
"Ah Fiona apa kalian sudah selesai bermain? " Tanya Olivia menahan gugup nya sembari duduk di tepi kolam renang.
"Emm sudah itu sangat menyenangkan kau harus mencoba nya sangat cepat, sangat tinggi dan begitu menegangkan" Fiona bercerita rasanya saat dia berseluncur.
"Aku, tidak tidak lebih baik aku tidak mencoba nya atau aku bisa tidak sadarkan diri" Olivia tersenyum dia bahkan tidak berani membayangkan jika dia harus berseluncur dari atas sana.
"Kenapa? apa kau takut ketinggian? " Tanya Fiona yang penasaran kenapa Olivia tidak mau naik seluncuran yang begitu seru.
"Mungkin saja" Ucap Olivia dia teringat dirinya yang pernah membersihkan kaca di rumah Arion yang sangat tinggi itu membuatnya bergidik ngeri.
"Sayang sekali, tapi mau bagaimana lagi" Setelah berbincang dengan Olivia mata Fiona mencari keberadaan Arion, dan dia menemukan Arion sudah bersama dengan Aleena.
"Kak Olivia kak Fiona kenapa di sana ayo kita bermain " Ucap Aleena menghampiri kedua gadis cantik yang tengah melihat kearahnya.
"Aleena ingin bermain apa? " Tanya Olivia dengan menatap ke arah Aleena yang sudah ada di depannya.
"berseluncur dengan pelampung dan berakhir di kolam arus apa kakak mau, seluncuran nya juga tidak terlalu tinggi" Bujuk Aleena agar Olivia mau ikut bermain bersama.
Olivia mengangguk dia tidak bisa menolak lagi bukan, alhasil mereka bermain bersama, terlihat Fiona beberapa kali mencoba memegang tangan Arion namun Arion selalu menghindari, sedangkan Olivia melihat Fiona yang terus berusaha mendekati arion malah merasa bersalah karena sudah menikah dengan orang yang Fiona sukai.
Aleena memang sengaja mengatur untuk mereka berempat agar bisa satu pelampung Aleena ingin memastikan sesuatu apalah Olivia mencintai kakaknya atau tidak, tapi di lihat dari reaksinya seperti nya Aleena harus menguji lebih banyak, karena ekspresi yang di tangkap Aleena adalah ekspresi bersalah saja bukan ekspresi orang yang sedang cemburu
Setelah selesai bermain mereka akhirnya berganti baju dan memutuskan untuk pergi mencari restoran untuk makan malam.
Mereka memilih sebuah cafe di pinggir sungai yang membentang di negara A, pemandangan yang gemerlap dan angin dingin yang meniup di sekitar sungai membuat suasana malam semakin terasa tenang dan nyaman.
__ADS_1
Namun ketenangan yang di rasakan Arion tidak berlangsung lama saat seseorang yang sangat dia kenal berjalan ke meja mereka.
"Maaf kakak aku terlambat" Alister memeluk kakaknya Fiona membuat Arion merasa kesal, dia kesal bukan karena alister memeluk Fiona tapi dia kesal karena ke datang nya yang akan menggoda istri tercinta nya.
"Ck! Untuk apa kau datang" Cibir Arion yang benar-benar tidak suka akan kedatangan Alister di sana.
"Oi oi, kak Arion aku kemari untuk bertemu dengan kakak ku, seharian aku sibuksampai tidak tau kakak ku sudah tiba, bukankah hal wajar untuk ku bertemu dengannya" Tak bisa lagi di bantah ucapan dari Alister memang masuk akal
"Sudahlah lebih baik kita mulai makan, apa kalian tidak kasihan makanan nya sudah mulai dingin" Rocky seperti biasa mencairkan suasana, sedangkan Aric terlihat sangat murung setelah mereka pulang dari taman bermain air itu.
Aric tiba-tiba merasa patah semangat sebelum memulai mengejar Fiona karena sedari tadi dia mengamati mata Fiona hanya tertuju pada Arion, sangat sulit untuk Aric mencoba untuk berjuang karena kenyataan yang sudah terlihat sangat pahit.
Suasana makan malam ini benar-benar tidak sesuai dengan suasana makan malam tapi lebih terasa seperti uji nyali bagi mereka semua yang berada di sana.
*Apakah tidak ada yang memperhatikan ku" Ucap Rocky setelah menghela nafas, dia melihat Aric mencuri pandang melihat Fiona, sedangkan pandangan Fiona tak lepas dari Arion, Arion terus melihat kearah Alister dengan wajah yang sangat menakutkan, seperti penjual berlian yang takut berliannya di curi, sedangkan Aleena juga memperhatikan Olivia "Hah aku sudah selesai makan lebih baik aku berjalan-jalan sebentar" Rocky merasa tidak ada tempat untuk nya di sana.
"Olivia bagaimana jika kita juga berjalan-jalan di sekitar sini, pemandangan di pinggir sungai di malam hari sangat indah lo" Alister mencoba untuk membuat momen berdua dengan Olivia.
Tapi Olivia tidak bisa menjawab pertanyaan Alister dia bahkan seperti tidak bisa berbicara saat mata tajam itu menatap kearahnya apa lagi saat Alister mencoba menarik tangannya.
"Ayo Olivia kau tidak akan menyesal" Alister menarik mendadak tangan Olivia membuat Olivia terkejut dan reflek bangun membuat Arion ikut berdiri.
"Kak Arion kenapa kau ikut berdiri" Alister kesal melihat Arion yang terlihat menguntit nya dan Olivia.
"Bukan urusan mu" Jawab Arion dengan wajah yang datar dan berjalan mendahului Alister yang baru saja ingin melangkah, Fiona juga tidak menyia-nyiakan kesempatan dia ikut berdiri.
__ADS_1
"Ja , aku juga ikut " Fiona dengan senang hati mengekor di belakang Arion. Alister tersenyum ini kesempatan nya untuk membawa Olivia berjalan berlainan arah.
Arion melirik ke belakang dia telah lengah istrinya di bawa jalan-jalan lagi oleh laki-laki lain, dia ingin berputar arah tapi di tahan oleh tangan Fiona yang tiba-tiba menggandeng nya, Aric yang sebenarnya ingin ikut jalan-jalan akhirnya mengurungkan niatnya, seperti nya sifat Aric ini lebih dominan ke Tiara yang baik hati dan rela berkorban untuk orang terdekatnya.
Arion sekilas melihat wajah sedih saudara kembarnya dia akhirnya membiarkan Fiona membawanya entah kemana, dan tanpa Arion sadari Olivia melihat pemandangan itu
*Apa dia mulai sadar kalau Fiona lah yang pantas untuk nya" ucap Olivia dalam hati saat melihat Arion yang biasanya dingin dan menolak tindakan apapun yang Fiona buat kali ini malah membiarkan begitu saja *Apa pernikahan yang baru di mulai akan segera berakhir, kenapa aku merasa sedih, la.. lagi pula dari awal aku seharusnya sudah tau tuan muda hanya sedang bermain-main denganku, apa yang harus kau sedihkan Olivia " Olivia berbicara pada dirinya dia terlihat benar-benar sedih.
"Hei Olivia ada apa? kenapa tiba-tiba diam apa ada yang sakit! " Alister terlihat khawatir dengan Olivia yang ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah.
"Tidak ada, nah Alister bisakah aku ke toilet sebentar tidak apakan? " Ucapan Olivia yang akhirnya kembali ke cafe dengan alasan ingin ke toilet.
"Apa perlu aku menemanimu? " Tanya Alister yang mengikuti Olivia masuk kembali ke dalam cafe
"Tidak kau tunggu saja, ak.. aku hanya sebentar" Ucap Olivia yang menahan sesak di dalam dadanya.
"Aku mengerti, Aku menunggu di sini" Ucapan Alister dengan senyum hangat seperti biasanya namun senyum itu tak mampu menghangatkan hati Olivia yang kini terasa sakit.
Olivia segera ke toilet dan Alister memilih kembali duduk bersama Aric dan ada Aleena dan Rocky yang mengamati gerak-gerik Olivia sedari tadi.
"Apa kau lihat itu kak Rocky, seperti nya kak Olivia merasa cemburu " Aleena mengecilkan suaranya.
"Hmm seperti nya begitu, tapi aku sedikit heran kenapa Arion membiarkan Fiona menyentuhnya bahkan mengajaknya berjalan-jalan, biasanya dia akan terang-terangan menjauhi Olivia" Selidik Rocky yang penasaran.
"Hah apa jangan-jangan kak Arion akan berselingkuh dengan kak Fiona, ini tidak bisa di biarkan " Aleena menggulung lengan tangannya seakan ingin mencari Arion dan menghajar nya
__ADS_1
"Itu tidak mungkin terjadi" Rocky yang tau seberapa posesif nya sang penguasa itu dengan istrinya tidak mungkin Arion akan berselingkuh
"Lalu untuk apa? kak Arion berjalan-jalan berdua dengan kak Fiona" Aleena memiringkan kepalanya wajahnya menunjukkan rasa penasaran yang begitu besar. Rocky mengangkat kedua bahunya dan menggelengkan kepalanya pertanda dia juga tidak tau.