pengawasanku " Aric terpancing dengan mengatakan Aku
"Hahaha kau benar-benar menyukai Fiona dalam diam" Benar-benar pemandangan yang langka Arion bisa tertawa lagi setelah sekian lama dia hanya bisa berwajah datar dan dingin, setelah kedatangan Olivia hatinya perlahan mulai kembali berfungsi
Angel tersenyum perasaan senang tidak bisa dia tutupi *Terimakasih Olivia kau perlahan mengembalikan hati cucuku" Ucap angel dalam hati dia benar-benar bersyukur atas pertemuan Olivia dan Arion.
"Tidak! kau sendiri yang bilang aku tidak boleh ikut campur, kalau begitu aku serahkan dekat padamu" Ucap Arion santai, wajah nya kembali datar
"Kau, benar-benar nenek nasehati dia tidak boleh menyakiti hati wanita" Ucap Aric
"Aric kalau begitu Fiona aku serahkan padamu, Arion juga tidak sepenuhnya salah dia tidak menyuruh Fiona untuk jatuh cinta padanya, lagu pula wajah kalian sama kenapa kau tidak mencoba untuk mengejarnya" Nasihat Angel pada Aric
"Me... mengejar nya bagaiamana aku bisa melakukan itu, i... itu tidak mungkin di hanya menyukai Arion" Aric memikirkan nya saja sudah merasa gugup bagaimana dia bisa mengejar Fiona
"Kau ini terlalu memandang remeh dirimu, kau pasti bisa" Ucap Angel
"Benar, nenek kau istirahat lah aku akan pergi " Ucap Arion yang mendapatkan anggukan dari neneknya
"Baiklah" jawab Angel dengan tersenyum
__ADS_1
"Kau mau pergi kemana? " Tanya Aric penasaran
"Hei aku ini bukan pengangguran seperti mu aku harus berkerja untuk menghidupi wanita ku" Ucap Arion menyindir Aric
"Kalau begitu kau harus belajar dariku, aku bahkan tidak bekerja tapi aku mampu menghidupi wanita ku"
"Wanita mu? kau bahkan tidak punya mengejarnya saja kau tidak berani" Ledek Arion lagi pada Aric, Aric hanya terdiam
Sedangkan Angel benar-benar merasa bersyukur melihat pemandangan yang hampir tidak pernah dia lihat Arion begitu terlihat bersemangat bercanda dengan orang lain selain Rocky.
"Sudah lah kalian berdua, Arion segera berangkat ke kantor" Ucap Angel
Arion mengangguk dia berjalan mendekat kearah More, menatapnya tajam "Kau tau apa yang harus kau lakukan bukan" Ucap Arion yang tidak ingin pembicaraan tentang Arion mengakui Olivia sebagai wanitanya bocor sebelum dia mengakuinya ke public dengan mulutnya sendiri
"Saya tau tuan muda, saya hari ini tidak mendengar apapun" Ucap More dengan takut dia bahkan tidak sanggup menelan ludahnya karena di tatap oleh Arion begitu tajam.
Arion keluar dari kamar Angel turun ke bawah dia melihat Olivia sedang di dapur, entah kenapa hanya melihat Olivia saja tiba-tiba hati Arion seperti di penuhi bunga-bunga yang bermekaran, jantung nya tidak bisa lagi dia kontrol.
Perasaan itu membuat Arion tidak bisa mengendalikan dirinya dia ingin mendekati Olivia, Arion berjalan pelan dan langsung memeluk Olivia dari belakang ketika Olivia ingin mengambil air dingin dari lemari pendingin "Kau sedang sakit tidak boleh minum dingin" Ucapnya lembut di telinga Olivia membuat Olivia terkejut sekaligus jantung nya tidak bisa terkontrol
"Tu.. Tuan" Ucap Olivia gugup
"Panggil aku Arion" Bisik Arion di telinga Olivia membuat Olivia benar-benar tidak bisa mengontrol jantungnya
"Tuan lepaskan saya.. " Ucap Olivia takut ada yang melihat dan salah paham dengan mereka
"Kalau begitu panggil namaku" Ucap Arion
Olivia mengatur nafasnya " Arion " panggil Olivia
Deg...
__ADS_1
*Benar-benar perasaan yang aneh mendengar mu memanggil namaku bisa membuatku ingin memakan mu sekarang " Ucap Arion dalam hati tanpa sadar dia mencium telinga Olivia membuat Olivia merasa aneh pada tubuhnya.