MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 253


__ADS_3

Angel begitu terkejut dengan apa yang Rocky katakan "Rocky apa yang kau katakan ini" Ucap lirih Angel yang wajahnya terlihat sangat sedih.


" Nenek, berikan Rocky waktu " Ucap Rocky, Rocky yang berlutut di hadapan neneknya, melihat dengan jelas wajah neneknya yang sudah berkaca-kaca menahan tangisnya, Rocky merasa sakit melihat pemandangan itu.


"Maaf Rocky, tapi nenek tidak akan pernah mengizinkan nya" Angel akhirnya meneteskan air matanya yang sudah di tahannya lama.


"Nenek" Rocky tidak mampu melihat neneknya lagi, dia akhirnya membawa neneknya kembali ke kamarnya.


Tiga hari berlalu....


Daniel tengah berdiri bersanding dengan wanita yang menggunakan gaun putih yang terlihat begitu cantik.


Ya hari ini adalah hari pernikahan Daniel dan Ranti, Daniel hanya mengundang orang-orang terdekatnya bahkan semua anak buahnya ikut merayakan kebahagiaan nya itu


Upacara sakral yang di saksikan saudara kembar nya itu, membuat semua orang terharu.


"Kakak selamat, akhirnya kau menemukan wanita yang tepat untuk mu, kak Ranti aku titip kakak ku yang kaku ini" Ucapan dena memeluk keduanya bergantian.


"Hei apa maksud mu! dasar! " Daniel menekan kepala adiknya itu dengan tangannya.


"Selamat Daniel" Ucap Dekka memeluk kakak iparnya itu.


"Paman Daniel Mohon kedepannya jaga ibuku" Olivia menundukkan kepalanya kepada Daniel sebagai tanda hormat nya.


"Tanpa kau beritahu aku juga pasti akan melakukan nya, Olivia jangan khawatir seumur hidup ini aku hanya akan menjaga dan membahagiakan ibumu, dan lagi bisakah kau memanggilku ayah" Daniel sangat berharap, Daniel tidak berharap untuk memiliki anak dengan Ranti, dia hanya berharap Olivia akan menganggapnya sebagai ayah kandung nya seperti yang dia lakukan pada Olivia.


"Tidak boleh! " Ucap Arion yang merangkul istrinya itu.


"Boo apa yang kau katakan? " Olivia melihat ke arah Arion.


"Habisnya jika kau memanggilnya ayah, aku bukankah harus ikut memanggilnya pak tua ini ayah, aku tidak mau! " Ucap Arion kesal menatap ke arah Daniel.


"Oi oi, aku tidak perlu kau memanggilku ayah! Tidak terimakasih cukup Olivia saja" Ucap Daniel yang langsung menolak ucapan Arion.


"Pak tua kau lupa siapa Olivia dia istriku! " Ucap Arion yang merasa Daniel memperlakukan mya seperti orang luar


"Oi anak muda apa kau lupa Ranti itu istriku dia ibu dari istrimu, tentu saja sudah sewajarnya Olivia memanggilku ayah" Daniel dan Arion beradu argumen.

__ADS_1


"Yo ayah dan anak tidak perlu berkelahi bukan" Ucap Aric yang tiba-tiba datang untuk menengahi keduanya yang terus berdebat.


"Benar, Olivia kau harus menghormati paman Daniel" Fiona ikut memperpanas suasana.


"Oi Fiona kau jangan ikut campur! atau aku akan membatalkan pernikahan mu! " Ancam Arion kesal.


"Sayang sekali kak Arion ancaman mu tidak berlaku untuk ku, ada tiga orang hebat di belakang ku wleeek" Fiona menjulurkan lidahnya dia tengah mengejek Arion, sembari menunjuk ke arah papi dan papa mertuanya.


"Berisik! " Arion semakin kesal dirinya di tentang.


"Boo sudah lah, a.. ayah " Olivia tersenyum ke arah Daniel, membuat Arion frustasi.


Arion hanya bisa menggelengkan kepalanya, menerima kenyataan bahwa pak tua yang biasanya bertengkar dengan nya menjadi ayah mertuanya.


Andreas dan Alister dan Rocky sedang menikmati minuman dan makanan mereka "Dokter Zulfa" Panggil Andreas ketika melihat Zulfa yang sedang mencari tempat duduk.


"Dokter Andreas, ada apa? " Tanya zulfa tersenyum ramah.


"Dokter bisa gabung di sini, banyak meja yang penuh" Ucap Andreas yang tidak mendapat tentangan dari kedua temannya itu.


Andreas melihat ke arah Rocky yang hanya menaikan bahunya seakan menjawab tidak apa-apa, sedangkan Alister tidak memberikan respon. "Tidak masalah dokter duduklah" Ucap Andreas.


"Aku akan memberikan ucapan pada paman Daniel" Ucap Alister yang ingin berdiri dari duduknya, namun hal itu membuat Zulfa tidak jadi duduk.


"Alister jika karena kau memilih pergi, lebih baik aku yang pergi" Ucap Zulfa yang ingin meninggalkan tempat yang baru saja akan dia duduki.


"Terserah saja" Ucap Alister yang membuat seketika wajah Zulfa menjadi sedih.


"Andreas kau temani dokter, aku akan pergi bersama Alister" Ucap Rocky yang segera berjalan mengikuti Alister.


"Maaf Dokter Andreas karena aku mereka semua jadi pergi" Ucap zulfa yang sungkan, dia bahkan masih melihat kearah punggung Alister yang sudah menjauh.


"Tidak apa, mereka sudah menunggu dari tadi ingin mengucapkan selamat, jadi jangan terlalu di pikirkan, duduklah" Andreas tidak mengubah senyumnya.


"Terimakasih" Dokter Zulfa kemudian duduk, namun dia tidak menyentuh cake yang dia bawa, minumannya bahkan hanya di letakkan saja.


Perasaan Andreas terasa aneh saat melihat Zulfa yang raut wajahnya terlihat sedih, Andreas tanpa sadar mengulurkan tangannya kemudian menepuk kepala Zulfa lembut, membuat Zulfa terkejut.

__ADS_1


"Dokter Andreas? " Tanya nya bingung.


"Andreas saja" Andreas tersenyum lagi-lagi Andreas melakukan hal di luar kehendak nya. "Ah maaf" Ucap Andreas yang akhirnya sadar dan menarik tangannya.


"Zulfa boleh aku memanggilmu seperti itu? " Tanya Andreas kepada Zulfa.


"Tentu saja" Zulfa tersenyum.


"Boleh aku bertanya? " Tanya Andreas


"Tentu" Zulfa mengangguk.


"Apa kau menyukai Alister" Tanya Andreas yang sudah penasaran saat pertemuan mereka dengan Alister di rumah sakit. 'Andreas tunggu apa yang kau tanyakan! kenapa kau bertanya seperti itu' Andreas merutuki dirinya yang bertanya tanpa sadar karena di terpa rasa penasaran.


Zulfa terdiam "Suka" Jawaban singkat itu mampu membuat dada Andreas merasa sakit, entah sejak kapan Andreas tanpa sadar menaruh rasa pada Zulfa.


"Jika aku apa itu tidak bisa" bibir Andreas seakan bergerak sendiri "Ah maaf tidak jangan di pikirkan, aku apa aku mabuk" Andreas langsung menarik ucapan nya saat wajah zulfa tidak berubah. "Sepertinya aku harus membasuh wajahku" Andreas ingin pergi menyisakan Zulfa yang terdiam dengan pernyataan Andreas.


"Tunggu Andreas" Zulfa berteman lirih memanggil Andreas yang sudah melenggang pergi.


Di kamar mandi


"Apa yang aku lakukan, Andreas kau sudah gila kenapa mengatakan , haaaah tapi rasa sakit ini, apa aku benar-benar menyukainya? hah Andreas kau harus berfikir jernih jangan salah artikan perasaan mu! " Andreas membasahi wajahnya dan terus berdialog pada dirinya di dalam kaca.


Tamu bergantian mengucapkan selamat pada Daniel dan Ranti tidak kecuali para sahabat Daniel.


Acara berjalan sukses dan Daniel dan Ranti sah menjadi suami istri, sampai tiba di saat malam pertama keduanya terlihat canggung.


"Tu.. eh Daniel emang apa kau ingin mandi? " Tanya Ranti yang selesai membersihkan dirinya.


"A, ya ak.. aku mandi" Ucap gugup Daniel, Daniel segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah Daniel mandi dan mengganti bajunya, dia menatap wanita yang baru saja dia nikahi Itu duduk di tepi ranjang.


Daniel ikut duduk di tepi ranjang, cukup lama suasana hening itu terjadi sampai entah dari siapa yang memulai keduanya sudah saling berciuman.


Malam pertama mereka di temani rembulan yang bersinar terang, seakan merestui pernikahan mereka.

__ADS_1


__ADS_2