MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 205


__ADS_3

Benar saja saat Arion mengejar ke kamar mandi Andreas.......


Andreas terlihat sedang menahan tangan orang berjubah yang menodongkan pisau ke arahnya.


Arion bergegas mengambil pistolnya, sialnya pelurunya sudah habis "Sial" Arion melempar pistolnya, Andreas masih berusaha menahan kekuatan orang berjubah itu, bagaimana pun Andreas lebih lemah saat berkelahi jarak dekat.


Arion meraba tubuhnya, dia menemukan pisau kecil di saku kecil kemejanya "Semoga ini cukup tajam" Arion melempar tepat di tangan pelaku, pisau yang dia pegang terjatuh.


Ini kesempatan Andreas untuk mundur, Andreas bertukar tempat dengan Arion, Arion menarik tangan orang berjubah itu dan menariknya dan menguncinya.


Andreas berjalan dengan suntikan di tangan nya "Akan repot membuatnya tetap bangun " Andreas kemudian menarik jubahnya dan menyuntikkan obat itu tepat di lehernya. Orang berjubah itu sudah tidak sadarkan diri.


"Arion kau di sini" Ucap Rocky yang sedari tadi mencari keberadaan Arion, untung saja dia bisa tau dari ponsel Andreas.


"Bawa dia, kita pertemukan dia dengan para pengkhianat itu" Ucap Arion menyeret keluar orang berjubah itu dan melempar nya pada Rocky.


"Apa akan film biarkan memakai topeng? " Tanya Rocky yang heran Arion tidak membuka topeng orang berjubah itu.


"Biarkan saja" Arion berjalan mendahului mereka semua, sebenarnya dia sedang berfikir 'Apa yang membuat nya sangat membenci ku? '


Mereka semua kembali ke markas, orang berjubah itu belum sadarkan diri, Rocky dengan tega menyerah orang itu begitu saja.


"Sebenarnya dia ini siapa? aku sangat penasaran bisakah aku membuka topengnya? " Tanya Alister.


"Buka saja nanti di penjara, lagi pula aku masih ada yang ingin aku perjelas kenapa dia berani menyentuh nenek ku! " Arion sudah tidak sabar menyiksa pribumi berjubah itu dan para antek-antek nya.


"Baiklah kita akan segera mengetahui siapa dia" Ucap Alister bersemangat.


"Hanya kau yang belum tau siapa dia" Sindiran Rocky membuat Alister kesal.


"Rocky biarkan tangannya terikat keatas " Ucap Arion


"Aku mengerti, perlukah aku mengikat kakinya juga" Ucap Rocky.


"Tidak, aku akan membersihkan tubuhku dan pergi sebentar jangan bertindak sebelum aku menyuruhmu" Ucap Arion yang pergi ke ruangan rahasianya untuk membersihkan dirinya dan bertemu dengan Olivia di rumah sakit.


*****

__ADS_1


Di sisi lain.


"Anu tuan terimakasih telah menjaga saya" Ucap Ranti yang merasa tidak enak karena selalu di temani oleh Daniel


"Ini sudah tugasku, dan lagi berapa kali aku bilang panggil saja aku Daniel dan jangan berbicara begitu formal" Daniel terus melakukan pendekatan pada ibunya Olivia, bagaimanapun ibunya Olivia sama sekali tidak mengenalinya.


Ranti sudah mulai membaik emosinya juga sudah mulai stabil dia sudah bisa mengingat putrinya Olivia, tapi terkadang dia masih terdiam dan termenung teringat siksaan yang dia alami.


"Aku membawa makanan untuk mu, kau makanlah dan minum obat mu " Ucap Daniel


Ranti tersenyum begitu manis, meski dia sudah berusia paruh baya tapi kecantikan Ranti tidak luntur sekalipun apa lagi sekarang wajahnya sudah terlihat seperti orang hidup.


"Tuan benar-benar baik" Ranti menerima makanan yang Daniel bawa dengan senang hati.


'Orang baik kah? Ranti jika kau tau aku laki-laki di malam itu apa kau akan tetap mengatakan aku orang baik' Ucap Daniel menatap sendu wajah Ranti.


"Tuan terlihat sedih? apa tuan lapar? " Tanya Ranti yang membuat Daniel tersenyum.


Daniel menggelengkan Kepala nya "Aku tidak lapa.. " Ranti dengan iseng menyuapi makanan ke mulut Daniel.


"Ini enak" Jawaban Daniel itu membuat Ranti tenang.


"Benarkah tuan tidak marah? " Tanya Ranti yang membuat Daniel menggelengkan kepala nya lagi.


"Untuk apa aku marah, kau bisa menyuapi ku lagi" Ucapan Daniel itu membuat wajah Ranti sedikit tersipu.


"Tidak boleh ini punyaku" Ranti menarik makanan nya seakan memeluknya.


perubahan sikap Ranti ini membuat Daniel tak bisa menahan senyumnya "Baik makan yang banyak dan minum obat setelah itu kita bisa kembali dan bertemu Olivia"


"Olivia, ibu merindukan mu" Ucap Ranti menatap ke depan.


****


Arion memarkirkan mobilnya di rumah sakit dia berjalan ke ruangan Olivia, terlihat Rafael masih berjaga di depan ruangan Olivia.


"Tuan kau datang? bagaimana apakah tuan sudah menangkap nya? " Tanya Rafael yang sedari tadi menunggu jawaban pesannya yang dia kirim ke Rocky.

__ADS_1


"Jika tidak tertangkap apa mungkin aku di sini! " Jawab Arion "Apa ada yang mencurigakan di sini? " Tanya Arion


"Ya tuan, ini menurut saya mencurigakan beberapa kali ada wanita paruh baya mondar mandiri melewati ruangan ini, dan seperti nya mengawasi saya" Jelas Rafael.


"Seperti nya aku tau siapa dia, jika dia lewat kembali tangkap dan suruh seseorang mengantarnya ke markas, jangan biarkan dia bertemu Olivia"


"Siap tuan" Rafael menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti tugas yang di berikan Arion.


Arion kemudian berjalan masuk dia membuka pintu, terlihat Rania sedang menyuapi Olivia makanan. "Ekhm" Suara itu membuat Rania dan Olivia menengok ke arahnya.


"Tuan " Rania menundukkan kepala tanda hormatnya pada Arion.


"Biar aku saja yang menyuapi nya, kau boleh keluar" Ucap Arion dengan wajah datar dan tatapan menusuk pada Rania.


"Baik tuan" Rania segera berjalan keluar 'Mengerikan tatapannya apakah tuan cemburu aku menyuapi Olivia, huh" Rania menggosok-gosok turunnya yang merasa merinding dengan tatapan Arion.


"Rania kau kenapa? " Tanya Rafael yang melihat adiknya bertingkah aneh.


"Tidak ada apa-apa kak" Rania segera merubah ekspresi nya agar kakaknya tak salah paham.


Arion mulai menyuapi Olivia "Aaaa" Arion yang tadi berwajah dingin pada Rania, kini bersikap sangat hangat pada Olivia.


Olivia menerima suapan dari Arion "Terimakasih Boo, sudah menyelamatkan ku"


"Jangan berterimakasih lagi, itu sudah tanggung jawab ku, yang lebih penting kau harus menjawab pertanyaan ku" Arion terlihat serius.


"Pertanyaan apa? " Olivia melihat Arion terlihat serius, mungkin saja pertanyaan tentang bagaimana dia di culik.


"Apakah suapan ku enak? " Pertanyaan itu membuat Olivia tersedak, Arion segera memberikan Air pada Olivia, Olivia tidak menyangka pertanyaan yang keluar dari wajah serius itu hanya pertanyaan yang sepele.


"Itu tentu saja enak boo" Olivia tersenyum ke arah Arion.


"Lebih enak mana suapan ku atau Rania? " Pertanyaan kedua yang keluar dari wajah serius Arion benar-benar membuat Olivia terkejut.


'Bukankah sama saja, lagi pula makanan yang kalian suapkan sama saja' Olivia ingin menjawab ini namun jika dia menjawab itu pasti akan jadi malapetaka baginya "Tentu saja suapan suamiku" Olivia tertawa kecil melihat tingkah suaminya itu 'Apakah dia cemburu dengan Rania' Gumam Olivia dalam hati.


Arion terlihat senyum-senyum sendiri hanya jawaban sederhana dari Olivia bisa membuat orang sedingin Arion tersipu dan salah tingkah seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2