MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 190


__ADS_3

"Soal itu.. " Olivia agak ragu untuk berbicara


"Katakan kak, kenapa soal itu kenapa? " Tanya Aleena benar-benar penasaran, harusnya kan Olivia bisa langsung mengaku agar bisa menutup mulut Silvia.


"Aku juga ingin tau jawabannya" Entah sejak kapan Arion berdiri di belakang Olivia dan memeluknya membuat Olivia mendongak dan menatap nya "Katakan apa begitu malu untuk mengakui ku! " Arion nampak kesal.


"Soal itu.. aku hanya bilang ingin memberitahu hubungan kita kepada keluarga saja, dia hanya orang lain. " Ucap Olivia yang mendapat anggukan dari Aleena, meski begitu Arion masih merasa kesal.


Aleena melihat ekspresi kakaknya itu "Kak Olivia aku pergi dulu, lebih baik kau taklukkan dulu suamimu yang terlihat menyeramkan itu, aku akan pergi" Aleena segera pergi tidak ingin mengganggu Arion dan Olivia.


"Boo apa kau masih marah? " Olivia memutar tubuhnya kini dia dan Arion saling menghadap satu sama lain, Olivia melihat dengan seksama Arion benar-benar marah. "Maafkan aku jika aku menyakiti perasaan mu, bukannya aku tidak ingin mengakui mu boo, hanya saja" Arion melihat ketulusan di mata Olivia membuatnya refleks memeluk Olivia. "Boo"


"Diam, seperti ini saja sebentar " Arion memeluk Olivia dengan erat. "Aku tidak suka kau tidak mengakui ku, tapi itu kesalahan ku" Olivia sedikit tidak mengerti dengan ucapan Arion.


"Itu bukan kesalahan mu boo? aku minta maaf jangan menyalahkan dirimu ok" Ucap Olivia yang semakin membuat Arion enggan mengendurkan pelukannya.


"Seandainya masalah ini sudah selesai dan segera menemukan dalangnya kau tidak perlu takut mengatakan jika aku ini suamimu, ini semua salahku kau merasa tidak aman jika menyebutmu istri ku bukan" Ucapan Arion utu membuat Olivia sedih mendengar nya.


"Bukan boo aku hanya berusaha untuk tidak menjadi beban mu, aku waktu itu sedikit mendengar ucapan mu dengan tuan Rayyan" Arion mengerti Olivia berusaha membuat nya tidak menjadi bebannya dan berpura-pura jadi orang lain di hidup Arion.


"Bodoh! " Arion mengecup pucuk kepala Olivia 'Harus segera bergerak'.


Mereka dalam keadaan berpelukan cukup lama, sampai akhirnya "Boo nanti ada yang melihat"


"Biarkan saja" Arion benar-benar enggan jauh-jauh dari Olivia.


****


Alister memarkirkan mobilnya di kediaman mars, Aric dan Fiona turun sedangkan Alister memilih tetap di dalam mobil "Kak aku langsung ke kantor ok" Ucap Alister yang langsung melajukan mobilnya.


"Dia ini kenapa sih? " Fiona benar-benar bingung dengan sifat adiknya yang tiba-tiba berubah.


"Sudahlah mungkin dia sedang mengerjakan sebuah Proyek di kantornya jadi pikiran nya sedang kacau. "

__ADS_1


Fiona mengangguk "Hanya saja aku tidak tega melihat nya" ucapan Fiona.


"Lalu kau tega melihat ku seperti ini, kau di samping ku tapi pikiranmu bersama adikmu, apa kau tidak lihat aku ini terlihat kasihan"


Fiona tertawa "Apakah kau cemburu dengan adik ku sendiri, benar-benar apakah ada tuan muda begitu seperti anak kecil " Ledek Fiona.


Aric menggandeng tangan Fiona keduanya masuk ke dalam rumah baru saja masuk sudah melihat ruang tamu begitu ramai.


Terlihat Tiara , nenek angel sedang berbicara dengan Silvia.


"Jadi kau teman wanita satu-satunya yang bisa dekat dengan Arion? " Ucap Tiara yang mendengar cerita dari Silvia dan Rocky.


"Ahaha bisa di katakan seperti itu tante" Silvia terlihat malu-malu.


"Aric kau pulang sayang" Tiara langsung berdiri dan mendekat ke arah Aric, sedangkan Fiona menatap Silvia dari atas sampai bawah.


"Apa dia kekasih kak Arion? " Tanya Fiona yang belum tau wanita yang di sukai Arion adalah Olivia.


"Bukan! " Aric tanpa ragu menggelengkan kepalanya.


"Aric dari mana saja kau sayang" Tanya Tiara yang belum mengetahui kebenaran nya berbeda dengan Rayyan


"Ah Aric belajar bisnis dengan Dion, seperti nya keluarga Aditama bisa masuk ke kawasan ini mengalahkan keluarga Mars" Aric dengan cerdik membahas tentang bisnis.


"Begitukah, Aric hari ini mama akan pulang apa kau akan ikut? "


"Aric masih ingin berlibur di sini, tidak masalahkan ma"


Tiara mengangguk kemudian menatap Fiona "Fiona apa kau yakin tidak ingin pulang" Tiara ingat saat dia berkirim pesan pada Fiona Fiona menjawab dia akan tetap di sini.


"Tante jangan khawatir Fiona sudah bilang ke mami dan papi, Fiona masih ingin membantu Alister di sini, jadi tante dan om bisa pulang duluan" Ucap Fiona tanpa ragu, Tiara hanya bisa mengangguk.


"Tante siapa dia? " Tanya Fiona pada Tiara dan melirik ke arah Silvia.

__ADS_1


" Dia teman Rocky dan Arion, dia sedang bercerita saat mereka bersekolah bersama dan menjadi dekat" Ucap Tiara


"Oh teman, tante di mana Olivia? "


"Olivia? mungkin ada di taman belakang rania bilang tadi dia bersama Aleena.


" Baiklah aku akan mencarinya, kak Aric apa kau ingin ikut? " Tanya Fiona.


Aric menggeleng " Tidak aku akan ke kamar saja" Aric memilih menghindari keramaian.


"Ok" Ucap Fiona yang tidak menyapa Silvia langsung pergi mencari Olivia begitupun dengan Aric yang langsung pergi ke kamar tanpa menyapa hanya tersenyum pada neneknya mengisyaratkan dia akan istirahat.


Fiona sudah sampai ke taman dan melihat Olivia dan Arion yang tengah duduk berbicara.


"Apa yang sedang kak Arion bicarakan dengan Olivia? " Tanya Fiona yang segera mendekat ke arah mereka


"Bukan urusan mu, kau di sini apa Aric sudah keluar dari rumah sakit? "


Pertanyaan Arion itu mendapat anggukan dari Fiona "Dia ada di kamarnya" Ucap Fiona.


"Baiklah kalau begitu aku akan menemuinya" Arion langsung pergi.


Fiona menatap Olivia "Apa yang sedang kau bicarakan dengan kak Arion kenapa terlihat serius sekali" Tanya Fiona.


"Tidak ada" Olivia melihat punggung Arion semakin menjauh pergi dia teringat bagaimana dia bisa duduk berdua dengan Arion sebenarnya, Olivia mendengar ada langkah kaki saat mereka sedang berciuman. Jadi Olivia menggigit bibir Arion dan dengan kuat mendorong Arion dan berakhir Arion duduk di bangku, Olivia juga duduk dan meminta maaf tapi sebelum Arion mengatakan apapun Fiona sudah datang. 'Seperti nya dia marah, boo maafkan aku' Ucap Olivia dalam hati.


"Olivia kau tidak akan ikut nenek Angel kan? " Fiona memastikan dulu Olivia ikut atau tidak.


"Tidak, Tuan Arion mengatakan aku tidak perlu ikut karena tuan Rayyan sudah menghubungi perawat kepercayaan nya di sana"


"Bagus, kalau begitu setelah dari bandara ikut aku sebentar ok" Fiona terlihat berharap dengan jawaban iya dari Mulut Olivia.


"Emm itu, asalkan tuan Arion mengijinkan aku tidak masalah" Olivia tidak enak menolak Fiona tapi jika dia pergi tanpa izin bisa-bisa dia mendapat hukuman dua kali lipat. Apalagi dengan kejadian gigit dan dorong tadi Olivia yakin dia akan mendapatkan hukuman.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan meminta izin pada kak Arion" Fiona terlihat bersemangat 'Alister nantikan hadiah ku untuk mu ok' Ucap Fiona dalam hati yang merencanakan sesuatu.


__ADS_2