MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 158


__ADS_3

"Melepaskan mu? untuk bersama Alister jangan bermimpi, kau ini istriku! " Arion melepaskan cengkraman tangannya dia duduk dan menarik kasar rambutnya. Dia sama sekali tidak tau apa yang ada di pikiran Olivia.


" Jika aku istrimu lalu Fiona? " Gumam lirih Olivia itu membuat Arion menoleh ke arahnya, dia samar-samar mendengar ucapan Olivia.


"Apa yang kau katakan! " Menatap menunggu jawaban Olivia, Arion ingin memastikan lagi pendengaran nya.


Olivia diam tak bisa lagi berbicara dia merasa bukan hal nya untuk bertanya tentang hubungan nya dengan Fiona.


"Kenapa diam! cepat katakan apa yang kau bicarakan barusan! " Arion mendekat mencengkram ke dua lengan Olivia.


"Tidak ada" Olivia tidak bisa lagi berkata lancang seperti tadi "Sudahlah tuan biarkan saya pergi" Olivia mengalihkan pembicaraan nya


"Kau bilang siapa Fiona? apa kau cemburu? " Tiba-tiba Arion merasa senang dan memeluk erat Olivia, akhirnya dia lega ternyata alasan Olivia ingin pergi karena Fiona.


"Si.. siap yang cemburu? me.. memangnya aku pantas" Gumam lirih Olivia yang di dengar oleh Arion.


"Dasar bodoh, kau ini istriku Bukannya hal wajar" Arion mempererat pelukannya dia senang mendengar ucapan Olivia yang menandakan wanitanya akhirnya bisa cemburu juga.


"Istri kontrak yang bisa di tinggalkan kapan saja" Ucapan Olivia itu benar-benar membuat Arion kesal, wanita di depannya ini bukan lagi polos namun sangat-sangat tidak peka cenderung bodoh.


Arion melepaskan pelukannya dan menatap Olivia "Kau istri sah ku!, Akta nikah kita juga asli! kau istri yang ku kontrak seumur hidup tidak boleh meninggalkan ku! kau dengar! " Olivia sedikit senang mendengar ucapan Arion yang terlihat sangat serius, dari matanya juga tidak ada kebohongan.


"Tapi Fiona" Olivia tanpa sadar menyebutkan nama Fiona, mungkin rasa takut dan kekhawatiran akan di campakkan karena kasta yang berbeda membuatnya terlalu takut, bahkan takut untuk mengungkapkan kalau dia cemburu.


"Fiona calon adik ipar mu, jangan berfikir macam-macam " Arion mengusap lembut kepala Olivia mengecup nya dan membawa tubuh Olivia ke pelukannya.

__ADS_1


"Adik ipar? " Olivia sedikit berpikir dan mengerti jadi Arion bertemu Fiona hanya untuk menjadi Pak jomblang, tapi pelukan itu haruskan Olivia bertanya.


Arion mengangguk ringan "Harusnya Fiona paham setelah pembicaraan kami". Arion melihat masih ada keraguan di mata Olivia, membuat Arion berfikir apa lagi yang salah dia sudah menjelaskan dengan benar bukan.


"Emm benarkah, lalu tentang pelu... " Olivia ragu untuk bertanya tentang pelukan itu, namun Arion tiba-tiba tersenyum begitu cerah.


"Apa kau mengkhawatirkan tentang pelukan? kau melihat nya" Mendengar pertanyaan Arion Olivia langsung mengangguk "Bagus kalau begitu kau bisa mengingat apakah aku yang memeluknya atau aku yang di peluk olehnya! " Ucapan Arion membuat Olivia ingat seperti nya tangan Arion tidak menyambut pelukan dari Fiona.


"Tapi kau harus memberiku penjelasan, kenapa kau pulang dengan Alister hanya berdua! Apa itu alasanmu ingin meninggalkan ku? " Tatapan bahagia tadi berubah jadi tatapan tajam dan menginterogasi.


Olivia menggelengkan dengan cepat "Ak.. aku tadi hanya merasa tidak enak badan" Olivia tidak mungkin menjawab jika dia merasa cemburu dan merasa sakit di dadanya dan akhirnya menyuruh Alister mengantarkan nya pulang.


"Kau sakit? di bagian mana? apakah ini? " Arion menggoda Olivia mendorong nya kembali berbaring dan menyentuh kepalanya perlahan menuruni matanya, hidungnya mengusap pipinya, perlakuan Arion itu membuat wajah Olivia sudah memerah.


"Lalu di mana? apakah di sini?" Arion menyentuh dengan lembut bibir Olivia, sebelum Olivia berhasil membuka mulutnya Arion berhasil ******* habis bibir mungil itu.


Arion dengan perasaan senang karena mengetahui ternyata Olivia juga bisa cemburu dia melampiaskan nya dengan ciuman begitu intens, tangan Arion tidak tinggal diam dia menyentuh benda kenyal milik Olivia, membuat Olivia merasakan sensasi berbeda, ada getaran di tubuh Olivia, perasaan untuk di sentuh lagi dan lagi.


Arion dan Olivia merasakan sesuatu yang panas di tubuh mereka sensasi seperti di bakar sesuatu yang nikmat, Arion menurunkan ciumannya sampai di leher di sana Arion tentu saja meninggalkan jejak yang begitu banyak.


Arion tidak puas ingin sekali dia membuka semua pakaian Olivia namun tiba-tiba, pintu kamar Olivia di ketuk.


"Olivia apa kau di dalam? " Suara Rania menyadarkan mereka berhasil, Olivia dengan reflek mendorong Arion, kemudian segera bangun dari ranjang, dia menarik Arion masuk ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandinya.


'Bagus sekali istriku berani sekali menyembunyikan ku di kamar mandi! lihat bagaimana nanti aku menghukum mu!' meski Arion sangat kesal karena di sembunyikan di kamar mandi entah mengapa dia tidak bisa marah dengan sikap Olivia itu.

__ADS_1


Tidak ada wanita manapun ya berani menyembunyikan laki-laki sempurna seperti Arion kecuali Olivia.


"Iya Rania ada apa? " Olivia bergegas membuka pintu dan tentu saja melihat Rania ada di depan pintunya.


"Kau terlalu lama di kamar aku pikir ada apa-apa denganmu" Rania khawatir karena dia melihat Olivia pulang dan langsung masuk ke dalam kamar, itu membuat khawatir Rania karena Olivia tidak pernah melakukan hal itu berdiam lama di dalam kamar.


"Ak.. aku hanya sedikit tidak enak badan" Jawab Olivia sedikit gugup dia takut Rania akan menemukan Arion di dalam kamar mereka.


Rania menatap Olivia "Memang benar wajahmu terlihat memerah apa kau demam? " Rania mendekat ke arah Olivia dan menyentuh kening Olivia dan terasa sedikit panas, panas tubuh ini bukan panas tubuh sakit namun panas yang di hasilkan sentuhan dua tubuh yang berlawanan jenis.


"Kalau begitu kau beristirahat lah, aku seperti nya ada obat demam di dalam laci, sebentar aku akan mencarikan nya untuk mu" Rania menerobos masuk kamarnya dan berjalan ke arah laci di dekat pintu kamar mandi.


Olivia sangat sulit menelan ludahnya dia sangat gugup sekarang dia takut ketahuan oleh Rania.


"Ah, aku menemukannya" Ucap girang Rania itu malah membuat Olivia terkejut dia sangat was-was sekarang jika ketahuan alasan apa yang akan dia berikan


"Ahahaha syukurlah kau menemukannya" Olivia tersenyum canggung, wajahnya terlihat sangat pucat


"Ambilah dan minum kau terlihat semakin pucat" Rania memberikan obat nya pada Olivia, dia juga mengambilkan minum untuk Olivia "Cepat minum obat nya dan istirahat" Ucap Rania setelah gelas berisikan air putih itu di Terima Olivia.


"Te. terimakasih, aku.. aku akan meminumnya" Olivia segera meminum obat yang di berikan Rania.


"Bagus, ah sial aku ingin buang air kecil" Ucapan Rania mampu membuat bola mata Olivia hampir keluar, Rania berjalan ke arah pintu kamar mandi Rania menggenggam gagang pintunya dan...


#Kakak readers jangan lupa tinggal kan jejak ya.... Like, komen, rate, gift dan juga favorit adalah semangat ku untuk menulis jadi jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


__ADS_2