MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 162


__ADS_3

Rocky sedikit menahan tawa karena ucapan Aleena itu, bahkan orang dewasa seperti Aric dan Alister kalah dengan pemikiran seorang gadis kecil.


"Sudahlah kalian berdua berhenti, lebih baik kita mencari Fiona di sekitar sini, karena sudah terlanjur basah kita mencari dengan berjalan kaki" Rocky segera bertindak perkataan Rocky membuat Aric menyadari adiknya telah terguyur hujan.


"Aleena lebih baik kita cari tempat untuk mu berteduh" Aric tidak mau Aleena sakit karena terkena hujan pada malam hari.


"Tidak masalah, ayo kita berpencar dan mencari kak Fiona" Senyum manis dan keyakinan diri yang Aleena tunjukkan itu membuat Aric hanya bisa pasrah dan mengikuti mau adik kecilnya itu.


Mereka berpencar untuk menemukan Fiona, Rocky dan Alister mencari sendiri sendiri sedangkan Aleena dan Aric mencari bersama-sama, ada juga beberapa anak buah Rocky dan Alister yang sudah mencari terlebih dulu.


Malam semakin larut sampai akhirnya Mata Aric dengan samar-samar melihat gadis yang tengah berteduh di depan rumah kosong itu tidak terlihat asing untuk nya, Aric segera berlari tanpa menarik Aleena untung saja Aleena tau kemana arah kakaknya itu berlari.


Aric berlari memeluk gadis yang berdiri itu "Fiona jangan lakukan lagi" Aric merasa sangat lega saat menemukan Fiona.


"Kenapa? mencari ku! untuk apa? " Fiona masih merasa sangat kecewa bagaimanapun dia merasa di bohongi selama bertahun-tahun, kebohongan itu tentu saja sangat menyakitkan untuk Fiona, bagaimanapun keyakinan nya telah terpatahkan oleh kebohongan


"Jangan katakan itu Fiona, semua orang mengkhawatirkan mu! " Aric memeluk lebih erat tubuh dingin Fiona.


Fiona mencoba mengatur nafasnya, dia mendorong tubuh Aric yang memeluknya namun tidak bisa, Aric benar-benar memeluk erat tubuh Fiona "Lepaskan! " Ucapan itu tidak Aric hiraukan.


"Tidak akan jika aku melepaskan mu kau akan pergi lagi dariku! itu tidak akan aku biarkan" Aric ternyata sudah bertekad untuk mennjaga dan mendapatkan hati Fiona, Aric sudah tidak ingin berada di balik layar lagi, dia ingin melangkah keluar dan mendapatkan apa yang ingin dia dapatkan.

__ADS_1


Perkataan Aric itu membuat Fiona sedikit luluh namun perasaan kecewa tidak akan mudah untuk di obati "Lepaskan aku tidak akan pergi".


Mendengar perkataan Fiona itu Aric melepaskan pelukan nya, manik matanya menatap Fiona, namun Fiona membuang pandangan nya, Aric menangkap wajah Fiona membuat Fiona menatap kearahnya, kedua pasang mata itu saling bertukar pandang.


Aric perlahan mendekatkan wajahnya dan dengan cepat bibir manis Fiona sudah bertemu dengan bibir Aric, mereka berciuman di iringi air hujan dan satu pasang mata.


'Ya! kau seharusnya tidak melakukan hal ini di depan anak kecil kakak' Aleena menutupi sebagian wajahnya tapi membiarkan satu matanya melihat adegan itu.


Aric memperdalam ciuman nya bahkan Aric tidak membiarkan Fiona melepaskan ciuman nya, Aric tidak ingin melepaskan kesempatan yang sudah lama dia harapkan.


Fiona hampir kehabisan nafas dia memukul dengan cukup kuat dada Aric, sampai Aric terbatuk " Kau ingin membunuh calon suamimu? " ini pertama kali Aric dengan berani menggoda Fiona.


"Nah Fiona aku minta maaf untuk kebohongan ku di masa lalu, aku telah membuat mu bingung dengan perasaan mu sendiri tapi dengar mulai hari ini Fiona Wijaya kau adalah adalah wanita satu-satunya milik Aric Baskoro Aditama" Aric mengatakan nya dengan lantang dan tanpa ragu.


Fiona menggelengkan kepalanya dia tidak tau harus bagaimana di sisi lain dia sangat benci di bohongi namun ada rasa lega mendengar ucapan Aric.


Aric tau Fiona masih ragi dan kebingungan dengan kenyataan ini tapi Aric tidak akan mengubah keputusan nya "Fiona aku akan menghilangkan kebingungan mu, Fiona aku mencintaimu" Aric memeluk Fiona yang terkejut dengan pengakuan tiba-tiba Aric.


Aric mendekat kan wajahnya namun tiba-tiba "Tidak boleh melakukan nya lagi! kakak aku masih di sini" Aleena menggelengkan kepalanya dia tidak ingin merusak matanya dengan pemandangan yang sama dua kali.


Fiona segera mendorong Aric dan menjaga jarak darinya, wajah Fiona kini memerah karena malu dan juga perlahan rasa kecewa mulai terobati. Aric menggosok tengkuknya yang tak gatal dia benar-benar lupa kalau adiknya ikut bersama dengan nya.

__ADS_1


Aric akhirnya membawa Fiona dan Aleena kembali ke mobil, mereka juga sudah menghubungi Rocky dan Alister mengatakan mereka dan Fiona sudah bertemu dan memutuskan untuk kembali ke kediaman mars.


Setalah mandi Arion mengganti pakaian nya dengan piyama tidur dia menatap wajah cantik Istrinya yang terlelap itu, tiba-tiba karena Oliva bergerak Olivia menyingkap sedikit selimutnya dan memperlihatkan dua benda kenyal yang ternyata Olivia belum merapikan pakaian nya, mungkin Olivia hanya mencoba bersembunyi dan tanpa sadar dia ketiduran.


Melihat pemandangan yang menggiurkan itu Arion hanya bisa memulai ludahnya dan memijat keningnya "Kau ini apa ingin membuatku mandi dua kali dalam semalam, benar-benar".


Arion mengatur nafasnya agar tenang saat merapikan pakaian Olivia, dengan susah payang Arion menahan nafasnya saat tangan tidak sengaja menyentuh benda kenyal itu 'Arion tenanglah! ' Arion menasehati dirinya sendiri dan akhirnya pakaian Olivia sudah benar


Arion segera tidur di samping Olivia " Aku akan menghukum mu nanti " Arion mengecup kening Olivia dan mulai tertidur di samping Olivia.


Pagi menyapa Olivia terbangun dan melihat wajah yang begitu tampan ada di samping nya, Olivia terkejut dan teringat perbuatan nya semalam "Olivia apa yang kau lakukan semalam? " Gumam Olivia pada dirinya, Olivia terus mengigat dan merasa lega karena ingatannya memberitahu nya kalau dia ketiduran semalam. "Untung saja"


"Untung saja? apa maksud itu" Tanpa Olivia sadari Arion sudah membuka matanya dan menatap nya tajam.


"An.. anu itu tidak ada sa.. aku aku harus bekerja aku akan segera membantu di dapur" Olivia ingin bangun namun tangannya di tarik dan membuat Olivia jatuh tepat di dada bidang Arion.


"Kau ingin membantu di dapur? bukankah kau harusnya menyelesaikan pekerjaan mu yang tertunda? " Tatapan Arion benar-benar sangat menggoda membuat Olivia terdiam sejenak


"Pe.. pekerjaan apa tuan? se.. seperti nya aku tidak memiliki pekerjaan di sini" Olivia sangat gugup melihat wajah bangun tidur yang begitu sakseh itu dan suara berat yang menggoda itu benar-benar membuat Olivia tidak bisa berkutik.


"Apa kau lupa? apa yang kau lakukan semalam? haruskah aku menghukum mu sekarang is-tri-ku" Arion memainkan lidahnya di bibirnya sedikit menggigit bibir bawahnya dan mengusap lembut bibir Olivia benar-benar menggoda dan membuat wajah Olivia memerah sempurna

__ADS_1


__ADS_2