
Sedangkan Arion hanya bisa menggerutu "Sial siapa yang berani mengganggu kesenangan ku! " Ucap kesal Arion sembari berjalan ke arah pintu.
Arion membuka pintu dan terlihat lah orang yang menganggu kesenangan Arion "kakak bisa bicara sebentar? " Ucap Aleena yang terlihat serius.
Arion melihat tatapan Aleena yang begitu serius membuat dirinya tidak bisa kesal terlalu lama dan akhirnya menanggapi serius adiknya itu "Ada apa? "
"Bisakah aku masuk kak" Aleena benar-benar terlihat sangat serius kali ini.
"Hmm, masuklah" Arion menyuruh Aleena masuk kemudian menutup pintu kamar nya. "The apa yang ingin kau katakan anak kecil? " Arion mengusap pucuk kepala adiknya itu.
Aleena menurunkan tangan kakaknya membuat Arion menatap gadis kecil itu "Kak sebenarnya apa yang terjadi pada kak Rocky? " Pertanyaan Aleena itu membuat Arion terkejut
"Apa maksud mu? " Tanya Arion serius, 'apakah Aleena menyadari sesuatu ' gumam Arion dalam hati.
"Kakak jangan berpura-pura lagi, kakak bisa menipu Mama tapi tidak dengan aku dan papa, lagi pula beberapa bulan ini kak Rocky tidak membalas pesan ku" Aleena seperti nya sudah curiga ada yang terjadi saat Rocky tidak membalas pesan nya tidak seperti dulu.
"Haaah ternyata memang tidak bisa membohongi mata kalian berdua ya" Arion akhirnya menceritakan semua yang terjadi pada Rocky.
Mendengar cerita Arion Aleena merasa perasaan nya bercampur aduk, anatara kasihan, marah, kesal, iba, perduli semua menyatu jadi satu dan Aleena berakhir diam setelah mendengar cerita Arion.
"Aku sudah menceritakan semuanya padamu, jadi kau bisa sudah bisa pergi? " Ucap Arion yang seperti nya ingin mengusir adiknya itu agar tidak mengganggu nya.
"Apa separah itu? apa kak Rocky bisa sembuh? " Aleena terlihat begitu sedih membuat Arion akhirnya tidak tega mengusir nya Aleena hasil dia duduk di samping adiknya dan merangkul adik kecilnya itu.
"Dia pasti akan kembali seperti dulu, ini bukan sebuah penyakit hanya saja hatinya sedang terluka, kau jangan khawatir" Arion menepuk kepala adiknya pelan.
"Si.. siapa yang khawatir aku hanya kasihan saja" Aleena segera bangkit dari duduknya dan ingin pergi.
"Oh aku pikir kau khawatir jika khawatir saat dia bangun kau bisa menghibur nya, mungkin saja itu bisa mengobati hati nya"
__ADS_1
"Tidak mau, siapa suruh hatinya begitu lemah, hanya di khianati sekali dan di tinggal cinta pertama kenapa bisa se depresi itu benar-benar lemah" Kali ini sikap Aleena berubah 180° dari saat pertama mendengar cerita Arion.
"Itu terserah kau saja, jika kau tidak menghibur nya aku takut kau akan kehilangan kakak Rocky mu itu" Arion sengaja memprovokasi adiknya karena dia tau Rocky dan adiknya adalah Sekutu di belakang nya dulu mereka saling berkomunikasi.
"Huh menyebalkan, kenapa orang dewasa semua berpikiran sempit! " Aleena segera pergi meninggalkan kakaknya itu.
Olivia yang sedari tadi mendengar ucapan Arion dan Aleena akhirnya keluar dari persembunyian nya "Luka hati sangat sulit di obati, akankah Rocky baik-baik saja? " suara Olivia yang tiba-tiba malah mengagetkan Arion
"Sayang kau mengagetkan ku saja, jangan khawatir seperti aku yang mendapat kan mu untuk mengobati luka ku aku yakin kelak ada seseorang yang akan mengobati Rocky, maka dari itu aku membawanya kemari, siapa tau dia akan menemukan nya di sini" Ucap Arion.
Olivia mengangguk setuju pada ucapan suaminya itu, namun saat Olivia sadar Arion sudah berada di dekatnya dia bagaikan anjing yang sedang mengendus tulang mangsanya "Sayang kau sangat wangi membuatku ingin mencicipi mu" Mending ucapan Arion seketika Olivia tidak bisa menelan ludahnya sendiri.
"Boo, tu.. tunggu dulu aku ini sedang kedinginan biarkan aku memakai baju dulu"
"Tidak perlu memakai apapun ini malah memudahkan ku untuk melahap mu" Arion segera menggendong Olivia yang tubuhnya hanya di balut handuk itu.
Arion membaringkan Olivia di ranjang, Arion mencium bibir mungil Olivia, tubuh Olivia yang tadinya dingin kini menjadi hangat.
Perlahan tangan Arion turun ke bawah ingin membuka handuk Olivia lagi-lagi pintu kamarnya di ketuk, namun kali ini Arion tidak ingin menghiraukan nya.
"Emmhh emmhh emmhh" Olivia tidak bisa bicara karena bibirnya di bungkam oleh bibir Arion.
Arion tidak mau mengakhiri permainan nya namun suara ketukan pintu itu semakin kuat "Arion kau di dalam" Suara tiara akhirnya mengalahkan Arion, Arion melepas ciuman nya dan akhirnya duduk dengan lesu.
"Oh ibu dan anak kenapa mengganggu secara bergantian" Saat ada kesempatan Olivia berlari ke ruang ganti
Arion hanya bisa menenangkan dirinya dan berjalan ke arah pintu dan membuka pintu nya "Ma apa kau ingin menyiksaku" Gerutu Arion yang tidak di mengerti oleh Tiara.
"Ha? ada apa denganmu sayang kenapa wajahmu tidak enak di lihat? " Ucap polos mamanya yang tidak tau anaknya sedang menekan sesuatu yang tegang di bawah sana.
__ADS_1
"Ini semua gara-gara mama" Ucap. lirih Arion yang tak terdengar oleh Tiara.
"Apa yang kau katakan sayang, kenapa begitu pelan mama tidak mendengar nya"
"Hah! tidak ada, mama kemari ada perlu apa? " Tanya Arion dengan wajah yang di paksa untuk ramah.
"Ah itu, Papa mu memanggilmu di ruang kerja, seperti nya ada yang ingin dia sampaikan"
"Oh ayolah, aku baru saja sampai masih ada banyak waktu untuk berbicara, apa kalian sekeluarga ingin menyiksa ku" Gerutu Arion yang masih tidak di mengerti oleh Tiara.
"Apa yang kau katakan Arion, mama tidak mengerti" Tiara menatap anaknya dengan bingung.
"Sudahlah, aku akan ke sana nanti, tapi ma biarkan aku membersihkan diri dulu ok"
"Baiklah kalau begitu mama pergi du.. " Ucapan Tiara terhenti saat Olivia sudah selesai berganti dan merapikan diri.
"Mama tunggu, apa mama akan memasak untuk makan malam? " Tanya Olivia yang sudah berada di samping Arion.
"Ah iya sayang, mama dan bibi sedang membuat makan malam"
"Kalau begitu aku akan membantu mama"
"Tidak perlu sayang kau baru saja tiba kau pasti lelah" Ucap lembut Tiara.
"Tidak ma, aku akan membantu" Ucap Olivia yang segera berpindah ke samping ibu mertuanya Itu.
"Olivia aku masih ada urusan denganmu"
"Boo kita bicarakan nanti saja ya, kau segeralah mandi" Ucap Olivia sembari tersenyum, kali ini Olivia susah berani mengerjai suaminya itu.
__ADS_1
"Ya benar Arion segera bersihkan dirimu, mama dan Olivia menunggu mu di ruang makan " Tiara dan Olivia pergi Arion hanya bisa menatap punggung mereka.
"Dasar! sejak kapan istriku menjadi pemberontak" Gerutu Arion, namun di sela rasa kesalnya dia juga merasa lega Olivia sudah semakin dekat dengan keluarga nya.